Kemendikdasmen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental di Era Digitalisasi Pendidikan

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – Transformasi digital dalam dunia pendidikan tidak boleh menghilangkan kreativitas murid maupun peran guru sebagai fasilitator pembelajaran. Karena itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong pemanfaatan teknologi secara bijak dan seimbang guna menjaga kualitas pembelajaran sekaligus kesehatan mental peserta didik.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, saat memberikan arahan dalam kegiatan pelatihan Digitalisasi Pembelajaran di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika (BBPPMPV BOE) Malang, Jawa Timur, Minggu (21/6/2026).

Menurut Fajar, tujuan digitalisasi pendidikan bukan untuk menggantikan metode belajar yang telah terbukti efektif, melainkan memperkaya pengalaman belajar siswa melalui pemanfaatan teknologi yang tepat guna.

“Jangan sampai murid kehilangan daya kreativitasnya, guru kehilangan inovasinya. Kalau seperti itu, maka IFP telah menggantikan peran-peran pedagogis guru, dan itu adalah satu musibah,” tegas Fajar.

Ia menjelaskan, pemerintah telah menghadirkan berbagai perangkat teknologi pembelajaran, termasuk Interactive Flat Panel (IFP), di sejumlah sekolah. Namun, teknologi tersebut harus menjadi alat bantu yang mendukung proses belajar, bukan menggantikan interaksi antara guru dan peserta didik.

Baca Juga :  Itjen Kemhan Raih Juara Dua Kategori “Booth Favorit” di Expo Pengawasan Intern TA.2024

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, dunia pendidikan menghadapi tantangan baru. Selain memberikan akses informasi yang lebih luas, penggunaan perangkat digital secara berlebihan juga berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti menurunnya fokus belajar, meningkatnya kecemasan, hingga fenomena brain rot akibat paparan gawai yang tidak terkendali.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan yang lebih seimbang melalui transformasi pedagogis berbasis Deep Learning. Pendekatan ini menempatkan pengalaman belajar murid sebagai pusat proses pembelajaran, sekaligus tetap mempertahankan kebiasaan menulis manual sebagai bagian penting dalam pengembangan kemampuan berpikir dan motorik halus.

Penyediaan buku tulis bagi peserta didik juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk menjaga keseimbangan antara pembelajaran digital dan metode konvensional yang masih relevan.

Komitmen tersebut mendapat respons positif dari para guru yang mengikuti pelatihan digitalisasi pembelajaran. Salah satunya Ari, guru PPKn, Desain Komunikasi Visual, dan Informatika dari SMK Industri Mojokerto.

Baca Juga :  Tiga Tips dari Mendikdasmen untuk Murid di SIKL

Ari mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait pemanfaatan fitur-fitur teknologi yang selama ini belum dimaksimalkan di sekolahnya.

“Fitur-fitur yang sebelumnya tersembunyi seperti penggunaan kamera ternyata bisa 4K, itu harus disetting manual,” ujarnya.

Menurut Ari, pelatihan tersebut tidak hanya meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi, tetapi juga mendorong semangat berbagi pengetahuan kepada rekan-rekan guru lainnya melalui program pengimbasan di sekolah.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan guru dalam menggunakannya secara tepat, kreatif, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam proses pembelajaran.

Dengan pendekatan yang seimbang antara teknologi dan tradisi belajar, pemerintah berharap ruang kelas tetap menjadi tempat yang aman, sehat, dan inspiratif bagi tumbuh kembang generasi masa depan Indonesia.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indofarma Kembali Ekspor Produk Farmasi ke Afganistan, Perkuat Daya Saing Global
Saep “Bos Copet” Preman Pensiun Meninggal Dunia, Ini Sosok dan Perjalanan Hidup Icuk Baros
Prabowo Pastikan Stok Beras Aman 10 Bulan, Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino Godzilla
720 ASN Pemprov Jabar Dilantik di Desa Sukawangi, Dedi Mulyadi Tekankan Pelayanan untuk Rakyat
Setetes Darah untuk Kehidupan, Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Gelar Donor Darah
Marketplace Wajib Tolak Seller Tanpa NIB, Kemendag Perketat Pengawasan E-Commerce
Komisi X DPR Setujui Tambahan Anggaran Kemendikdasmen Rp40,75 Triliun untuk Tahun 2027
Kementan Bangun Ekosistem Bawang Putih Nasional, Target Swasembada Tiga Tahun

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:04 WIB

Kemendikdasmen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental di Era Digitalisasi Pendidikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 16:12 WIB

Indofarma Kembali Ekspor Produk Farmasi ke Afganistan, Perkuat Daya Saing Global

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:39 WIB

Saep “Bos Copet” Preman Pensiun Meninggal Dunia, Ini Sosok dan Perjalanan Hidup Icuk Baros

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:13 WIB

Prabowo Pastikan Stok Beras Aman 10 Bulan, Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino Godzilla

Jumat, 19 Juni 2026 - 10:00 WIB

720 ASN Pemprov Jabar Dilantik di Desa Sukawangi, Dedi Mulyadi Tekankan Pelayanan untuk Rakyat

Berita Terbaru