Budidaya terong ungu tidak harus dilakukan di lahan yang luas. Tanaman sayuran buah ini juga dapat ditanam menggunakan polybag sehingga cocok dilakukan di halaman rumah atau lahan dengan ruang terbatas.
Kementerian Pertanian mencatat terong termasuk tanaman sayuran yang dapat dibudidayakan menggunakan pot maupun polybag. Sistem tersebut juga memudahkan perawatan, pengawasan tanaman, serta pengendalian gulma dan hama.
Terong ungu atau Solanum melongena merupakan salah satu jenis terong yang banyak dibudidayakan dan dikonsumsi masyarakat Indonesia. Jenis terong ini dapat ditanam untuk kebutuhan rumah tangga maupun dikembangkan sebagai usaha apabila tersedia jumlah tanaman dan perawatan yang memadai.
1. Memilih Benih Terong Ungu
Tahap pertama adalah memilih benih terong ungu yang berkualitas. Benih sebaiknya berasal dari varietas yang jelas dan memiliki daya tumbuh baik.
Pemilihan varietas juga perlu disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan tujuan budidaya. Kementerian Pertanian telah mencatat berbagai varietas terong yang terdaftar, termasuk varietas terong ungu hibrida.
Sebagai contoh, varietas Terong Ungu TRU 6 tercatat memiliki tinggi tanaman sekitar 101–103,6 sentimeter dan mulai berbunga pada umur sekitar 41–45 hari setelah tanam. Varietas tersebut mulai dapat dipanen sekitar 58–62 hari setelah tanam dalam kondisi pengujian varietas.
Waktu berbunga dan panen dapat berbeda antara varietas serta dipengaruhi kondisi lingkungan dan pemeliharaan.
2. Menyemai Benih
Benih sebaiknya disemai terlebih dahulu sebelum dipindahkan ke polybag utama.
Media semai dapat menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang matang. Salah satu panduan Kementerian Pertanian menggunakan perbandingan tanah dan pupuk kandang 1:1 untuk media persemaian.
Benih ditanam pada media semai kemudian disiram secukupnya. Media harus dijaga tetap lembap, tetapi tidak tergenang.
Bibit dapat dipindahkan setelah memiliki beberapa daun sejati dan kondisinya cukup kuat. Dalam salah satu panduan budidaya terung Kementerian Pertanian, bibit dipindahkan setelah sekitar 2–3 minggu ketika sudah memiliki 3–4 helai daun.
3. Menyiapkan Polybag
Gunakan polybag yang cukup besar agar perakaran tanaman dapat berkembang dengan baik.
Salah satu panduan Kementerian Pertanian menyebut penggunaan polybag dengan diameter lebih dari 50 sentimeter untuk budidaya terung. Sementara panduan pemanfaatan pekarangan menyebut terong sebagai salah satu sayuran yang dapat ditanam dalam polybag.
Untuk budidaya rumahan, ukuran wadah dapat disesuaikan dengan varietas, ruang yang tersedia, dan perkembangan tanaman. Yang paling penting adalah polybag memiliki lubang drainase yang cukup.
4. Menyiapkan Media Tanam
Media tanam harus gembur, subur dan memiliki drainase yang baik.
Untuk budidaya dalam polybag, media dapat dibuat dari campuran tanah dan pupuk kandang atau kompos matang. Salah satu rekomendasi Kementerian Pertanian untuk penanaman terung dalam polybag menggunakan campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1.
Media kemudian dimasukkan ke dalam polybag. Jangan mengisi sampai terlalu penuh karena masih diperlukan ruang untuk penyiraman dan penambahan media apabila terjadi penyusutan.
5. Memindahkan Bibit ke Polybag
Sebelum dipindahkan, bibit sebaiknya disiram terlebih dahulu agar media di sekitar akar tidak terlalu kering.
Buat lubang tanam di bagian tengah media. Masukkan bibit secara hati-hati agar akar tidak rusak.
Setiap polybag sebaiknya digunakan untuk satu tanaman terong sehingga tanaman memiliki ruang yang cukup untuk mengembangkan akar dan tajuk. Rekomendasi satu tanaman per polybag juga tercantum dalam panduan budidaya terung Kementerian Pertanian.
Setelah penanaman selesai, siram media secukupnya.
6. Menempatkan Polybag
Terong membutuhkan cahaya matahari untuk pertumbuhan dan pembentukan buah.
Letakkan polybag di tempat yang memperoleh sinar matahari cukup. Hindari lokasi yang selalu tergenang air atau memiliki drainase buruk.
Pengaturan posisi polybag juga penting. Berikan jarak antartanaman agar daun tidak terlalu berhimpitan dan sirkulasi udara tetap baik.
7. Penyiraman
Penyiraman dilakukan secara rutin dengan menyesuaikan kondisi media dan cuaca.
Jika permukaan media mulai kering, tanaman dapat disiram. Namun, penyiraman jangan dilakukan secara berlebihan karena media yang terus-menerus terlalu basah dapat mengganggu kondisi akar.
Pada musim hujan, frekuensi penyiraman dapat dikurangi. Sebaliknya, ketika cuaca panas dan media cepat kering, kebutuhan air perlu lebih diperhatikan.
8. Pemupukan
Tanaman terong membutuhkan unsur hara untuk mendukung pertumbuhan batang, daun, bunga dan buah.
Pupuk organik matang dapat digunakan untuk membantu menjaga kesuburan media. Pupuk tambahan dapat diberikan sesuai kebutuhan tanaman dan dosis yang tertera pada label produk.
