Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 8 Juni 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Denpasar – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola guru melalui berbagai kebijakan yang berfokus pada peningkatan kompetensi, kesejahteraan, serta penyederhanaan beban administrasi.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, mengatakan bahwa profesionalisme guru dan kesejahteraan merupakan dua aspek yang harus berjalan beriringan. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari upaya meningkatkan kesejahteraan para pendidik.

“Tidak mungkin kita mendorong guru menjadi profesional tanpa mempertimbangkan aspek kesejahteraan. Namun, sebaliknya, kalau guru terlalu menuntut kesejahteraan tetapi mengabaikan aspek profesionalitas juga tidak seimbang,” ujar Fajar dalam acara “Wamen Menyapa Guru” di Denpasar, Bali.

Pemerintah mencatat masih terdapat sekitar 800 ribu guru aktif yang belum mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Untuk mempercepat penyelesaiannya, pada tahun 2026 Kemendikdasmen menargetkan pelaksanaan PPG bagi 230 ribu guru aktif yang belum memiliki sertifikat pendidik.

Selain itu, pemerintah juga membuka jalur percepatan pemenuhan kualifikasi akademik bagi guru yang belum memiliki gelar sarjana atau diploma empat melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Program ini memungkinkan pengalaman kerja dan kompetensi guru diakui sebagai bagian dari proses pendidikan sehingga masa studi dapat dipersingkat menjadi dua tahun. Tahun ini, program tersebut ditargetkan menjangkau 150 ribu guru.

Baca Juga :  Diseminasi dan Rilis Hasil Verifikasi Validasi Data Keluarga Beresiko Stunting

Dari sisi kesejahteraan, pemerintah meningkatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta per bulan. Tunjangan tersebut diberikan kepada guru yang telah memenuhi syarat sesuai ketentuan perundang-undangan, termasuk memiliki kualifikasi akademik minimal S1/D4 dan telah menyelesaikan PPG.

Kemendikdasmen juga melakukan reformasi terhadap beban kerja guru melalui Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025. Dalam aturan tersebut, beban kerja guru ditetapkan selama 37 jam 30 menit per minggu di luar waktu istirahat, mencakup seluruh tugas profesional mulai dari perencanaan pembelajaran, pelaksanaan, penilaian hasil belajar, hingga pembimbingan peserta didik.

Upaya penyederhanaan administrasi turut dilakukan dengan mengubah mekanisme pelaporan kinerja guru ASN. Jika sebelumnya laporan dilakukan dua kali dalam setahun melalui sistem yang dinilai kompleks, kini pelaporan cukup dilakukan satu kali dalam setahun dan disampaikan langsung kepada kepala sekolah.

Baca Juga :  Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, 700 Ribu Smart Panel Dibagikan ke Sekolah hingga Akhir 2026

Dalam aspek tata kelola yang lebih berkeadilan, pemerintah juga menerbitkan Permendikdasmen Nomor 1 Tahun 2025 yang memungkinkan redistribusi guru PPPK kembali mengajar di sekolah asal, khususnya sekolah swasta yang kehilangan banyak tenaga pendidik akibat pengangkatan PPPK ke sekolah negeri.

Untuk memenuhi kebutuhan guru nasional dalam jangka panjang, Kemendikdasmen telah mengusulkan pengangkatan 498 ribu calon guru ASN kepada Kementerian PAN-RB. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi sekitar 60 ribu hingga 70 ribu guru yang memasuki masa pensiun setiap tahun.

Kemendikdasmen menegaskan bahwa seluruh kebijakan tersebut bertujuan menghadirkan sistem pendidikan yang lebih adil dan berkelanjutan, sekaligus memastikan guru ASN maupun non-ASN memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memperoleh kesejahteraan yang layak.

Melalui berbagai reformasi tersebut, pemerintah berharap profesi guru semakin dihormati dan didukung oleh kompetensi yang kuat serta kesejahteraan yang memadai, sehingga mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berkualitas.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026
ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027
Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan
Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV
Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI
GENTING Sasar 27.051 Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu
Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019
Bio Farma Kembangkan Vaksin HPV, Rotavirus, hingga Malaria

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:01 WIB

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027

Sabtu, 19 September 2026 - 11:48 WIB

Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 07:02 WIB

Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV

Jumat, 18 September 2026 - 18:31 WIB

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI

Berita Terbaru

Ilmu Pengetahuan

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Ini Penjelasannya

Senin, 21 Sep 2026 - 07:47 WIB