Bekasi – PT Indofarma (Persero) Tbk kembali menunjukkan eksistensinya di pasar internasional dengan melakukan pengiriman produk farmasi unggulan ke Afganistan dari fasilitas produksinya di Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.
Pengiriman ekspor yang dilakukan pada Jumat (20/6/2026) tersebut terdiri dari lima kontainer produk farmasi dan menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat kinerja usaha melalui optimalisasi pasar global.
Prosesi pelepasan ekspor dipimpin langsung oleh Direktur Utama Indofarma, Sahat Sihombing, serta disaksikan Komisaris Indofarma Didi Agus Mintadi, Direktur Operasional Andi Prazos, dan Kepala Departemen Komersial Nasional Institusi PT Bio Farma (Persero), Arif Rahmawan Afandi.
Direktur Utama Indofarma Sahat Sihombing mengatakan, ekspor ini merupakan bukti bahwa produk farmasi nasional mampu bersaing dan mendapatkan kepercayaan di pasar internasional.
“Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di pasar ekspor, Indofarma akan terus memperluas jangkauan pasar internasional, memperkuat kualitas produk, serta menghadirkan nilai tambah yang berkelanjutan bagi masyarakat, pemegang saham, dan bangsa Indonesia,” ujarnya.
Menurut Sahat, perusahaan akan terus mengembangkan pasar ekspor sebagai salah satu pilar penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Sebagai bagian dari Bio Farma Group, Indofarma juga memperoleh dukungan melalui penguatan sinergi dan kolaborasi guna meningkatkan daya saing industri kesehatan nasional di tingkat global.
Kepala Departemen Komersial Nasional Institusi PT Bio Farma (Persero), Arif Rahmawan Afandi, menilai realisasi ekspor tersebut menjadi bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap industri farmasi Indonesia.
“Ekspor ini merupakan wujud nyata kepercayaan internasional kepada Indonesia, khususnya industri farmasi nasional, sekaligus bentuk kontribusi dalam mendukung kesehatan dunia,” katanya.
Sementara itu, Komisaris Indofarma Didi Agus Mintadi menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan aktivitas ekspor di tengah proses transformasi dan restrukturisasi perusahaan menjadi indikator positif atas daya saing dan keberlangsungan bisnis perseroan.
Menurutnya, ekspor memiliki nilai strategis yang tidak hanya berdampak pada aspek komersial, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan devisa negara dan penguatan posisi produk farmasi Indonesia di pasar internasional.
“Keberlanjutan pasar ekspor menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung proses restrukturisasi dan penguatan fundamental Indofarma,” ujarnya.
Ke depan, Indofarma akan terus melanjutkan transformasi bisnis melalui penguatan pasar ekspor, optimalisasi kapabilitas operasional, serta peningkatan sinergi bersama Bio Farma Group untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan.
Sebagai informasi, Indofarma merupakan perusahaan BUMN farmasi yang memiliki portofolio produk meliputi obat generik, obat bermerek, produk over the counter (OTC), obat bahan alam, serta alat kesehatan. Dengan pengalaman lebih dari 30 tahun di pasar ekspor dan dukungan fasilitas produksi berstandar internasional, perusahaan terus berupaya memperkuat kemandirian industri kesehatan nasional sekaligus menghadirkan produk berkualitas bagi masyarakat Indonesia dan dunia.


























