Komisi II DPR RI Soroti Keterbatasan SDM dalam Percepatan Sertifikasi dan Digitalisasi Pertanahan

- Jurnalis

Minggu, 18 Januari 2026 - 12:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera saat kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Wilayah ATR-BPN Jakarta Barat dan Jakarta Timur, Kamis (15/01/2026). Foto : Ndy/Andri

Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera saat kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Wilayah ATR-BPN Jakarta Barat dan Jakarta Timur, Kamis (15/01/2026). Foto : Ndy/Andri

Komisi II DPR RI menilai keterbatasan sumber daya manusia (SDM) masih menjadi tantangan utama dalam upaya percepatan sertifikasi tanah dan digitalisasi layanan pertanahan. Hal tersebut terungkap dari paparan Kantor Wilayah Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Jakarta Barat dan Jakarta Timur yang menunjukkan tingginya beban layanan belum sepenuhnya diimbangi dengan jumlah serta kapasitas petugas.

Persoalan tersebut mengemuka dalam kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI ke Kantor Wilayah ATR/BPN Jakarta Barat, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dalam konteks percepatan reformasi pertanahan, Komisi II DPR RI menilai BPN tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi dengan pemerintah daerah, kementerian teknis, serta lembaga keagamaan dinilai menjadi kunci, terutama dalam percepatan sertifikasi tanah wakaf dan fasilitas publik yang secara administratif relatif lebih sederhana serta memiliki risiko sengketa yang lebih rendah.

Baca Juga :  Pemdakab Bekasi Sambut Baik Panen Raya Bawang Merah

Anggota Komisi II DPR RI Fauzan Khalid menegaskan bahwa koordinasi lintas sektor merupakan prasyarat mutlak bagi keberhasilan program sertifikasi tanah nasional. Menurutnya, keterbatasan SDM di internal BPN tidak akan teratasi tanpa dukungan aktif dari pemerintah daerah dan instansi terkait.

“Seberapa pun tenaga yang ada di BPN, tanpa keterlibatan pemerintah daerah, program-program itu tidak akan mungkin bisa diselesaikan,” tegas Fauzan.

Baca Juga :  Prabowo Subianto Ajak Pejabat Rayakan Idulfitri Secara Sederhana Jelang Mudik Lebaran

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menekankan pentingnya inovasi layanan yang didukung oleh kebijakan lintas kementerian. Ia mendorong penguatan sistem digital untuk meminimalkan interaksi langsung yang berpotensi memperlambat proses pelayanan.

“Menyedikitkan face to face-nya, semuanya pakai interface,” ujarnya.

Komisi II DPR RI menegaskan komitmennya untuk mendorong penguatan sinergi lintas sektor serta penyelarasan kebijakan antarinstansi, agar percepatan sertifikasi dan digitalisasi pertanahan tidak terhambat oleh keterbatasan struktural dan kapasitas sumber daya manusia.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru