Harganas ke-33, Wagub Jabar: Ketangguhan Keluarga dan Peran Ayah Kunci Hadapi Era Digital

- Jurnalis

Senin, 29 Juni 2026 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, menegaskan bahwa keluarga yang tangguh menjadi fondasi utama dalam menghadapi berbagai tantangan di era modern. Hal tersebut disampaikannya saat membacakan pidato Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, pada Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tingkat Provinsi Jawa Barat di Stadion Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Senin (29/6/2026).

Menurut Erwan, peringatan Harganas tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali peran keluarga sebagai tempat yang aman, nyaman, dan mampu melahirkan generasi unggul di tengah perubahan zaman.

“Keluarga harus menjadi tempat bernaung yang aman, tangguh, dan siap melahirkan generasi pemenang,” ujar Erwan.

Ia menjelaskan, dunia saat ini memasuki era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), yakni kondisi yang ditandai dengan perubahan sangat cepat, ketidakpastian tinggi, persoalan yang semakin kompleks, serta arah perkembangan yang sulit diprediksi.

Di era tersebut, tantangan keluarga tidak lagi hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga menghadapi dampak disrupsi teknologi digital, perubahan nilai sosial, hingga ancaman di ruang siber yang dapat memengaruhi kehidupan anak-anak dan keharmonisan keluarga.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Titip Pesan Penting untuk Calon Pemimpin Kota Bandung: Jaga Kawasan Bandung Utara

“Jika institusi keluarga rapuh, maka derasnya perubahan zaman akan dengan mudah menggerus masa depan anak-anak, merusak keharmonisan rumah tangga, hingga mengancam tatanan moral generasi penerus,” katanya.

Karena itu, Erwan menegaskan bahwa membangun ketahanan keluarga bukan lagi sebuah pilihan, melainkan kebutuhan yang sangat mendesak demi menjaga masa depan bangsa.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan tema Harganas ke-33 tahun ini adalah “Ayah Wajib Hadir”.

Menurutnya, tema tersebut diwujudkan melalui sejumlah program, di antaranya Gerakan Ayah Mengambil Rapor (GEMAR) serta Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang akan dilaksanakan pada awal tahun ajaran baru.

“Kita ingin para ayah berperan lebih dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Jangan sampai ayah hanya bisa transfer uang dan hadir secara fisik saja,” ujar Dadi.

Baca Juga :  Di Hadapan Kepala Daerah Papua, Prabowo Tekankan Lumbung Pangan dari Desa hingga Nasional

Berdasarkan hasil Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 (PK-25), sebanyak 25,8 persen keluarga yang memiliki anak di Indonesia mengalami fenomena fatherless. Sementara di Jawa Barat, angkanya lebih tinggi, yakni mencapai 29,5 persen.

Dadi menjelaskan, fenomena fatherless di Jawa Barat memiliki karakteristik tersendiri. Sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar sekaligus kawasan industri utama, banyak ayah harus bekerja di luar kota, menjalani jam kerja panjang, atau tinggal jauh dari keluarga.

Akibatnya, persoalan yang muncul bukan hanya ketidakhadiran secara fisik, tetapi juga berkurangnya kedekatan emosional antara ayah dan anak.

Melalui peringatan Harganas ke-33, Pemerintah berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya peran keluarga, khususnya kehadiran seorang ayah dalam pengasuhan anak, semakin meningkat sehingga mampu melahirkan generasi Indonesia yang sehat, tangguh, dan berkarakter.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang
Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying
RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026
Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay
Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026
Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital
Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 18:59 WIB

Harganas ke-33, Wagub Jabar: Ketangguhan Keluarga dan Peran Ayah Kunci Hadapi Era Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:30 WIB

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:16 WIB

Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:44 WIB

Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:28 WIB

Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026

Berita Terbaru