Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meraih skor kinerja tertinggi di antara para menteri Kabinet Merah Putih berdasarkan Government Performance Assessment yang dirilis IndexPolitica Indonesia pada September 2026.

Dalam penilaian lembaga riset politik dan kebijakan publik tersebut, Amran memperoleh skor 91 dan menempati peringkat pertama dari 10 menteri dengan kinerja terbaik.

Amran mengungguli Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani yang memperoleh skor 89, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dengan skor 87, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti sebesar 86, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dengan skor 85.

Penilaian IndexPolitica Indonesia menggunakan pendekatan Evidence-Based Government Performance Evaluation melalui metode Multi-Criteria Decision Analysis (MCDA).

Metode tersebut berbeda dengan survei opini publik karena penilaian didasarkan pada bukti kinerja pemerintahan, dengan sumber data berupa dokumen dan laporan resmi pemerintah serta statistik sektoral.

Enam Dimensi Penilaian

IndexPolitica Indonesia menggunakan enam dimensi dalam melakukan penilaian kinerja para menteri.

Dimensi pertama adalah Policy Output dengan bobot 20 persen, kemudian Policy Outcome sebesar 25 persen, Implementation Effectiveness 20 persen, Public and Economic Impact 15 persen, Policy Innovation 10 persen, dan Intergovernmental Coordination 10 persen.

Founder dan Peneliti Senior IndexPolitica Indonesia, Denny Charter, menegaskan bahwa penilaian tersebut mengukur kinerja menteri, bukan tingkat popularitas.

Menurutnya, seorang menteri yang tidak terlalu populer tetap dapat memperoleh penilaian kinerja tinggi apabila mampu menghasilkan output dan outcome kebijakan yang dapat diukur.

Sebaliknya, menteri yang sering mendapat pemberitaan belum tentu menjadi menteri dengan kinerja terbaik.

Baca Juga :  Nabung di bank bjb, Bisa Dapat Tiket Konser

Konsisten dengan Penilaian Kepuasan Publik

Capaian Amran tersebut juga disebut melanjutkan hasil penilaian sebelumnya.

Dalam survei kepuasan publik yang dilakukan Indikator Politik Indonesia pada Oktober 2025, Amran juga berada di posisi pertama dengan tingkat kepuasan 84,9 persen.

Saat itu, Amran mengungguli Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan 84,5 persen, Purbaya Yudhi Sadewa 84,1 persen, Menteri Agama Nasaruddin Umar 83,4 persen, serta Menteri Sekretariat Negara Prasetiyo Hadi 82,9 persen.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Pertanian, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan bahwa posisi puncak dalam dua penilaian dari lembaga riset berbeda tidak terlepas dari sejumlah capaian sektor pertanian.

Produksi Beras 2025 Capai 34,69 Juta Ton

Salah satu capaian yang disampaikan Kementerian Pertanian adalah produksi beras nasional pada 2025 yang mencapai 34,69 juta ton.

Angka tersebut disebut sebagai produksi tertinggi sepanjang sejarah dan diakui oleh BPS, FAO, serta USDA. Produksi tersebut meningkat 13,29 persen dibandingkan 2024.

Kementerian Pertanian juga menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan, yakni beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Sementara itu, stok beras pemerintah disebut mencapai 5,3 juta ton, yang diklaim sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah dan jauh melampaui rekor 1984 sebesar 2,6 juta ton.

Ekspor Pertanian dan Kebijakan Pupuk

Di sektor perdagangan, sektor pertanian mencatat nilai ekspor sekitar Rp166 triliun. Pada saat yang sama, impor pangan disebut berhasil ditekan sebesar Rp41 triliun, sehingga memberikan nilai tambah sekitar Rp200 triliun bagi perekonomian nasional.

Baca Juga :  Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Dari sisi input produksi, pemerintah melakukan penyederhanaan terhadap 145 aturan terkait pupuk bersubsidi.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk mempermudah akses petani terhadap pupuk. Pemerintah juga menurunkan harga pupuk bersubsidi sebesar 20 persen di tengah kondisi krisis pupuk global.

Selain itu, pemerintah menetapkan jaminan harga pembelian gabah petani sebesar Rp6.500 per kilogram.

NTP Petani Capai 129,19

Kesejahteraan petani juga menjadi salah satu indikator yang disoroti Kementerian Pertanian.

Nilai Tukar Petani (NTP) pada 2026 disebut mencapai 129,19, yang diklaim sebagai angka tertinggi selama 34 tahun terakhir.

Sementara itu, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sektor pertanian pada 2025 mencapai 5,74 persen. Angka tersebut disebut sebagai pertumbuhan tertinggi selama 25 tahun terakhir.

Kementerian Pertanian menilai capaian tersebut memperkuat kontribusi sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian nasional.

“Hasil penilaian ini adalah buah dari kerja keras Pak Menteri dan jajaran Kementan yang tidak kenal lelah turun langsung ke sawah dan bertemu petani. Pak Mentan Amran selalu menegaskan bahwa beliau tidak akan berhenti bekerja hingga setiap petani sejahtera dan setiap keluarga miskin di pedesaan terangkat dari kemiskinan melalui sektor pertanian,” ujar Arief.

Kementerian Pertanian menyatakan akan terus memperkuat program swasembada pangan sebagai fondasi ketahanan nasional.

Langkah tersebut sejalan dengan agenda pemerintah untuk mendorong kemandirian pangan dan memperkuat sektor pertanian sebagai bagian penting dalam pembangunan ekonomi nasional.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional
Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau
Pemprov Jabar Terapkan PJJ Akibat Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau
BGN Hentikan Sementara MBG di 6 Wilayah Jawa Barat yang Terapkan PJJ

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Selasa, 8 September 2026 - 06:32 WIB

BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Berita Terbaru