BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

- Jurnalis

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, Klopakindonesia.com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi sebagian besar wilayah di Jawa Barat akan mengalami musim kemarau yang lebih kering dan panjang pada 2026, bahkan lebih ekstrem dibandingkan rata-rata klimatologis dalam 30 tahun terakhir.

Prakirawan Cuaca Stasiun Klimatologi BMKG Jawa Barat, Vivi Indhira, mengungkapkan bahwa sekitar 93 persen wilayah di Jawa Barat akan mengalami sifat hujan di bawah normal selama musim kemarau tahun ini.

“Artinya, curah hujan diperkirakan lebih rendah dibandingkan kondisi normal, sehingga musim kemarau akan terasa lebih kering dari biasanya,” ujar Vivi dalam kegiatan press release musim kemarau Jawa Barat 2026 yang digelar secara daring, Selasa (14/4/2026).

Sejumlah wilayah yang diprediksi terdampak kondisi ini meliputi Bandung, Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Bekasi, Cirebon, hingga Kuningan. Sementara itu, hanya sekitar 7 persen wilayah yang diperkirakan mengalami kondisi hujan normal.

Tak hanya lebih kering, musim kemarau tahun ini juga diprediksi berlangsung lebih panjang di sekitar 81 persen wilayah Jawa Barat. Beberapa daerah yang berpotensi mengalami kemarau lebih lama antara lain Sukabumi, Karawang, Indramayu, serta Tasikmalaya.

Baca Juga :  Manfaat Ikan Kutuk untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Berkat Kandungan Arginin dan Leusin

Adapun sekitar 10 persen wilayah mengalami durasi kemarau normal, terutama di wilayah tengah dan timur Jawa Barat. Sementara 7 persen wilayah lainnya, seperti Cimahi, diperkirakan mengalami musim kemarau lebih pendek.

Khusus Bogor, hujan diprediksi tetap terjadi sepanjang tahun sehingga perbedaan antara musim kemarau dan hujan tidak terlalu signifikan.

BMKG juga memproyeksikan bahwa sebagian besar wilayah Jawa Barat akan mulai memasuki musim kemarau pada Mei 2026, mencakup Sumedang, Kuningan, dan Tasikmalaya. Sementara itu, wilayah lainnya seperti Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Cianjur, dan Sukabumi akan mulai mengalami kemarau pada Juni 2026.

Sebagian kecil wilayah telah memasuki kemarau sejak April (10 persen) dan Maret (2 persen). Puncak musim kemarau sendiri diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di sekitar 90 persen wilayah Jawa Barat.

Baca Juga :  Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Usul Rebranding Nama Bandung Barat: "Yang Terbayang Hanya Arah Mata Angin"

Rekomendasi BMKG

Menghadapi kondisi kemarau yang lebih ekstrem, BMKG mengimbau berbagai langkah antisipasi, mulai dari optimalisasi waduk dan bendungan hingga percepatan pembangunan embung sebagai cadangan air.

Selain itu, masyarakat diminta menghemat penggunaan air serta mengantisipasi potensi krisis air bersih melalui distribusi air dan penyediaan sumur bor darurat.

Di sektor pertanian, petani disarankan menyesuaikan kalender tanam, menghindari masa puncak kemarau, serta menggunakan varietas tanaman tahan kering atau beralih ke komoditas palawija.

BMKG juga mengingatkan potensi bencana seperti kekeringan dan kebakaran hutan yang meningkat selama musim kemarau. Ketersediaan air untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) juga perlu dijaga agar tidak mengganggu sektor energi.

Dari sisi kesehatan, masyarakat diminta waspada terhadap peningkatan penyakit infeksi saluran pernapasan akibat asap, serta menjaga kualitas sanitasi di tengah potensi keterbatasan air.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Silver Award UB Halal Metric Awards 2026 untuk Penguatan Ekosistem Halal
Momentum Hardiknas 2026, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Beasiswa Gold Generation untuk Siswa SMK
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten Jadi Gerakan Bersama Lindungi Murid dari Kekerasan
Sempat Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat PIP 2026
Guru Non-ASN Tetap Bisa Mengajar, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Jadi Payung Hukum Daerah
PIP 2026 Dorong Semangat Belajar Murid SLB Cicendo Bandung, Pengawasan Diperkuat Agar Tepat Sasaran
Pegadaian Raih Top CX Brand Award 2026, Bukti Layanan Contact Center Unggul dan Humanis
Kemendikdasmen Percepat Pembentukan Pokja BSAN di Jawa Timur untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:05 WIB

Bio Farma Raih Silver Award UB Halal Metric Awards 2026 untuk Penguatan Ekosistem Halal

Senin, 11 Mei 2026 - 16:17 WIB

Momentum Hardiknas 2026, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Beasiswa Gold Generation untuk Siswa SMK

Senin, 11 Mei 2026 - 10:50 WIB

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten Jadi Gerakan Bersama Lindungi Murid dari Kekerasan

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:16 WIB

Sempat Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat PIP 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:54 WIB

Guru Non-ASN Tetap Bisa Mengajar, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Jadi Payung Hukum Daerah

Berita Terbaru