Jakarta – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kualitas Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) sebagai salah satu pilar dalam menyiapkan sumber daya manusia yang siap bersaing di dunia kerja internasional.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Webinar Serial LKP Mendunia Seri 2 bertajuk “Meniti Karier Global: Strategi Sukses Alumni LKP Menembus Dunia Kerja Internasional” yang menghadirkan unsur pemerintah, pelaku industri global, pengelola LKP, hingga alumni yang telah sukses berkarier di luar negeri.
Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Kemendikdasmen, Tatang Muttaqin, mengatakan pendidikan kursus dan pelatihan memiliki keunggulan karena mampu menjawab kebutuhan dunia kerja secara cepat melalui program yang fleksibel, berbasis kompetensi, dan mengikuti perkembangan industri.
Menurutnya, peluang kerja bagi lulusan LKP kini tidak hanya tersedia di dalam negeri, tetapi juga semakin terbuka di berbagai negara yang membutuhkan tenaga kerja terampil.
“Pendidikan kursus dan pelatihan memiliki peran yang sangat strategis dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap memasuki dunia kerja maupun meningkatkan kompetensi angkatan kerja yang telah ada. Saat ini peluang kerja tidak lagi terbatas pada pasar kerja di dalam negeri, tetapi juga terbuka luas di berbagai negara yang membutuhkan tenaga kerja kompeten,” ujar Tatang saat membuka webinar.
Ia menilai tingginya permintaan tenaga kerja global harus diimbangi dengan peningkatan kualitas lulusan. Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, peningkatan pengalaman praktik peserta didik, penguatan kompetensi instruktur, serta perluasan kemitraan dengan dunia usaha, dunia industri, dan mitra internasional.
“Dengan demikian, lulusan yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar kompetensi nasional, tetapi juga mampu memenuhi ekspektasi dunia kerja internasional,” katanya.
Tatang menjelaskan, profesi seperti Spa Therapist dan Caregiver saat ini menjadi salah satu bidang yang memiliki peluang besar di pasar internasional. Selain keterampilan teknis, tenaga kerja juga dituntut memiliki etos kerja, integritas, kemampuan berkomunikasi, serta kepedulian terhadap penerima layanan.
Sementara itu, Direktur Kursus dan Pelatihan Kemendikdasmen, Yaya Sutarya, mengatakan pihaknya terus memperkuat mutu LKP melalui pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan industri, peningkatan sertifikasi kompetensi, penguatan kapasitas tenaga pendidik, hingga memperluas kerja sama dengan berbagai mitra internasional.
Menurutnya, webinar tersebut menjadi wadah untuk berbagi pengalaman mengenai peluang kerja global, kebutuhan kompetensi industri internasional, tantangan penempatan tenaga kerja, sekaligus strategi meningkatkan daya saing lulusan LKP Indonesia.
“Kami berharap forum ini mampu memperkuat sinergi antara pemerintah, penyelenggara kursus, dunia usaha, dan para alumni dalam membangun ekosistem pendidikan kursus yang semakin berkualitas dan berorientasi global,” ujar Yaya.
Dalam webinar tersebut, peserta juga mendapat wawasan langsung dari pelaku industri internasional, yakni Kang Bongju dari Korea Selatan dan Hendri Tjang dari Malaysia. Keduanya memaparkan kompetensi dan karakter tenaga kerja yang dibutuhkan perusahaan di tingkat global.
Selain itu, dua alumni LKP Indonesia, Rianti Eka yang kini bekerja sebagai Spa Therapist di Malaysia serta Azra Humaira yang berkarier sebagai Caregiver di Jepang, turut berbagi pengalaman mengenai proses persiapan bekerja di luar negeri, adaptasi budaya kerja, hingga pentingnya kemampuan komunikasi, profesionalisme, dan ketahanan mental.
Melalui Webinar Serial LKP Mendunia, Kemendikdasmen berharap semakin banyak lulusan LKP Indonesia yang mampu menembus pasar kerja internasional sekaligus membawa nama baik Indonesia melalui kompetensi dan profesionalisme yang dimiliki.


























