Bandung – Program Indonesia Pintar (PIP) terus memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di berbagai daerah, termasuk di SLB Negeri Cicendo, Kota Bandung, Jawa Barat. Penyerahan bantuan berupa buku tabungan dan kartu ATM kepada perwakilan murid menjadi bukti komitmen pemerintah dalam mendukung keberlanjutan pendidikan sekaligus memastikan bantuan tepat sasaran melalui penguatan pengawasan.
Program Indonesia Pintar merupakan program pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk menjamin akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin maupun rentan miskin. Program ini diharapkan mampu menekan angka putus sekolah dan meningkatkan semangat belajar peserta didik.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, mengatakan Kemendikdasmen bersama Kejaksaan Republik Indonesia terus memperkuat pengawasan penyaluran PIP melalui sistem JAGA Indonesia Pintar.
“PIP memiliki tujuan utama untuk memutus rantai kemiskinan dan mengurangi angka putus sekolah. Untuk itu, ada sistem JAGA Indonesia Pintar yang bertujuan menjaga agar program ini tepat sasaran,” ujar Atip di Bandung, Rabu (6/5/2026).
Ia juga mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan untuk ikut aktif melakukan pengawasan dan perbaikan tata kelola program agar manfaat PIP benar-benar diterima oleh peserta didik yang membutuhkan.
Di SLB Negeri Cicendo, bantuan PIP tahun 2026 diserahkan kepada perwakilan enam murid tuna rungu. Secara keseluruhan, terdapat 26 murid di sekolah tersebut yang menjadi penerima manfaat program pada tahun ini.
Kepala SLB Negeri Cicendo, Santi Komaladini, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan program tersebut.
“Alhamdulillah pada periode ini ada 26 murid yang mendapatkan bantuan PIP. Terima kasih untuk program ini, karena sangat bermanfaat bagi kami semua,” ujarnya.
Santi menjelaskan proses penyaluran dilakukan secara transparan, mulai dari pendataan melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik), koordinasi dengan orang tua murid, hingga pencairan dana secara mandiri melalui bank oleh masing-masing penerima.
Sementara itu, guru SLB Negeri Cicendo, Lina Marlina, mengatakan sebagian murid telah menerima pencairan dana dengan baik.
“Untuk periode saat ini, ada sembilan murid yang telah menerima dana PIP, terdiri dari tiga murid SDLB, dua murid SMPLB, dan empat murid SMALB. Proses pencairan berjalan dengan baik,” katanya.
Manfaat program ini juga dirasakan langsung oleh para murid. Salah satunya, murid kelas XII bernama Inesta Aurelia yang mengaku telah menerima bantuan sejak 2024.
“Dengan adanya PIP, saya menjadi lebih semangat belajar dan ingin melanjutkan pendidikan sampai kuliah,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan murid kelas IX, Muhammad Rio. Ia mengatakan bantuan PIP membantu memenuhi kebutuhan sekolah sekaligus mendukung minatnya di bidang desain grafis.
“PIP sangat membantu kebutuhan sekolah dan membuat saya semakin semangat belajar,” tuturnya.
Berbagai pengalaman tersebut menunjukkan bahwa Program Indonesia Pintar tidak hanya membantu dari sisi pembiayaan pendidikan, tetapi juga meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri peserta didik dalam meraih masa depan yang lebih baik.
Ke depan, penguatan pengawasan melalui sinergi lintas kementerian dan lembaga diharapkan dapat memastikan penyaluran PIP semakin tepat sasaran sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh seluruh peserta didik yang membutuhkan.


























