PJJ Pendidikan Menengah Diluncurkan, Kemendikdasmen Targetkan 3.500 Anak Tidak Sekolah Kembali Belajar

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kabupaten Tangerang – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan implementasi penuh Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) jenjang pendidikan menengah sebagai upaya memperluas akses pendidikan bermutu di seluruh Indonesia. Program ini ditargetkan menjangkau 3.500 anak tidak sekolah (ATS) di 34 provinsi.

Peluncuran dilakukan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, di Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (23/4/2026). Program ini merupakan pengembangan dari uji coba PJJ tahun 2025 yang sebelumnya menyasar anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.

Dalam sambutannya, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa PJJ menjadi solusi strategis untuk mengatasi kesenjangan akses pendidikan akibat faktor geografis, ekonomi, maupun sosial.

“Pendidikan tidak lagi terbatas pada ruang kelas formal. Dengan PJJ, kami ingin menjangkau mereka yang selama ini belum terjangkau, sehingga akses pendidikan dapat lebih merata,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi digital dalam mendukung efektivitas program ini. Salah satu inovasi yang dikembangkan adalah super aplikasi Rumah Pendidikan, yang memungkinkan pembelajaran dilakukan secara fleksibel dan menjangkau lebih banyak peserta didik.

Baca Juga :  Tingkatkan Potensi Ekonomi, Kelurahan Cihaurgeulis Optimalkan Kampung Wisata Sablon

Selain itu, Kemendikdasmen tengah menyiapkan studio pembelajaran agar para guru terbaik dapat mengajar secara real-time kepada siswa di berbagai wilayah. Meski berbasis teknologi, Menteri Mu’ti menegaskan bahwa aspek pembentukan karakter tetap menjadi perhatian utama.

“Pembelajaran tidak hanya soal pengetahuan, tetapi juga keterampilan dan karakter. Peran guru tetap sangat penting dalam menjaga keseimbangan tersebut,” katanya.

Sebagai tahap awal, sebanyak 20 sekolah ditunjuk sebagai pionir pelaksanaan program PJJ. Sekolah-sekolah ini diharapkan menjadi model praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan jarak jauh di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa program ini difokuskan untuk menjangkau kelompok yang membutuhkan layanan pendidikan khusus, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), daerah rawan bencana, serta wilayah dengan angka ATS tinggi.

Baca Juga :  Bangun Ekosistem Kesehatan Berdaulat, Bio Farma dan RS Hermina Dorong Transformasi Layanan Medis Dalam Negeri

Berdasarkan data Pusdatin Kemendikdasmen, jumlah ATS jenjang pendidikan menengah saat ini mencapai sekitar 1,13 juta dari total 4 juta ATS secara nasional.

“PJJ menjadi salah satu solusi untuk menjangkau anak usia 16 hingga 18 tahun yang belum bersekolah, dengan syarat utama berstatus ATS,” jelas Tatang.

Pada tahun 2026, program ini akan melibatkan 21 sekolah induk, termasuk Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) di Malaysia sebagai pusat komando untuk wilayah tersebut. Sekolah induk bertanggung jawab atas penyediaan guru, materi pembelajaran, hingga penerbitan ijazah.

Selain itu, sebanyak 62 sekolah mitra juga dilibatkan sebagai pusat layanan belajar lokal, termasuk menyediakan ruang belajar luring dan pendamping bagi siswa.

Dengan perluasan ini, Kemendikdasmen berharap PJJ dapat menjadi solusi konkret dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif, merata, dan berkualitas bagi seluruh anak Indonesia.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Silver Award UB Halal Metric Awards 2026 untuk Penguatan Ekosistem Halal
Momentum Hardiknas 2026, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Beasiswa Gold Generation untuk Siswa SMK
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten Jadi Gerakan Bersama Lindungi Murid dari Kekerasan
Sempat Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat PIP 2026
Guru Non-ASN Tetap Bisa Mengajar, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Jadi Payung Hukum Daerah
PIP 2026 Dorong Semangat Belajar Murid SLB Cicendo Bandung, Pengawasan Diperkuat Agar Tepat Sasaran
Pegadaian Raih Top CX Brand Award 2026, Bukti Layanan Contact Center Unggul dan Humanis
Kemendikdasmen Percepat Pembentukan Pokja BSAN di Jawa Timur untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:05 WIB

Bio Farma Raih Silver Award UB Halal Metric Awards 2026 untuk Penguatan Ekosistem Halal

Senin, 11 Mei 2026 - 16:17 WIB

Momentum Hardiknas 2026, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Beasiswa Gold Generation untuk Siswa SMK

Senin, 11 Mei 2026 - 10:50 WIB

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten Jadi Gerakan Bersama Lindungi Murid dari Kekerasan

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:16 WIB

Sempat Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat PIP 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:54 WIB

Guru Non-ASN Tetap Bisa Mengajar, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Jadi Payung Hukum Daerah

Berita Terbaru