JAKARTA – Nama Nanik Sudaryati Deyang kembali menjadi perhatian publik setelah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Rabu (22/7/2026). Pengunduran dirinya disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dengan alasan harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri sekaligus memperoleh second opinion dari tim medis.
Di balik masa jabatannya yang relatif singkat di BGN, Nanik memiliki rekam jejak panjang di dunia jurnalistik, media, korporasi, hingga pemerintahan. Perjalanan karier tersebut menjadi bekal sebelum dipercaya memimpin salah satu lembaga strategis yang bertanggung jawab menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Lahir di Madiun dan Menempuh Pendidikan Biologi
Nanik Sudaryati Deyang lahir di Madiun, Jawa Timur, pada 3 Januari 1968. Ia menyelesaikan pendidikan tinggi di Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto.
Meski berasal dari disiplin ilmu biologi, perjalanan profesionalnya justru berkembang di bidang komunikasi, jurnalistik, media massa, hingga manajemen organisasi. Kemampuan komunikasi publik yang dibangun sejak awal karier kemudian menjadi salah satu kekuatan utamanya ketika memasuki dunia pemerintahan.
Mengawali Karier sebagai Wartawan
Karier profesional Nanik dimulai sebagai wartawan Tabloid Bangkit, media yang berada di bawah naungan Kelompok Kompas Gramedia. Pengalaman di lapangan membentuk kemampuannya dalam peliputan, investigasi, penulisan berita, serta membangun jaringan komunikasi dengan berbagai kalangan.
Setelah itu, ia melanjutkan karier di sejumlah media nasional, di antaranya Majalah Realita, Indonesia Business Today, Majalah Ekonomi Prospektif, hingga Kelompok Media Peluang.
Berkat pengalaman dan kepemimpinannya, Nanik kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai pemimpin redaksi. Selama puluhan tahun berkarier di industri media, ia dikenal sebagai sosok yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan redaksi, komunikasi publik, serta penyusunan strategi pemberitaan. (tirto.id)
Berkiprah di Dunia Korporasi
Tidak hanya berkecimpung di media, Nanik juga memperluas pengalaman profesionalnya ke sektor korporasi.
Ia pernah menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Kresna Media Komunika, sebelum kemudian dipercaya menjadi Direktur MNC Group. Pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam bidang manajemen perusahaan, tata kelola organisasi, hubungan kelembagaan, serta komunikasi strategis.
Selain itu, pada tahun 2025 ia juga dipercaya sebagai Komisaris Independen PT Pertamina (Persero) untuk memperkuat fungsi pengawasan dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).
Terjun ke Dunia Politik dan Pemerintahan
Pengalaman panjang di bidang komunikasi membawanya terlibat dalam dunia politik. Pada Pemilihan Presiden 2019, Nanik dipercaya menjadi Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto–Sandiaga Uno.
Setelah pemerintahan Presiden Prabowo terbentuk, kariernya berlanjut di pemerintahan. Pada tahun 2024 ia dilantik sebagai Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) yang bertugas membantu penyusunan strategi nasional percepatan pengentasan kemiskinan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
Menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional
Pada 17 September 2025, Presiden Prabowo Subianto melantik Nanik sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Di lembaga tersebut ia bertanggung jawab pada bidang komunikasi publik dan investigasi, sekaligus aktif melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia juga beberapa kali melakukan inspeksi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah untuk memastikan standar operasional berjalan sesuai ketentuan.
Dipercaya Menjadi Kepala BGN
Pada 2 Juni 2026, Presiden Prabowo menunjuk Nanik sebagai Kepala Badan Gizi Nasional, menggantikan Dadan Hindayana.
Selama sekitar satu setengah bulan memimpin BGN, ia melakukan sejumlah langkah pembenahan internal. Di antaranya mengevaluasi puluhan ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mengklasifikasikan ribuan dapur MBG berdasarkan standar mutu, menghentikan ekspansi dapur di wilayah yang telah jenuh, serta mengarahkan prioritas pembangunan dapur baru ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) serta kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Reformasi tersebut disebut sebagai fondasi awal untuk memperkuat tata kelola Program Makan Bergizi Gratis.
Mengundurkan Diri karena Alasan Kesehatan
Pada 22 Juli 2026, Nanik resmi mengundurkan diri dari jabatan Kepala BGN. Pemerintah menjelaskan bahwa keputusan tersebut diambil karena kondisi kesehatannya yang mengharuskan ia menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.
Melalui pernyataannya, Nanik menyampaikan bahwa pengunduran diri dilakukan agar dirinya dapat fokus menjalani proses pengobatan tanpa mengganggu jalannya tugas Badan Gizi Nasional. Presiden Prabowo Subianto disebut telah menerima pengunduran diri tersebut dengan penuh keprihatinan.
Rekam Jejak Singkat
- Lahir di Madiun, Jawa Timur, 3 Januari 1968.
- Lulusan Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman.
- Mengawali karier sebagai wartawan Tabloid Bangkit (Kompas Gramedia).
- Berkarier di Majalah Realita, Indonesia Business Today, Majalah Ekonomi Prospektif, dan Kelompok Media Peluang.
- Pernah menjabat sebagai Pemimpin Redaksi di sejumlah media nasional.
- CEO Kresna Media Komunika.
- Direktur MNC Group.
- Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional Prabowo–Sandi (2019).
- Wakil Kepala I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (2024).
- Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (2025).
- Kepala Badan Gizi Nasional (Juni–Juli 2026).


























