Singapura – Negara-negara anggota ASEAN memperkuat komitmen kerja sama di bidang pendidikan melalui peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 pada pertemuan ASEAN Education Ministers Meeting (ASED) ke-14 di Singapura. Rencana kerja lima tahunan tersebut menempatkan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), penguatan pendidikan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), serta pengembangan karakter peserta didik sebagai prioritas utama.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menghadiri langsung forum yang mengusung tema “Strengthening ASEAN through Education” tersebut bersama para menteri pendidikan negara-negara ASEAN.
Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat ASEAN yang tangguh, inklusif, dan siap menghadapi berbagai tantangan masa depan.
“Seiring kawasan kita menghadapi kemajuan teknologi yang pesat dan dunia yang semakin saling terhubung, kita harus memastikan bahwa pendidikan membekali setiap peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemampuan beradaptasi yang diperlukan untuk berkembang dan memberikan kontribusi yang berarti bagi masa depan bersama kita,” ujar Abdul Mu’ti.
Peluncuran ASEAN Work Plan on Education 2026–2030 menjadi salah satu agenda utama dalam pertemuan tersebut. Dokumen ini akan menjadi pedoman bersama bagi negara-negara ASEAN dalam membangun sistem pendidikan yang lebih inklusif, komprehensif, dan transformatif selama lima tahun ke depan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee menegaskan bahwa pendidikan memiliki peran strategis, tidak hanya dalam memajukan masing-masing negara, tetapi juga memperkuat hubungan antarnegara di kawasan ASEAN.
“Pendidikan bukan hanya tentang bagaimana setiap negara bergerak maju, tetapi juga bagaimana kita memperkuat hubungan bersama dan membangun masa depan ASEAN,” kata Desmond Lee.
Ia menjelaskan terdapat tiga fokus utama yang akan menjadi perhatian bersama, yakni pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam pembelajaran, penguatan pendidikan STEM, serta pembentukan karakter peserta didik agar mampu menghadapi dinamika dunia yang terus berubah.
Selain mengikuti forum tingkat menteri, delegasi Indonesia juga mengunjungi North Vista Primary School di Singapura untuk melihat secara langsung implementasi pembelajaran berbasis AI dan STEM.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau fasilitas makerspace, yaitu ruang belajar yang dirancang untuk mendorong peserta didik bereksperimen, berinovasi, dan menerapkan teori ke dalam praktik nyata melalui berbagai proyek berbasis teknologi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi ASEAN Work Plan on Education 2026–2030, Singapura juga memperkenalkan sejumlah program kolaborasi pendidikan yang akan melibatkan negara-negara ASEAN, antara lain:
- ASEAN Plus 3 STEM Camp
- ASEAN Student Adventure Camp
- ASEAN Values Education Network for Unity and Engagement (AVENUE)
Melalui berbagai program tersebut, negara-negara ASEAN berharap dapat memperkuat kualitas pendidikan di kawasan sekaligus menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, karakter yang kuat, serta mampu bersaing di tingkat global.


























