Pembelajaran Mendalam Perkuat Kemampuan Berpikir Analitis Siswa, Mendikdasmen Abdul Mu’ti Soroti Fenomena Scroll Society

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Maret 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyoroti fenomena scroll society atau kebiasaan terus menggulir informasi tanpa memahami maknanya secara utuh yang kini banyak terjadi pada generasi muda Indonesia.

Hal tersebut disampaikan dalam ceramah ilmiah bertajuk “Pembelajaran Mendalam Menuju Generasi Berkualitas Era 5.0” yang digelar di Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara, Jawa Tengah, Jumat (6/3/2026).

Menurut Abdul Mu’ti, sistem pendidikan nasional perlu bertransformasi dari pola belajar yang hanya menyentuh permukaan menuju pemahaman yang lebih mendalam melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam (deep learning).

Ia menjelaskan, saat ini terjadi ketimpangan budaya atau cultural lag, yaitu kondisi ketika perkembangan teknologi yang pesat tidak diimbangi dengan kedewasaan perilaku digital masyarakat.

“Masyarakat saat ini mahir mengusap layar namun tidak mencerna makna, yang berujung pada rendahnya Digital Civility Index,” ujar Abdul Mu’ti.

Fenomena ketergantungan pada konten instan, lanjutnya, berpotensi menimbulkan sejumlah dampak negatif bagi generasi muda. Di antaranya proses berpikir yang semakin lambat karena terbiasa menerima informasi singkat tanpa analisis, kurangnya inisiatif dalam dunia nyata, hingga kecenderungan mudah menyerah dan lebih memilih mengadu di media sosial dibanding mencari solusi konkret.

Baca Juga :  Bangunan SMPN 1 Cimahi dan Rumah Dinas TNI AD Ditetapkan Jadi Cagar Budaya

Deep Learning Perkuat Kualitas Belajar

Untuk menjawab tantangan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong penerapan pendekatan Pembelajaran Mendalam dalam proses belajar di sekolah.

Pendekatan ini menekankan pemahaman materi secara lebih dalam melalui tiga prinsip utama, yaitu mindful (berkesadaran), meaningful (bermakna), dan joyful (menggembirakan).

“Kita mendorong agar siswa tidak hanya mengejar banyaknya materi, tetapi memastikan mereka benar-benar memahami apa yang dipelajari,” kata Abdul Mu’ti.

Selain itu, Kemendikdasmen juga terus memperkuat peningkatan kompetensi guru melalui berbagai kebijakan, salah satunya program Satu Hari Belajar Guru, yang memberi kesempatan bagi tenaga pendidik untuk meningkatkan kapasitas dan memperbarui metode pembelajaran.

Dalam konsep ini, guru juga didorong berperan sebagai guru wali yang tidak hanya menegakkan disiplin, tetapi juga mendampingi dan membimbing perkembangan siswa.

Baca Juga :  Wamenkum Eddy Hiariej Ungkap Alasan Pasal Penghinaan Presiden Tetap Masuk KUHP Baru

Bekal Keterampilan Masa Depan

Abdul Mu’ti menambahkan, dunia kerja saat ini sangat membutuhkan kemampuan berpikir analitis. Karena itu, sekolah harus mulai membekali siswa dengan keterampilan penting seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.

Selain itu, penguasaan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan koding juga menjadi kompetensi yang perlu diperkenalkan sejak dini di lingkungan pendidikan.

“Di dunia kerja sekarang, yang paling penting adalah kemampuan berpikir analitis. Kemampuan lain seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas adalah hal mendasar. Selain itu, kemampuan di bidang AI dan koding juga menjadi prioritas, sehingga perlu diajarkan sejak di sekolah,” jelasnya.

Melalui penguatan Pembelajaran Mendalam, Kemendikdasmen berharap sistem pendidikan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cepat mengonsumsi informasi, tetapi juga mampu memahami secara kritis, berpikir mendalam, serta menghadirkan solusi terhadap berbagai tantangan masa depan di era digital.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026
ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027
Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan
Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV
Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI
GENTING Sasar 27.051 Keluarga Berisiko Stunting di Indramayu
Pegadaian Kanwil X Jabar Raih Sertifikasi ISO 22301:2019
Bio Farma Kembangkan Vaksin HPV, Rotavirus, hingga Malaria

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 12:01 WIB

Dua Atlet Indonesia Jadi Flag Bearer Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Sabtu, 19 September 2026 - 11:57 WIB

ATR/BPN Percepat Sertipikasi 3 Juta Tanah MBR, Target 2027

Sabtu, 19 September 2026 - 11:48 WIB

Nusron Wahid Hormati Proses Hukum KPK, Pelayanan ATR/BPN Tetap Jalan

Sabtu, 19 September 2026 - 07:02 WIB

Bio Farma dan DWP Pusat Perkuat Pencegahan Kanker Serviks melalui Vaksinasi HPV

Jumat, 18 September 2026 - 18:31 WIB

Kemendikdasmen Perluas Pelatihan Pembelajaran Mendalam, Koding dan AI

Berita Terbaru

Ilmu Pengetahuan

Mengapa AI Membutuhkan Banyak Air dan Listrik? Ini Penjelasannya

Senin, 21 Sep 2026 - 07:47 WIB