15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Prestasi yang diraih dalam Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 menjadi langkah awal bagi 15 talenta terbaik untuk mengembangkan kemampuan hingga ke tingkat internasional.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) melanjutkan pembinaan terhadap para Best Speakers LDI cabang Debat Bahasa Inggris 2026 melalui kolaborasi dengan International Global Network (IGN).

Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Puspresnas dan IGN mengenai Pengembangan Talenta Lomba Debat Indonesia melalui program Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).

Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 15 talenta terbaik akan mendapatkan pembinaan lanjutan melalui program yang disiapkan IGN.

Dari proses pembinaan tersebut, nantinya akan dipilih tiga peserta terbaik yang memperoleh kesempatan mengikuti AYIMUN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2027.

Pembinaan Tidak Berhenti Setelah Kompetisi

Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, mengatakan keberlanjutan pembinaan merupakan bagian dari semangat kolaborasi dan partisipasi semesta dalam pengembangan talenta yang terus didorong Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Menurut Irene, prestasi yang diraih peserta pada tingkat nasional seharusnya tidak menjadi akhir dari perjalanan mereka.

“Yang pertama adalah kolaborasi, sebagaimana yang sudah kita lakukan saat ini. Selanjutnya adalah berkelanjutan, sehingga apa yang dihasilkan di tingkat nasional, anak-anak yang menjadi juara di tingkat nasional, perlu dipikirkan untuk jangka panjangnya. What next untuk kalian?” ujarnya di Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Irene menilai para talenta yang telah mencapai tingkat nasional perlu memperoleh kesempatan untuk terus berkembang, termasuk mendapatkan pengalaman dan wawasan yang lebih luas melalui berbagai program lanjutan.

Pembinaan berkelanjutan tersebut diharapkan dapat mempersiapkan para peserta menghadapi tantangan yang lebih luas, termasuk kompetisi dan forum internasional.

“Harapannya, setelah mendapatkan pengalaman dan kesempatan yang lebih luas, mereka dapat kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi untuk Indonesia,” lanjutnya.

Pengembangan Talenta Harus Inklusif

Selain keberlanjutan, Irene menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam pengembangan talenta.

Baca Juga :  Kepala Kemendukbangga Jabar Kunjungi TPA Kiddy Place Fitrah Hanniah untuk Perkuat Program TAMASYA

Menurutnya, proses penemuan dan pengembangan talenta harus dimulai sejak tingkat sekolah dan berlanjut melalui jenjang kabupaten/kota hingga nasional.

Para peserta yang berhasil mencapai tingkat nasional merupakan bagian dari proses panjang yang melibatkan berbagai daerah.

“Selanjutnya adalah inklusivitas. Pengembangan talenta harus dimulai dari sekolah, kabupaten/kota, dan berbagai daerah. Anak-anak yang hadir di sini merupakan mereka yang telah melalui proses dan menunjukkan prestasinya hingga tingkat nasional,” tuturnya.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan talenta tidak hanya terpusat pada wilayah tertentu, tetapi memberikan kesempatan kepada peserta didik dari berbagai daerah untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan potensinya.

Karakter dan Critical Thinking Jadi Bagian Pembinaan

Irene juga mengingatkan bahwa pembinaan talenta tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar prestasi akademik atau memenangkan kompetisi.

Menurutnya, prestasi perlu diimbangi dengan karakter yang kuat serta kemampuan berpikir kritis atau critical thinking.

Hal tersebut penting agar kemampuan yang telah dimiliki peserta dapat berkembang secara optimal dan memberikan dampak lebih luas.

“Kami mengupayakan agar pembinaan dan penemuan prestasi dijalankan secara utuh, tidak semata-mata mengejar prestasi. Karena sering kali prestasi, ketika tidak didukung dengan karakter yang kuat dan critical thinking yang baik, hasilnya tidak akan berkembang secara optimal,” pungkasnya.

Pembinaan melalui kerja sama Puspresnas dan IGN diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan debat peserta, tetapi juga memperkuat kapasitas mereka dalam berpikir kritis, berkomunikasi, membangun argumentasi dan berinteraksi dalam lingkungan internasional.

IGN Buka Ruang Talenta Muda ke Tingkat Internasional

Sementara itu, President of International Global Network (IGN), Muhammad Fahrizal, mengatakan kerja sama dengan Puspresnas menjadi langkah awal untuk memberikan ruang lebih luas kepada talenta muda Indonesia.

“Ini merupakan langkah pertama. Kami berharap IGN dapat memberikan kontribusi bagi anak-anak muda di Indonesia,” ujarnya.

Menurut Fahrizal, IGN ingin membantu memastikan talenta muda Indonesia memiliki kesempatan untuk mengembangkan potensi hingga ke tingkat internasional.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI Soroti Keterbatasan SDM dalam Percepatan Sertifikasi dan Digitalisasi Pertanahan

Ia berharap prestasi yang diraih para peserta tidak berhenti setelah mereka menyelesaikan kompetisi di tingkat nasional.

“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak muda di Indonesia agar prestasi mereka tidak berhenti di tingkat nasional. Kami berharap dapat mendampingi mereka untuk melangkah ke tingkat internasional,” imbuhnya.

Tiga Peserta Akan Dipilih ke AYIMUN 2027

Dalam skema kerja sama tersebut, 15 talenta terbaik LDI 2026 akan terlebih dahulu mengikuti proses pembinaan yang disiapkan IGN.

Dari 15 peserta tersebut, tiga talenta terbaik akan dipilih untuk mendapatkan kesempatan mengikuti Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2027.

Kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses memperluas pengalaman para talenta muda Indonesia dalam forum internasional.

Melalui pengalaman tersebut, peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, jejaring serta kapasitas diri dalam berkomunikasi dan menyampaikan gagasan di lingkungan internasional.

Kerja sama Puspresnas dan IGN sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pembinaan talenta yang berkelanjutan.

Prestasi di tingkat nasional diharapkan tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi dilanjutkan dengan pembinaan, pengalaman dan kesempatan untuk berkembang.

Dengan demikian, talenta muda yang lahir dari kompetisi nasional dapat terus mendapatkan ruang untuk mengasah kemampuan sebelum nantinya kembali memberikan kontribusi bagi Indonesia.

Bagi 15 Best Speakers LDI 2026, kesempatan tersebut menjadi tahapan baru setelah berhasil menunjukkan kemampuan di tingkat nasional. Dari 15 talenta tersebut, tiga peserta nantinya akan memperoleh kesempatan membawa pengalaman dan kemampuan mereka ke forum AYIMUN di Kuala Lumpur pada Januari 2027.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih
Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Pemprov Jabar Terapkan PJJ Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BGN Hentikan Sementara MBG di 6 Wilayah Jawa Barat yang Terapkan PJJ

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 06:32 WIB

BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Berita Terbaru