Di Hadapan Kepala Daerah Papua, Prabowo Tekankan Lumbung Pangan dari Desa hingga Nasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 Desember 2025 - 17:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di Hadapan Kepala Daerah Papua, Prabowo Tekankan Lumbung Pangan dari Desa hingga Nasional (Foto : Setneg)

Di Hadapan Kepala Daerah Papua, Prabowo Tekankan Lumbung Pangan dari Desa hingga Nasional (Foto : Setneg)

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa percepatan pembangunan Papua harus ditopang oleh ketahanan pangan yang kuat dan merata hingga ke tingkat daerah. Hal tersebut disampaikan Presiden saat memberikan pengarahan kepada Kepala Daerah se-Papua serta Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua di Istana Negara, Jakarta, Selasa (16/12/2025).

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah pusat saat ini terus bekerja untuk mengamankan seluruh kekayaan negara agar dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat, termasuk untuk mendukung pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Papua.

“Saya sebagai Presiden dibantu oleh menteri-menteri, kita terus bekerja sekarang untuk mengamankan kekayaan negara, kita mencari aset-aset, kita meneliti peraturan-peraturan, dan kita tidak segan-segan untuk melakukan apa yang diperlukan sehingga semua kekayaan negara bisa kita amankan dan kita gunakan untuk kepentingan rakyat kita,” ujar Presiden.

Baca Juga :  Mendikdasmen Sambut Murid Penerima Beasiswa ADEM: Pendidikan Berkualitas Terbuka untuk Semua Anak Indonesia

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menekankan bahwa pangan merupakan fondasi utama kehidupan bangsa dan menjadi kunci keberlangsungan transformasi nasional. Oleh karena itu, ketahanan pangan harus dibangun tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga sampai ke provinsi dan kabupaten.

“Untuk kita aman pangan, kita harus swasembada pangan, kita harus menjamin produksi pangan kita sendiri. Dan ini tidak hanya pangan secara nasional, kita harus swasembada pangan secara provinsi, bahkan bila perlu secara kabupaten,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo menyinggung pengalaman bencana alam di sejumlah daerah yang berdampak pada terhambatnya distribusi logistik sebagai pelajaran penting. Menurutnya, setiap wilayah harus mampu bertahan secara mandiri saat terjadi gangguan distribusi pangan.

Baca Juga :  KKP Lepas Ekspor Pakan hingga Indukan Udang Berstandar Internasional ke Brunei

Untuk itu, Presiden mendorong penguatan kembali konsep lumbung pangan secara berjenjang, mulai dari tingkat desa hingga nasional.

“Dulu ada lumbung desa, kita harus ada lumbung desa sekarang, harus ada lumbung kecamatan, harus ada lumbung kabupaten, harus ada lumbung provinsi, dan harus ada lumbung-lumbung nasional,” ujarnya.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menyoroti tingginya biaya logistik akibat ketergantungan antarwilayah dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Presiden menilai setiap daerah, termasuk Papua, perlu mengembangkan produksi pangan sesuai dengan potensi lokal yang dimiliki.

Pemerintah pusat, lanjut Presiden, berkomitmen penuh untuk membantu daerah-daerah dengan tantangan geografis agar mampu mencapai swasembada pangan.

“Kita akan membantu saudara-saudara supaya setiap kabupaten bisa swasembada pangan,” pungkas Presiden.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Harganas ke-33, Wagub Jabar: Ketangguhan Keluarga dan Peran Ayah Kunci Hadapi Era Digital
Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang
Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying
RUPST 2025 Indofarma: Rugi Turun 76,7 Persen, Siap Perkuat Transformasi Bisnis 2026
Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay
Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026
Bahasa Indonesia Diutamakan, Bahasa Daerah Dilestarikan, Jawa Barat Perkuat Tata Kelola Kebahasaan
Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 18:59 WIB

Harganas ke-33, Wagub Jabar: Ketangguhan Keluarga dan Peran Ayah Kunci Hadapi Era Digital

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:30 WIB

Terminal Cicaheum Resmi Tutup Layanan Bus AKAP dan AKDP, Semua Rute Pindah ke Leuwipanjang

Jumat, 26 Juni 2026 - 13:16 WIB

Kemendikdasmen: Sekolah Harus Jadi Rumah Kedua yang Aman dan Bebas Bullying

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:44 WIB

Tersangka Penganiayaan dan Penyekapan Sempat Kabur ke Tangerang, Ditangkap di Ciparay

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:28 WIB

Sinkona Indonesia Lestari Catat Kinerja Positif 2025, Siap Ekspansi Global pada 2026

Berita Terbaru