Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

- Jurnalis

Senin, 7 September 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAJALENGKA, KLOPAKINDONESIA.COM – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyatakan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Kabupaten Majalengka siap menjadi bandara alternatif bagi pendaratan maupun keberangkatan pesawat setelah sejumlah bandara terdampak penutupan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Bandara Kertajati ditetapkan sebagai bandara alternatif untuk mengakomodasi penerbangan yang tidak dapat mendarat maupun beroperasi di sejumlah bandara yang terdampak abu vulkanik.

Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM mengatakan telah meminta jajaran Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk turun langsung memberikan pelayanan kepada para penumpang di Bandara Kertajati.

Pelayanan tersebut, kata KDM, termasuk memastikan kebutuhan dasar para penumpang dapat terpenuhi, terutama bagi bayi, anak-anak, dan orang tua.

“Saya minta seluruh jajaran untuk turun langsung ke Kertajati menyambut penumpang yang akan berangkat dan tiba di Kertajati,” kata KDM, Senin (7/9/2026).

KDM berharap seluruh operasional penerbangan yang dialihkan melalui Bandara Kertajati dapat berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman.

Baca Juga :  Yaman Memanas: PM Houthi Ahmed al-Rahawi Gugur dalam Serangan Udara Israel

Kertajati Jadi Bandara Alternatif

Bandara Kertajati ditetapkan sebagai bandara alternatif oleh Kementerian Perhubungan untuk mengakomodasi penerbangan yang tidak dapat mendarat di sejumlah bandara akibat dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.

Bandara Kertajati dinyatakan tidak terdampak sebaran abu vulkanik setelah dilakukan pemeriksaan melalui metode paper test di kawasan bandara.

Dengan kondisi tersebut, Bandara Kertajati disiapkan untuk menerima penerbangan yang dialihkan dari bandara-bandara lain yang operasionalnya terganggu akibat kondisi abu vulkanik.

Pemprov Jawa Barat pun menyiapkan dukungan pelayanan bagi para penumpang yang datang maupun akan berangkat melalui Bandara Kertajati.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memastikan mobilitas udara tetap dapat berlangsung di tengah gangguan operasional sejumlah bandara.

Baca Juga :  MPLS Ramah 2025 Dimulai, Kemendikdasmen Tinjau Pelaksanaan di SLB Cimahi

Delapan Bandara Ditutup

Sementara itu, dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menyebabkan delapan bandara harus menghentikan sementara operasional penerbangannya akibat potensi bahaya abu vulkanik.

Delapan bandara tersebut yakni:

  1. Bandara Internasional Soekarno-Hatta
  2. Bandara Halim Perdanakusuma
  3. Bandara Radin Inten II Lampung
  4. Bandara Husein Sastranegara
  5. Bandara Budiarto Curug
  6. Bandara Pondok Cabe
  7. Bandara Taufik Kiemas
  8. Bandara Atung Bungsu

Penutupan sementara dilakukan sebagai langkah keselamatan penerbangan mengingat abu vulkanik dapat membahayakan operasional pesawat.

Dalam kondisi tersebut, Bandara Kertajati di Majalengka menjadi salah satu alternatif penting untuk mengakomodasi penerbangan yang terdampak penutupan bandara.

Pemprov Jawa Barat berharap kesiapan Bandara Kertajati, termasuk dukungan pelayanan kepada penumpang, dapat membantu kelancaran pengalihan penerbangan serta memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang terdampak perubahan jadwal dan rute penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif
MK Tak Terima Gugatan Ijazah Gibran karena Pemohon Tak Punya Legal Standing
Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026, Taklukkan Thailand Lewat Adu Penalti
Jawa Barat Raih Terbaik I Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 dari Bappenas
Kasus Influenza A Meningkat di Indonesia, Seberapa Parah Gejalanya?

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:18 WIB

Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:24 WIB

DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:40 WIB

MK Tak Terima Gugatan Ijazah Gibran karena Pemohon Tak Punya Legal Standing

Berita Terbaru