Sempat Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat PIP 2026

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Kisah haru Muhammad Ikhsan Hambawi, siswa SMPN 1 Tanjungsari, Sumedang, yang sempat viral karena berpamitan meninggalkan sekolah, kini berakhir dengan secercah harapan. Bocah 14 tahun itu akhirnya dapat kembali melanjutkan pendidikan setelah menerima bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) tahun 2026.

Sebelumnya, video perpisahan Ikhsan dengan teman-teman sekolahnya ramai beredar di media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok milik temannya, Ikhsan disebut harus berhenti sekolah untuk membantu ayahnya berjualan ayam goreng di Alun-alun Tanjungsari.

Unggahan tersebut menyentuh hati banyak warganet. Kalimat sederhana yang menyertai video itu menggambarkan perjuangan seorang anak yang sebenarnya ingin terus belajar, tetapi terhalang kondisi ekonomi keluarga.

Di usianya yang masih sangat muda, Ikhsan sudah terbiasa membantu orang tua sepulang sekolah. Di tengah keterbatasan ekonomi, ia sempat merasa tidak memiliki pilihan selain meninggalkan bangku pendidikan demi membantu keluarga bertahan hidup.

“Aku sebenarnya ingin tetap sekolah,” ujar Ikhsan lirih saat ditemui dalam kegiatan penyerahan bantuan PIP di Bandung.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Berhasil Kurangi Ritase Sampah ke TPA Sarimukti

Perhatian publik yang besar terhadap kisah Ikhsan membuat berbagai pihak bergerak cepat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan bantuan kepada keluarganya, sementara Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah segera melakukan verifikasi kondisi keluarga Ikhsan.

Hasil verifikasi menunjukkan bahwa Ikhsan layak menerima bantuan pendidikan melalui Program Indonesia Pintar. Tak lama kemudian, namanya resmi terdaftar sebagai penerima PIP tahun 2026.

Momen penyerahan kartu ATM dan buku rekening SimPel BRI menjadi titik balik bagi Ikhsan. Dengan mata berkaca-kaca, ia menerima bantuan tersebut dalam kegiatan “Sinergi Kemendikdasmen dan Kejaksaan RI Dalam Pengawasan Program Indonesia Pintar di Satuan Pendidikan Melalui Jaga Indonesia Pintar”.

Bagi sebagian orang, kartu ATM mungkin terlihat biasa. Namun bagi Ikhsan, bantuan itu menjadi simbol harapan baru untuk kembali mengejar cita-cita dan melanjutkan sekolah tanpa dihantui rasa takut putus di tengah jalan.

Kini, Ikhsan kembali duduk di bangku kelas bersama teman-temannya. Ia kembali mengenakan seragam sekolah dan mengikuti pelajaran seperti anak-anak seusianya.

Baca Juga :  BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Warga Diminta Waspada

Kepala Puslapdik Kemendikdasmen, Adhika Ganendra, mengatakan kasus seperti Ikhsan masih banyak ditemukan di berbagai daerah. Karena itu, Kemendikdasmen tengah mengkaji keterlibatan satuan pendidikan dalam proses pengusulan dan verifikasi calon penerima PIP.

“Sekolah adalah pihak yang paling mengetahui kondisi riil siswanya. Karena itu, keterlibatan satuan pendidikan sangat penting agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Adhika.

Menurutnya, Program Indonesia Pintar hadir bukan sekadar bantuan dana pendidikan, tetapi juga sebagai upaya menjaga harapan anak-anak Indonesia agar tetap bisa melanjutkan sekolah meski menghadapi keterbatasan ekonomi.

“Sejak diluncurkan tahun 2015 hingga 2025, dampak PIP sangat nyata. Angka Partisipasi Murni dan Angka Partisipasi Kasar terus meningkat signifikan,” pungkasnya.

Kisah Ikhsan menjadi pengingat bahwa di balik keterbatasan ekonomi, masih ada harapan yang bisa dijaga bersama. Bantuan pendidikan yang tepat sasaran bukan hanya membantu biaya sekolah, tetapi juga menjaga mimpi seorang anak agar tidak berhenti di tengah jalan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026
Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih
15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional
Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia
BI Ungkap Alasan Terbitkan Kartu Kredit Indonesia, Jadi Buffer Konsumsi Rakyat
Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan
Presiden Prabowo Imbau Warga Jakarta, Banten dan Lampung Waspada Gunung Anak Krakatau
Bandara Kertajati Jadi Alternatif Usai 8 Bandara Ditutup Akibat Abu Vulkanik Anak Krakatau

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:45 WIB

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Kamis, 10 September 2026 - 07:30 WIB

Andi Amran Sulaiman Raih Skor Kinerja Tertinggi Menteri Kabinet Merah Putih

Kamis, 10 September 2026 - 07:24 WIB

15 Talenta Terbaik LDI 2026 Disiapkan Menuju Panggung Internasional

Selasa, 8 September 2026 - 08:41 WIB

Kemendikdasmen Buka Beasiswa S1/D4 untuk 32.828 Guru di Indonesia

Senin, 7 September 2026 - 14:38 WIB

Mentan Amran Sebut 90 Persen Beras Fortifikasi Bermasalah, KFI Soroti Pengawasan

Berita Terbaru

Opini

Desil oh Desil

Sabtu, 12 Sep 2026 - 19:39 WIB

NEWS

Bio Farma Raih Dua Penghargaan Reputasi Perusahaan 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 15:45 WIB