Cisadane Resik Tolak Rekomendasi Perpanjangan SHGB PT BSS, Desak Kawasan Hulu Gunung Salak Jadi Area Konservasi

- Jurnalis

Selasa, 30 Juni 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan Cisadane Resik sedang melakukan penghijauan di kaki Gunung Salak

Kegiatan Cisadane Resik sedang melakukan penghijauan di kaki Gunung Salak

Bogor – Organisasi lingkungan Cisadane Resik menyatakan menolak rencana rekomendasi perpanjangan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) milik PT BSS yang disebut tengah dipertimbangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Dalam pernyataan sikap yang disampaikan pada Minggu (29/6/2026), Cisadane Resik menilai pemerintah daerah seharusnya tidak lagi memberikan ruang bagi perpanjangan izin kepada perusahaan yang dinilai gagal mengelola kawasan di kaki Gunung Salak.

Direktur Cisadane Resik, Sutanandika, mengatakan rekam jejak pengelolaan lahan oleh PT BSS selama bertahun-tahun dinilai telah mengakibatkan penelantaran kawasan yang memiliki fungsi ekologis penting.

“Gunung Salak bukan komoditas investasi yang bisa ditelantarkan begitu saja. Pemkab Bogor harus berani berpihak pada kelestarian alam, masa depan air kita, dan hak-hak rakyat, bukan pada kepentingan korporasi yang gagal,” ujar Sutanandika dalam keterangan tertulisnya.

Baca Juga :  RECHECKING KAMPUNG KB AYEM TENGTREM KABUPATEN SUMEDANG

Menurut Cisadane Resik, kawasan hulu Gunung Salak memiliki peran strategis sebagai daerah tangkapan air yang memasok kebutuhan air bersih bagi masyarakat Bogor dan sekitarnya. Organisasi tersebut menilai penelantaran lahan perkebunan telah mengurangi fungsi resapan air alami yang berpotensi mengganggu ketersediaan air di masa mendatang.

Selain itu, Cisadane Resik juga menyoroti kondisi kawasan perkebunan teh yang dinilai memiliki nilai sejarah sekaligus potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata berbasis masyarakat. Menurut mereka, pengelolaan yang tidak optimal menyebabkan potensi tersebut belum berkembang secara maksimal.

Organisasi tersebut juga mengaitkan degradasi kawasan hulu dengan meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir bandang dan tanah longsor akibat alih fungsi lahan yang tidak terkendali.

Baca Juga :  Pesan Menyentuh Uya Kuya Usai Rumahnya Dijarah: Semoga Bermanfaat

Usulkan Kawasan Konservasi Terpadu

Sebagai solusi, Cisadane Resik meminta pemerintah pusat dan Pemkab Bogor menjadikan kawasan tersebut sebagai kawasan konservasi terpadu, mengingat lahan tersebut disebut berkaitan dengan aset sitaan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

Mereka mengusulkan agar kawasan tersebut difungsikan sebagai hutan tangkapan air, kawasan pendidikan dan riset lingkungan, serta sabuk hijau (green belt) untuk membatasi alih fungsi lahan dan menjaga kelestarian lereng Gunung Salak.

Selain itu, apabila terdapat lahan yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan produktif, Cisadane Resik meminta pemerintah memberikan prioritas kepada masyarakat setempat sebagai petani penggarap dengan tetap mengedepankan prinsip pelestarian lingkungan.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Moka Jabar 2026 Didorong Jadi Komunikator Strategis Pariwisata di Era Digital
HUT ke-81 Jabar, Pemprov Fokus Perkuat Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan
DPR RI Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan
Dampak Karhutla, Kemendikdasmen Siapkan Protokol Pembelajaran Darurat Asap
Pembelajaran Mendalam Bantu Guru Ubah Kesulitan Menulis Menjadi Pengalaman Belajar Menyenangkan
BNNP Jabar Ungkap Peredaran 5 Kg Sabu di Cinere Depok, Dua Tersangka Diamankan
BGN Ungkap Dugaan Kelalaian Pengolahan Ikan dalam Insiden MBG di Karo
Insiden Keamanan Pangan MBG di Karo, BGN Siapkan Sanksi Tegas hingga Pemecatan ASN

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Moka Jabar 2026 Didorong Jadi Komunikator Strategis Pariwisata di Era Digital

Minggu, 23 Agustus 2026 - 17:46 WIB

HUT ke-81 Jabar, Pemprov Fokus Perkuat Infrastruktur, Kesehatan, dan Pendidikan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 15:34 WIB

DPR RI Desak Pemerintah Pusat Ambil Alih Penanganan Karhutla di Sumatra dan Kalimantan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 17:17 WIB

Dampak Karhutla, Kemendikdasmen Siapkan Protokol Pembelajaran Darurat Asap

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:01 WIB

BNNP Jabar Ungkap Peredaran 5 Kg Sabu di Cinere Depok, Dua Tersangka Diamankan

Berita Terbaru

AGRICULTURE

Perbedaan Melon Hamigua dan Hamigua Lavender, Mana Lebih Manis?

Minggu, 23 Agu 2026 - 17:55 WIB