Mendikdasmen Abdul Mu’ti Dorong Lompatan STEM, SMA Pesantren ECO-Saintek Muhammadiyah Jadi Model Pendidikan Terintegrasi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 4 Mei 2026 - 18:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan pentingnya transformasi pendidikan nasional yang terintegrasi antara nilai keagamaan, sains dan teknologi, serta kesadaran ekologis. Hal tersebut disampaikannya dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Bogor.

Menurut Abdul Mu’ti, pendidikan tidak lagi cukup hanya berfungsi sebagai transfer ilmu, tetapi harus mampu membentuk manusia secara utuh. “Pendidikan adalah proses memanusiakan manusia—menumbuhkan fitrah, membangun karakter, dan memuliakan kehidupan,” ujarnya saat meresmikan Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah di kawasan Rancamaya, Minggu (3/5/2026).

Ia juga menyoroti tantangan rendahnya jumlah lulusan di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan serius di tengah ketatnya persaingan global. “Kalau kita tidak serius memperkuat STEM, kita akan tertinggal,” tegasnya.

Baca Juga :  BAKN DPR Soroti Tata Kelola PLN dan Subsidi Energi Rp525 Triliun, Amin: Laba Riil Diduga Hanya Rp1 Triliun

Kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah dinilai sebagai langkah konkret dalam menjawab tantangan tersebut. Model pendidikan yang diusung mengintegrasikan nilai keislaman, penguasaan sains dan teknologi, serta kepedulian terhadap lingkungan.

“Ini bukan sekadar nama, tetapi sebuah konsep besar: pesantren modern yang berbasis nilai Islam, kuat dalam sains, dan memiliki kesadaran ekologis,” jelasnya.

Abdul Mu’ti berharap sekolah ini dapat menjadi pusat lahirnya generasi unggul yang tidak hanya cakap dalam bidang STEM, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Ia menekankan pentingnya perilaku ramah lingkungan seperti penghematan energi, pengelolaan sampah, serta pelestarian alam.

Baca Juga :  Jabar Matangkan Pembangunan Jatinangor City of Digital Knowledge

Sementara itu, Wali Kota Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan dukungan penuh terhadap kehadiran sekolah tersebut. Menurutnya, model pendidikan seperti ini relevan dengan kebutuhan masa depan.

“Kami menyambut baik kehadiran Pesantren SMA ECO-Saintek Muhammadiyah. Ini menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, inovatif, dan peduli lingkungan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Bogor, lanjut Dedie, juga terus mendorong kolaborasi lintas sektor dalam dunia pendidikan guna memperkuat kualitas pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru