Kang Dedi Mulyadi (KDM) Temukan Warga Memasak Bangkai Ayam di TPA Sarimukti

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 21:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KDM TEMUKAN WARGA MEMASAK BANGKAI AYAM DI TPA SARIMUKTI (Kang Dedi Mulyadi Channel

KDM TEMUKAN WARGA MEMASAK BANGKAI AYAM DI TPA SARIMUKTI (Kang Dedi Mulyadi Channel

Bandung Barat, 15 Juli 2025 – Aksi kunjungan mendadak Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi—dikenal dengan sebutan “KDM”—ke kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti di Cipatat, Bandung Barat, mengungkap kondisi yang sangat memprihatinkan. Di sebuah gubuk reyot, KDM menyaksikan langsung seorang ibu dan anaknya memasak bangkai ayam yang diduga diambil dari tumpukan sampah.

Potret Kemiskinan Ekstrem

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube resminya, terlihat ibu tersebut memasak potongan ayam di dalam panci, dikelilingi lalat di dapur darurat gubuk semi permanen. KDM pun menampilkan dialog menggugah hati:

“Itu teh mulung, Pak. Dapat dari sampah.”
“Kan bangkai?”
“Iya, anak juga gak mau makan.”

Rekaman tersebut menyadarkan publik bahwa kemiskinan ekstrem masih nyata terjadi, bahkan di kawasan yang tak jauh dari pemerintahan provinsi.

Baca Juga :  Lulusannya Terserap di Industri, Unit Pendidikan Vokasi Kemenperin Diidolakan

Respon Cepat KDM

KDM merespons dengan tegas. Ia menegaskan bahwa memasak bangkai yang berasal dari sampah sangat berbahaya bagi kesehatan, dan menilai keluarga tersebut hidup dalam kondisi tak layak.

Setelah menanyakan identitas keluarga, ternyata si ibu masih memiliki alamat di Majalaya, namun memilih tinggal di TPA karena sulit mendapat pekerjaan di kampung halaman.

“KDM” langsung berjanji untuk mengambil tindakan: memperbaiki drainase, menata hunian warga, serta merelokasi keluarga tersebut ke tempat lebih layak. KDM juga memberikan bantuan uang kepada keluarga saat itu.

Sorotan Kemiskinan dan Kebijakan Relokasi

Kunjungan ini menegaskan bahwa persoalan kemiskinan ekstrem dan pemukiman kumuh di sekitar TPA Sarimukti harus segera ditangani. KDM berkomitmen:

  • Melakukan penataan kawasan kumuh
  • Memperbaiki fasilitas dasar seperti drainase
  • Membangun relokasi sopan (layak huni) bagi warga terdampak.
Baca Juga :  Pentingnya Pembinaan bagi Calon Pengantin untuk Atasi Stunting di Cimahi

Dampak Publik dan Tindak Lanjut

Video tersebut telah viral, memicu keprihatinan luas mengenai kondisi kaum miskin di Jawa Barat. Banyak pihak mengharapkan langkah nyata dari pemerintah daerah, seperti:

  • Penyaluran bantuan sosial cepat
  • Program pemberdayaan masyarakat sekitar TPA
  • Penataan pemukiman kumuh yang terintegrasi

Kunjungan mendadak KDM ini menjadi pengingat bahwa di balik pembangunan, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan ekstrem—bahkan memasak dari sampah demi kelangsungan hidup.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BBPPMPV BMTI Luncurkan Green Office dan Green Culture, Dorong Pendidikan Vokasi Berkelanjutan
Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas
IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat
Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional
SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026
Kemendikdasmen dan MD Entertainment Salurkan 2.500 Pasang Sepatu untuk Murid Terdampak Banjir di Aceh
Kemendikdasmen Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman Melalui Pembentukan Pokja BSAN di Daerah
Mensesneg: Pergantian Pimpinan BGN Tidak Ganggu Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:33 WIB

BBPPMPV BMTI Luncurkan Green Office dan Green Culture, Dorong Pendidikan Vokasi Berkelanjutan

Kamis, 4 Juni 2026 - 19:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Tata Kelola OSN 2026, Integritas dan Kejujuran Jadi Prioritas

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:12 WIB

IHSG Anjlok ke Level Terendah Lima Tahun, Kekhawatiran Investor Meningkat

Kamis, 4 Juni 2026 - 10:54 WIB

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Rabu, 3 Juni 2026 - 18:59 WIB

SINKONA INDONESIA LESTARI DUKUNG WELLNESS TOURISM NASIONAL LEWAT TEKNOLOGI AROMATERAPI DI INDONESIA TRAVEL FAIR 2026

Berita Terbaru

NEWS

Dolar AS Tembus Rp18.000, Alarm bagi Ekonomi Nasional

Kamis, 4 Jun 2026 - 10:54 WIB