Pemupukan sebaiknya tidak dilakukan secara berlebihan. Kondisi tanaman, umur tanaman, media tanam dan varietas perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan program pemupukan.
9. Membersihkan Gulma
Gulma yang tumbuh di dalam polybag harus dibersihkan secara rutin.
Gulma dapat mengambil air dan unsur hara yang seharusnya digunakan tanaman terong. Membersihkan gulma juga membuat kondisi media lebih mudah diperiksa.
Salah satu keuntungan budidaya menggunakan polybag adalah pengendalian gulma relatif lebih mudah dibandingkan budidaya pada lahan terbuka.
10. Memasang Ajir
Tanaman terong dapat tumbuh cukup tinggi sehingga membutuhkan penyangga, terutama ketika mulai menghasilkan banyak buah.
Ajir dapat dipasang di dekat tanaman sejak awal pertumbuhan agar pemasangannya tidak merusak akar yang sudah berkembang.
Batang tanaman kemudian dapat diikat secara longgar pada ajir menggunakan tali yang tidak melukai batang.
11. Pemangkasan
Pemangkasan dapat dilakukan untuk membantu mengatur pertumbuhan tanaman.
Dalam panduan budidaya terung Kementerian Pertanian, tunas bagian bawah dapat dipangkas sampai sekitar 25 sentimeter dari permukaan tanah sebelum cabang produktif dipelihara. Tunas wiwilan yang tumbuh di ketiak daun juga dapat dipangkas karena dinilai tidak produktif.
Pemangkasan sebaiknya dilakukan menggunakan alat yang bersih untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit.
12. Mengawasi Hama dan Penyakit
Tanaman harus diperiksa secara rutin, terutama bagian daun, batang, bunga dan buah.
Jika ditemukan serangga atau bagian tanaman yang terserang penyakit, segera lakukan penanganan.
Pengendalian dapat dimulai dengan cara mekanis, seperti mengambil hama secara langsung dan membuang bagian tanaman yang terserang. Kementerian Pertanian juga mencantumkan penggunaan pestisida nabati sebagai salah satu pilihan pengendalian sebelum penggunaan bahan kimia apabila cara lain tidak efektif.
Penggunaan pestisida harus mengikuti label, dosis dan aturan keselamatan yang tercantum pada produk.
13. Merawat Tanaman Saat Berbunga
Ketika tanaman mulai berbunga, perawatan perlu dilakukan lebih intensif.
Pastikan tanaman memperoleh air dan nutrisi yang cukup. Kondisi tanaman juga perlu diperiksa agar hama tidak merusak bunga atau bakal buah.
Kebutuhan nutrisi pada fase pembentukan bunga dan buah juga perlu diperhatikan melalui program pemupukan yang sesuai dengan kondisi tanaman.
14. Merawat Buah yang Mulai Membesar
Setelah bunga berkembang menjadi buah, periksa tanaman secara rutin.
Buah yang rusak atau terserang hama sebaiknya segera ditangani agar tidak menjadi sumber masalah bagi buah lainnya.
Tanaman yang menghasilkan banyak buah juga perlu mendapatkan penyangga yang cukup agar batang tidak mudah roboh.
15. Kapan Terong Ungu Bisa Dipanen?
Waktu panen tergantung varietas dan kondisi budidaya.
Sebagai contoh, varietas Terong Ungu TRU 6 yang tercatat dalam keputusan Menteri Pertanian mulai berbunga pada umur sekitar 41–45 hari setelah tanam dan mulai panen sekitar 58–62 hari setelah tanam.
Panduan lain dari Kementerian Pertanian menyebut terong dapat dipanen sekitar empat bulan setelah tanam dan dilakukan satu sampai dua kali dalam seminggu. Buah yang layak dikonsumsi memiliki tekstur padat dan permukaan kulit mengilap.
Perbedaan waktu tersebut menunjukkan bahwa umur panen tidak bisa disamaratakan untuk semua varietas.
16. Cara Memanen
Panen dilakukan ketika buah sudah mencapai ukuran yang sesuai dengan karakter varietas dan masih memiliki kulit yang mengilap.
Buah sebaiknya dipetik menggunakan pisau atau gunting yang bersih. Hindari menarik buah secara paksa karena dapat merusak tangkai atau cabang tanaman.
Panen secara berkala juga memungkinkan tanaman terus menghasilkan buah selama kondisi pertumbuhannya masih baik.
17. Kelebihan Budidaya Terong di Polybag
Budidaya terong menggunakan polybag memiliki beberapa keuntungan.
Pertama, metode ini dapat dilakukan pada lahan terbatas. Kedua, tanaman lebih mudah diawasi karena setiap tanaman berada dalam wadah tersendiri. Ketiga, pengendalian gulma relatif lebih mudah.
Polybag juga dapat menjadi pilihan bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan halaman rumah untuk menghasilkan sayuran sendiri. Kementerian Pertanian memasukkan terong sebagai salah satu tanaman yang dapat dikembangkan dalam sistem budidaya pekarangan.
Kesimpulan
Budidaya terong ungu di polybag dapat dilakukan mulai dari penyemaian benih, pemindahan bibit, penyiapan media tanam, penyiraman, pemupukan, pemasangan ajir, pemangkasan, pengendalian hama hingga panen.
Kunci utamanya adalah menggunakan bibit yang baik, media yang subur dan tidak mudah tergenang, memperoleh cahaya matahari yang cukup, serta melakukan perawatan secara rutin.
Dengan metode tersebut, halaman rumah atau lahan sempit dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan terong ungu secara mandiri.
ingin tau jenis media tanam dan pupuk yang cocok ; klik disini


























