PKS Merapat ke KIM

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Agustus 2024 - 09:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akhirnya PKS menyerah. Sebentar lagi PKS akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus. Pimpinan PKS beserta semua infrastruktur partai siap-siap membangun narasi untuk menjustifikasi keputusan bergabung dengan KIM. Dan tidak tanggung-tanggung, keputusan PKS ini juga menyebabkan gagalnya Anies maju Pilgub Jakarta. Karena paket Ridwan Kamil-Suswono sebentar lagi menjadi kenyataan.

Kader dan buzzer PKS harus bersusah payah menelan ludah sendiri. Sumpah serapah, cacian dan makian yang dilontarkan selama ini kepada Jokowi dan Prabowo-Gibran harus mereka telan lagi. Bahkan lebih etis lagi kalau semua kader dan buzzer PKS minta maaf terbuka kepada Jokowi dan Prabowo-Gibran karena sudah khilaf mencaci maki mereka. Narasi perubahan yang selama ini mereka kumandangkan harus menyerah dengan tarian oke gass…oke gass….!!

Pimpinan PKS harus menyerah pada realitas politik kontemporer. Tema Perubahan yang dikesankan sebagai ideologi PKS, ternyata tidak seindah kata. Anies Baswedan yang dikesankan sebagai tokoh ummat dan tokoh perubahan, ternyata harus ditinggal PKS dan dibiarkan berjuang sendirian. Pimpinan PKS sudah masuk dalam suasana pragmatisme ketika melihat kedigdayaan kekuasaan. Aspirasi kader untuk tetap istiqomah berdiri sebagai oposisi Prabowo-Gibran diabaikan.
Bergabung dengan KIM adalah pilihan pragmatis-strategis bagi Pimpinan PKS. Pragmatis dalam rasionalisasi Pimpinan PKS adalah akses sumberdaya, sedangkan strategis adalah kontribusi dalam membangun bangsa. Dua tema inilah yang sedang di sosialisasi untuk menjadi justifikasi ke akar rumput PKS.

Baca Juga :  KPK Bakal Gelar Roadshow Bus KPK di Kota Bandung, Sebarkan Pendidikan dan Pesan Antikorupsi

PKS yang mengaku sebagai partai dakwah, dimana dakwah sebagai panglima sudah surut ke belakang. PKS sama dengan partai lainnya yang mengedepankan akses sumberdaya dan kekuasaan. Taujih-taujih tentang ruhul jadid fii jasadil ‘ummah yang sering dikaitkan dengan fungsi partai menjadi tidak relevan. Pimpinan PKS sudah sampai pada satu titik, pragmatisme kekuasaan.

Pragmatisme ini didukung dengan keluguan kader dan budaya feodalisme yang sudah mengakar. Apakah kader-kader PKS akan melawan keputusan pimpinan? tidak akan berani. Jika ada kader yang membangun perlawanan terhadap keputusan qiyadah pasti akan di “Fahri”-kan, alias dipecat.

Dalam feodalisme PKS, keputusan pimpinan itu ” final” tidak boleh ada debat, “sami’na wa atho’na”. Walaupun keputusan itu sangat bertolak belakang dengan keputusan sebelumnya. Kader-kader PKS sebelumnya diminta bergerak maksimal untuk sosialisasikan Anies-Sohibul Iman, tapi tidak lama lagi kader akan diminta bergerak maksimal sosialisasikan RK-Suswono.

Baca Juga :  BPJPH: Penarikan 9 Produk Mengandung Unsur Babi adalah Wujud Penegakan Regulasi Jaminan Produk Halal

PKS harus mulai evaluasi diri tentang performanya. Narasi kebencian terhadap Jokowi, Prabowo-Gibran, politik dinasti dan narasi-narasi kebencian lainnya harus segera diakhiri. Manuver politik praktis yang dikemas sebagai ideologi partai harus diakhiri.

PKS tidak lebih dari partai politik an sich, tidak lebih, tidak kurang. Jika PKS jadi masuk KIM-Plus, maka politik dua kaki atau politik dua wajah juga harus diakhiri agar stabilitas KIM terjaga.

Narasi-narasi PKS untuk menyingkirkan Partai Gelora dari KIM juga harus dibersihkan. Melakukan downgrade terhadap performa Partai Gelora juga harus dihilangkan dari PKS, karena pada akhirnya PKS adalah “follower” (pengikut) Partai Gelora. Ijtihad-ijtihad PKS lewat Majelis Syuro pada prinsipnya adalah duplikasi dari ijtihad-ijtihad Anis Matta di Gelora. Pada akhirnya, pada ujungnya PKS menyerah dan sepakat dengan ijtihad Partai Gelora masuk Koalisi Indonesia Maju.

(RUDY Ahmad)

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru