ASEAN Sepakati Rencana Kerja Pendidikan 2026–2030, AI dan STEM Jadi Prioritas

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Singapura – Negara-negara anggota ASEAN memperkuat komitmen kerja sama di bidang pendidikan melalui peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 pada pertemuan ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) ke-14 di Singapura. Rencana kerja lima tahunan tersebut menempatkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), penguatan pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta pengembangan karakter peserta didik sebagai prioritas utama.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menghadiri langsung forum yang mengusung tema “Strengthening ASEAN through Education” tersebut bersama para menteri pendidikan negara-negara ASEAN.

Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat ASEAN yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.

“Seiring kawasan kita menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan bahwa pendidikan membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bersama kita,” ujar Abdul Mu’ti.

Peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut. Dokumen ini akan menjadi pedoman bersama bagi negara-negara ASEAN dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, komprehensif, dan transformatif selama lima tahun ke depan.

Baca Juga :  iPhone Penumpang Hilang di Pesawat Garuda, Jejak GPS Berakhir di Sungai – Seluruh Awak Kabin Dibebastugaskan

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam memajukan masing-masing negara, tetapi juga memperkuat hubungan antarnegara di kawasan ASEAN.

“Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana setiap negara bergerak maju, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan bersama dan membangun masa depan ASEAN,” kata Desmond Lee.

Ia menjelaskan terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi perhatian bersama, yakni pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, penguatan pendidikan STEM, serta pembentukan karakter peserta didik agar mampu menghadapi dinamika dunia yang terus berubah.

Baca Juga :  Agenda World Water Forum ke-10 Hari Kelima, Hadirkan Proses Politik untuk Otoritas Wilayah Sungai

Selain mengikuti forum tingkat menteri, delegasi Indonesia juga mengunjungi North Vista Primary School di Singapura untuk melihat secara langsung implementasi pembelajaran berbasis AI dan STEM.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau fasilitas makerspace, yaitu ruang belajar yang dirancang untuk mendorong peserta didik bereksperimen, berinovasi, dan menerapkan teori ke dalam praktik nyata melalui berbagai proyek berbasis teknologi.

Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi ASEAN Work Plan on Education 2026–2030, Singapura juga memperkenalkan sejumlah program kolaborasi pendidikan yang akan melibatkan negara-negara ASEAN, antara lain:

  • ASEAN Plus 3 STEM Camp
  • ASEAN Student Adventure Camp
  • ASEAN Values Education Network for Unity and Engagement (AVENUE)

Melalui berbagai program tersebut, negara-negara ASEAN berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan di kawasan sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, karakter yang kuat, serta mampu bersaing di tingkat global.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DP3AKB Jawa Barat Dampingi Saksi Korban TPPO Asal Jabar dalam Persidangan di Maumere
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran hingga 27 Juli
Hari Anak Nasional 2026, Hj. Siti Muntamah Ajak Wujudkan Jawa Barat Ramah Anak Lewat Ketahanan Keluarga
Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan 100 Paket Sembako dan Edukasi Literasi Digital bagi Lansia di Indramayu
Bio Farma Perkuat Eliminasi Kanker Serviks Lewat Edukasi Tenaga Kesehatan dan Vaksin HPV Nusagard
Presiden Prabowo Lantik 1.177 Perwira Remaja TNI-Polri, Empat Lulusan Terbaik Raih Adhi Makayasa
Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, 700 Ribu Smart Panel Dibagikan ke Sekolah hingga Akhir 2026
BGN Temukan Satu Sekolah Dilayani Dua Dapur SPPG, Data 62,7 Juta Penerima MBG Dievaluasi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:03 WIB

ASEAN Sepakati Rencana Kerja Pendidikan 2026–2030, AI dan STEM Jadi Prioritas

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WIB

DP3AKB Jawa Barat Dampingi Saksi Korban TPPO Asal Jabar dalam Persidangan di Maumere

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:07 WIB

SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Resmi Dibuka, Pendaftaran hingga 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:02 WIB

Hari Anak Nasional 2026, Hj. Siti Muntamah Ajak Wujudkan Jawa Barat Ramah Anak Lewat Ketahanan Keluarga

Kamis, 23 Juli 2026 - 11:37 WIB

Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan 100 Paket Sembako dan Edukasi Literasi Digital bagi Lansia di Indramayu

Berita Terbaru