Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

- Jurnalis

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG – PT Bio Farma (Persero) resmi mengoperasikan fasilitas Compressed Natural Gas (CNG) di kawasan perusahaan, Selasa (15/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari transformasi Bio Farma menuju operasional yang lebih efisien, andal, serta ramah lingkungan.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, Bio Farma menggandeng PT Gagas Energi Indonesia (PGN Gagas) dalam penyediaan dan pengelolaan fasilitas CNG untuk memperkuat efisiensi energi sekaligus mendukung transisi menuju penggunaan energi dengan emisi yang lebih rendah.

Direktur Operasi PT Bio Farma (Persero), Iin Susanti, mengatakan pengoperasian fasilitas CNG merupakan bentuk nyata komitmen perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam seluruh aktivitas operasional.

“Pengoperasian fasilitas CNG merupakan langkah konkret Bio Farma untuk membangun kegiatan usaha yang semakin efisien, berkelanjutan, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Langkah ini juga memperkuat keandalan operasional yang mendukung keberlangsungan proses produksi serta kontribusi Bio Farma terhadap ketahanan kesehatan nasional,” ujar Iin.

Fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai sumber energi utama untuk boiler yang menghasilkan uap bagi proses produksi. Bio Farma menerapkan sistem dual fuel, yaitu menggunakan CNG sebagai bahan bakar utama, sementara solar tetap disiapkan sebagai cadangan apabila terjadi gangguan pasokan gas.

Baca Juga :  Mendagri RI Tekankan Tiga Poin Penting di World Water Forum ke-10

Menurut Bio Farma, penggunaan CNG diproyeksikan mampu menurunkan emisi karbon dioksida sekitar 24 persen dibandingkan penggunaan solar. Selain itu, perusahaan memperkirakan terjadi efisiensi biaya energi hingga 37 persen per tahun, tergantung pada tingkat pemanfaatan fasilitas, kebutuhan produksi, harga energi, dan kondisi operasional.

Iin menegaskan penggunaan CNG merupakan tahap awal perjalanan transisi energi perusahaan. Ke depan, Bio Farma akan terus mengevaluasi berbagai teknologi dan sumber energi yang lebih efisien serta rendah emisi tanpa mengabaikan aspek keselamatan, kelayakan investasi, dan keandalan produksi.

Fasilitas CNG yang dibangun mencakup shelter penerimaan gas, Pressure Regulating Station, sistem metering, jaringan pipa distribusi, hingga integrasi dengan burner dan panel kontrol boiler. Seluruh sistem dirancang agar proses penerimaan, pengaturan tekanan, serta distribusi gas berjalan aman, andal, dan terukur.

Aspek keselamatan juga menjadi perhatian utama. Bio Farma menerapkan sistem deteksi kebocoran gas, penghentian aliran otomatis, pengaturan tekanan, proteksi kebakaran, serta pengujian integritas jaringan pipa. Selain itu, inspeksi berkala, pemeliharaan preventif, pengujian peralatan, dan evaluasi risiko akan terus dilakukan untuk memastikan fasilitas beroperasi sesuai standar keselamatan kerja dan ketentuan lingkungan.

Baca Juga :  Kemendikbudristek Usulkan Tambahan Anggaran 2025 untuk Keberlanjutan Program Prioritas

Direktur Utama PGN Gagas, Santiaji Gunawan, menyatakan kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi, khususnya pada sektor kesehatan.

“Kolaborasi dengan Bio Farma menjadi bagian dari komitmen kami memperluas manfaat CNG ke sektor-sektor esensial yang menopang kebutuhan dasar masyarakat, termasuk kesehatan. Keandalan pasokan energi di fasilitas produksi seperti Bio Farma sangat penting karena berdampak langsung pada layanan kesehatan publik,” kata Santiaji.

Ke depan, Bio Farma dan PGN Gagas akan terus memperkuat koordinasi dalam menjaga keandalan pasokan energi, meningkatkan efisiensi biaya, menurunkan intensitas emisi karbon, serta memastikan seluruh fasilitas beroperasi dengan standar keselamatan yang tinggi.

Melalui pengoperasian fasilitas CNG ini, Bio Farma berharap dapat memperkuat daya saing perusahaan, meningkatkan ketahanan operasional, sekaligus mendukung target pembangunan industri nasional yang lebih hijau dan berkelanjutan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif
MK Tak Terima Gugatan Ijazah Gibran karena Pemohon Tak Punya Legal Standing

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial

Berita Terbaru