Puan Maharani Minta Tentara Nasional Indonesia Jelaskan Status Kesiagaan di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KOPAKINDONESIA.COM – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Puan Maharani meminta Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penjelasan secara terbuka terkait penetapan status kesiagaan yang ditingkatkan di tengah memanasnya situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah. DPR menilai langkah tersebut perlu disertai penjelasan yang jelas agar publik memahami dasar kebijakan tersebut.

Menurut Puan, DPR melalui komisi terkait akan meminta penjelasan langsung kepada TNI mengenai latar belakang serta urgensi penetapan status kesiagaan tersebut.

“Kami akan meminta komisi terkait untuk menanyakan kepada TNI terkait hal tersebut,” ujar Puan saat ditemui awak media di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan bahwa pada prinsipnya aparat pertahanan negara memang harus selalu berada dalam kondisi siap siaga untuk menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan situasi global. Namun, apabila terdapat keputusan formal terkait peningkatan status kesiagaan, maka perlu ada penjelasan yang komprehensif mengenai alasan serta pertimbangannya.

Baca Juga :  Virus HMPV Ditemukan di Indonesia, Komisi IX Minta Masyarakat Tak Panik

“Memang aparat atau TNI harus selalu siap siaga. Namun kalau sampai ada penetapan status seperti itu dalam situasi saat ini, tentu perlu dijelaskan secara konkret apakah hal tersebut memang diperlukan atau tidak,” katanya.

Puan menegaskan bahwa penjelasan tersebut penting agar masyarakat mendapatkan gambaran yang jelas mengenai kondisi keamanan nasional serta langkah-langkah antisipatif yang diambil oleh negara.

Ia menambahkan bahwa DPR melalui Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan dan hubungan luar negeri akan menjalankan fungsi pengawasan dengan meminta klarifikasi kepada mitra kerja terkait.

Baca Juga :  Kang Dedi Mulyadi (KDM) Temukan Warga Memasak Bangkai Ayam di TPA Sarimukti

“Lebih baik TNI memberikan penjelasan yang konkret sehingga publik memahami apa yang sebenarnya menjadi dasar dari kebijakan tersebut,” tegas Legislator Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan tersebut.

Menurut Puan, transparansi informasi dalam isu-isu strategis seperti keamanan nasional sangat penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa setiap langkah kebijakan diambil secara terukur.

DPR, lanjutnya, juga akan terus memantau perkembangan situasi global yang berpotensi berdampak pada kepentingan nasional, termasuk dinamika konflik di kawasan Timur Tengah yang belakangan kembali meningkat.

Melalui mekanisme pengawasan di komisi terkait, DPR memastikan setiap langkah yang diambil aparat negara tetap berada dalam kerangka kebijakan yang jelas serta mempertimbangkan kepentingan nasional secara menyeluruh.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Eks Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalur Kereta DJKA
Ramadan Bareng Tring! Pegadaian di Bandung Meriah, Ada Games Angkat Emas dan Tebus Murah Emas
Rezeki Ramadan, Nasabah Pegadaian Menang Emas Batangan 124 Gram di Undian Badai Emas
Pertamina Pastikan Stok BBM Bandung Aman hingga Arus Balik Lebaran 2026, Warga Diminta Tidak Panic Buying
Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, 8,9 Juta Warga Jabar Bergerak ke Kampung Halaman
Daftar Jalur Rawan Macet di Jawa Barat Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Pemerintah Larang Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos Mulai 28 Maret 2026
Pemerintah Rombak Tata Kelola Pupuk Bersubsidi, Andi Amran Sulaiman Targetkan Efisiensi Anggaran 20 Persen

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:30 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Eks Menhub Budi Karya Sumadi Terkait Kasus Korupsi Proyek Jalur Kereta DJKA

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:22 WIB

Puan Maharani Minta Tentara Nasional Indonesia Jelaskan Status Kesiagaan di Tengah Memanasnya Konflik Timur Tengah

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:43 WIB

Ramadan Bareng Tring! Pegadaian di Bandung Meriah, Ada Games Angkat Emas dan Tebus Murah Emas

Selasa, 10 Maret 2026 - 12:26 WIB

Rezeki Ramadan, Nasabah Pegadaian Menang Emas Batangan 124 Gram di Undian Badai Emas

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:48 WIB

Puncak Arus Mudik Lebaran 2026 Diprediksi 18 Maret, 8,9 Juta Warga Jabar Bergerak ke Kampung Halaman

Berita Terbaru