Daftar Jalur Rawan Macet di Jawa Barat Saat Mudik Lebaran 2026, Ini Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah jalur utama non-tol di Jawa Barat diperkirakan mengalami kemacetan saat arus mudik dan balik Idulfitri 2026. Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas tersebut, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, mulai dari sistem satu arah hingga penertiban aktivitas masyarakat di sepanjang jalur mudik.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan salah satu titik yang diprediksi mengalami kemacetan adalah ruas Simpang Jomin hingga Simpang Mutiara dan Cikopo.

Menurut Dhani, Dinas Perhubungan Jabar bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan menutup 47 putaran balik (u-turn) di jalur tersebut dan hanya membuka delapan titik putaran balik untuk mengurangi kepadatan kendaraan.

Selain itu, jalur Ciawi–Cibadak–Sukabumi juga diperkirakan menjadi titik kemacetan saat puncak arus mudik dan arus balik. Aparat kepolisian akan menindak kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang melintas di jalur tersebut.

Pemerintah daerah juga akan menertibkan parkir liar serta pedagang kaki lima yang berjualan di badan jalan untuk memperlancar arus kendaraan.

Kemacetan juga diprediksi terjadi di jalur Ciawi–Simpang Gadog menuju kawasan Puncak, Kabupaten Bogor. Untuk mengurai kepadatan, kepolisian akan memberlakukan sistem ganjil genap dan satu arah di jalur tersebut.

Baca Juga :  Mensesneg: Pergantian Pimpinan BGN Tidak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis

Sementara itu, Satpol PP akan menertibkan berbagai aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.

Dishub Jabar juga mengantisipasi kepadatan kendaraan di kawasan Simpang Susun Cileunyi dan Nagreg, Kabupaten Bandung. Salah satu langkah yang disiapkan adalah penggunaan alat pembaca kartu tol elektronik atau mobile reader untuk mempercepat transaksi di gerbang tol.

“Selain itu, kami juga menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu,” kata Dhani, Senin (9/4/2026).

Titik kemacetan lainnya diprediksi terjadi di jalur Limbangan–Malangbong dan Gentong. Pemerintah daerah melalui Satpol PP akan menertibkan aktivitas masyarakat di sepanjang jalur tersebut agar tidak menghambat arus kendaraan.

Adapun jalur terakhir yang diprediksi mengalami kemacetan adalah Pelumbon–Kadawung–Cirebon. Pemerintah daerah akan menertibkan parkir kendaraan di pinggir jalan serta pedagang kaki lima yang menggunakan badan jalan.

“Penertiban tersebut dilakukan untuk menurunkan tingkat kemacetan di jalur Pelumbon–Kadawung–Cirebon,” ujar Dhani.

Jalur Alternatif Mudik di Jawa Barat

Untuk menghindari kemacetan di jalur utama, pemudik juga dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif yang telah disiapkan pemerintah.

Baca Juga :  Pembelajaran Mendalam Perkuat Kemampuan Berpikir Analitis Siswa, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Soroti Fenomena Scroll Society

Di wilayah utara Jawa Barat terdapat delapan jalur alternatif, di antaranya Sukamandi–Kalijati sepanjang 22 kilometer, Pamanukan–Subang sepanjang 31 kilometer, Kadipaten–Jatitujuh–Jatibarang sepanjang 40,7 kilometer, serta Haurgeulis–Patrol sepanjang 19 kilometer.

Selain itu terdapat jalur Cikamurang–Jangga sepanjang 35 kilometer, Budur–Tegalgubug–Jagapura–Mundu sepanjang 32 kilometer, Losari–Ciledug–Cidahu–Kuningan sepanjang 95 kilometer, serta Cirebon–Sumber–Rajagaluh–Majalengka sepanjang 32 kilometer.

Di jalur tengah Jawa Barat terdapat empat jalur alternatif, yakni Subang–Lembang–Bandung sepanjang 41 kilometer, Sumedang–Jalan Cagak–Wanayasa–Purwakarta sepanjang 85 kilometer, Talaga–Bantarujeg–Wado–Sumedang sepanjang 79 kilometer, serta Kuningan–Cikijing–Majalengka–Kadipaten sepanjang 45 kilometer.

Sementara itu, di wilayah selatan Jawa Barat tersedia lima jalur alternatif, yaitu Garut–Banyuresmi–Leuwigoong–Kadungora–Cijapati–Majalaya–Bandung sepanjang 78 kilometer, Sasak Beusi–Cibatu–Leles sepanjang 19 kilometer, Banjar–Manonjaya–Tasikmalaya sepanjang 44 kilometer, Malangbong–Wado sepanjang 15 kilometer, serta Parakan Muncang–Warung Simpang sepanjang 9 kilometer.

Pemerintah daerah mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik agar memantau kondisi lalu lintas serta mempertimbangkan penggunaan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan di jalur utama.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru