Bio Farma Perkuat Eliminasi Kanker Serviks Lewat Edukasi Tenaga Kesehatan dan Vaksin HPV Nusagard

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – PT Bio Farma (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung Rencana Aksi Nasional (RAN) Eliminasi Kanker Serviks melalui penyelenggaraan webinar nasional bertajuk “Closing the Gap on HPV: Clinical Strategies and Stigma-Free Counseling for HPV Elimination in Indonesia” yang diikuti sekitar 500 dokter umum dan tenaga kesehatan dari berbagai daerah di Indonesia.

Kegiatan yang digelar secara daring pada Sabtu (18/7/2026) tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai pencegahan infeksi Human Papillomavirus (HPV), memperluas cakupan vaksinasi, serta menghilangkan stigma terhadap vaksin HPV sebagai langkah strategis menuju eliminasi kanker serviks di Indonesia.

Sebagai bagian dari ekosistem Danantara, Bio Farma terus memperkuat perannya dalam mendukung agenda kesehatan nasional melalui pengembangan produk kesehatan dalam negeri, peningkatan literasi masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, tenaga kesehatan, dan berbagai pemangku kepentingan.

Webinar menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI dr. Indri Yogyaswari, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Tofan Widya Utami, Spesialis Dermatologi dan Venereologi dr. Wresti Indriatmi, serta Spesialis Anak dr. Hartono Gunardi.

Direktur Imunisasi Kementerian Kesehatan RI, dr. Indri Yogyaswari, menjelaskan bahwa infeksi HPV tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga dapat menginfeksi laki-laki sehingga upaya pencegahannya harus dilakukan secara menyeluruh.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah menargetkan 90 persen cakupan imunisasi HPV, 75 persen skrining, dan 90 persen tata laksana kanker serviks pada 2030 melalui Rencana Aksi Nasional Eliminasi Kanker Leher Rahim.

Baca Juga :  Penguatan Kompetensi Guru untuk Pendekatan Deep Learning

Menurutnya, cakupan imunisasi HPV pada 2025 telah mencapai 90,9 persen, didukung kebijakan pemberian satu dosis vaksin kepada anak perempuan usia 11 tahun. Mulai 2026, vaksinasi juga akan diperluas secara bertahap kepada anak laki-laki di DKI Jakarta, DI Yogyakarta, dan Bali, sebelum dilanjutkan ke Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Banten pada 2027 serta Jawa Timur pada 2028.

Dr. Indri juga mengingatkan bahwa rendahnya literasi masyarakat dan masih beredarnya berbagai mitos mengenai vaksin HPV menjadi tantangan dalam upaya eliminasi kanker serviks.

“Masih banyak anggapan keliru, seperti vaksin HPV menyebabkan kemandulan. Padahal informasi tersebut tidak benar. Tenaga kesehatan memiliki peran penting sebagai ujung tombak edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr. Tofan Widya Utami menyampaikan bahwa Indonesia masih menjadi negara dengan beban kanker serviks tertinggi di Asia Tenggara.

Ia menyebutkan, diperkirakan satu perempuan meninggal akibat kanker serviks setiap 25 menit. Karena itu, vaksinasi HPV dinilai menjadi langkah preventif yang sangat penting, baik bagi perempuan maupun laki-laki.

Menurutnya, kehadiran vaksin HPV kuadrivalen produksi dalam negeri menjadi modal besar bagi Indonesia dalam memperluas perlindungan masyarakat terhadap infeksi HPV.

Baca Juga :  Konser Sheila On 7 di Medan Meriah dan Mengesankan, bank bjb Luncurkan Kartu ATM Edisi Sheila on 7 Tunggu Aku Di

Pada kesempatan terpisah, Direktur Komersial Bio Farma Fitri Puspadewi mengatakan Bio Farma telah menghadirkan vaksin HPV Nusagard dan CerviScan, alat deteksi dini infeksi HPV, sebagai bentuk dukungan terhadap pencegahan dan pengendalian kanker serviks.

“Nusagard merupakan vaksin HPV produksi dalam negeri yang telah memperoleh sertifikat halal dan memberikan perlindungan terhadap HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Selain itu, CerviScan hadir untuk mendukung deteksi dini infeksi HPV sehingga upaya pencegahan dapat dilakukan lebih optimal,” jelas Fitri.

Menurutnya, kehadiran kedua produk tersebut menunjukkan kesiapan Bio Farma dalam mendukung kemandirian industri kesehatan nasional sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan pencegahan dan deteksi dini penyakit akibat HPV.

Berdasarkan data GLOBOCAN 2022, kanker serviks merupakan kanker keempat yang paling banyak dialami perempuan di dunia, dengan sekitar 660.000 kasus baru dan 350.000 kematian setiap tahunnya.

Melalui edukasi berkelanjutan, penguatan kolaborasi lintas sektor, serta penyediaan vaksin dan alat deteksi dini produksi dalam negeri, Bio Farma berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan target eliminasi kanker serviks di Indonesia sekaligus mendukung terciptanya generasi Indonesia yang lebih sehat dan terlindungi dari penyakit akibat infeksi HPV.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru