BGN Temukan Satu Sekolah Dilayani Dua Dapur SPPG, Data 62,7 Juta Penerima MBG Dievaluasi

- Jurnalis

Rabu, 22 Juli 2026 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumber:
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari. doc. Biro Hukum dan Humas

Sumber: Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari. doc. Biro Hukum dan Humas

JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) menemukan adanya satu sekolah yang menerima layanan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang berbeda. Temuan tersebut terungkap setelah BGN melakukan penyisiran ulang dan pencocokan data penerima manfaat dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu indikasi bahwa sistem pendataan penerima manfaat masih memerlukan pembenahan agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Misalnya kami menemukan satu sekolah ternyata dilayani oleh dua SPPG. Kelas 1 sampai kelas 3 dilayani SPPG A, sedangkan kelas 4 sampai kelas 6 dilayani SPPG B,” ujar Agustina dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Menurut Agustina, kondisi tersebut masih dalam proses penelusuran lebih lanjut. BGN ingin memastikan apakah pembagian layanan itu dilakukan karena pertimbangan operasional, seperti kapasitas produksi atau kedekatan lokasi dapur, atau justru merupakan akibat dari belum terintegrasinya sistem pendataan.

Ia menjelaskan bahwa berbagai kejanggalan mulai terlihat ketika data penerima manfaat MBG disandingkan dengan data resmi Dapodik. Dari proses verifikasi tersebut, ditemukan sejumlah ketidaksesuaian yang berpotensi memengaruhi ketepatan penyaluran program.

Baca Juga :  Jadwal Pembatasan Operasional Truk di Tol Saat Lebaran 2026, Berlaku 13–29 Maret

“Begitu data disandingkan dengan Dapodik, kami merasa ada yang tidak sesuai. Karena itu, seluruh data sedang kami telusuri kembali agar memperoleh angka penerima manfaat yang benar-benar akurat,” katanya.

Data Penerima Manfaat Disisir Ulang

BGN saat ini tengah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data sekitar 62,7 juta penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola program sekaligus memastikan setiap anggaran yang dialokasikan pemerintah benar-benar diterima oleh sasaran yang berhak.

Penyisiran data tidak hanya dilakukan terhadap jumlah siswa, tetapi juga mencakup lokasi sekolah, wilayah layanan setiap SPPG, serta kapasitas produksi masing-masing dapur. Dengan demikian, potensi tumpang tindih pelayanan maupun ketidaksesuaian jumlah penerima dapat segera diperbaiki.

BGN menilai bahwa pesatnya pembangunan dapur MBG dalam beberapa waktu terakhir membuat proses pendataan berkembang lebih cepat dibandingkan integrasi sistem informasi. Kondisi tersebut membuka peluang terjadinya layanan ganda maupun ketidaktepatan penempatan wilayah kerja antar-SPPG.

Baca Juga :  Prabowo Percepat Digitalisasi Pendidikan, 700 Ribu Smart Panel Dibagikan ke Sekolah hingga Akhir 2026

Cegah Pemborosan Anggaran

Selain berpotensi menyebabkan duplikasi pelayanan, kondisi tersebut juga dinilai dapat memengaruhi efisiensi penggunaan anggaran negara. Jika jumlah penerima manfaat yang tercatat tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan, maka alokasi anggaran berisiko tidak tepat sasaran.

Karena itu, BGN memastikan seluruh data akan diverifikasi secara bertahap sebelum dijadikan dasar dalam penyaluran anggaran maupun pengembangan jaringan dapur MBG di berbagai daerah.

Ke depan, BGN akan mengintegrasikan sistem pendataan MBG dengan Dapodik agar seluruh data peserta didik dapat diperbarui secara real time. Integrasi tersebut diharapkan mampu mencegah terjadinya pendaftaran ganda, menghindari tumpang tindih wilayah layanan antar-SPPG, serta meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Langkah pembenahan ini menjadi bagian dari komitmen BGN untuk memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat secara merata kepada seluruh penerima yang berhak di seluruh Indonesia.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG
Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya
Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau
Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi
Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
PJPK Jawa Barat 2025-2029 Jadi Acuan Perencanaan Pembangunan Daerah
LDI 2026 Resmi Dibuka, 17.115 Murid Daftar Ajang Debat Nasional Kemendikdasmen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 17:37 WIB

Penerapan HACCP di Dapur SPPG: Panduan Keamanan Pangan dari Bahan hingga Distribusi MBG

Sabtu, 5 September 2026 - 15:16 WIB

Jalan Kolmas Ditutup Total 67 Hari Mulai 14 September 2026, Ini Dua Jalur Alternatifnya

Sabtu, 5 September 2026 - 09:48 WIB

Dentuman Terasa hingga Jawa Barat, Badan Geologi Ungkap Diduga Terkait Erupsi Anak Krakatau

Jumat, 4 September 2026 - 14:08 WIB

Volkswagen Restrukturisasi Besar-besaran, 4 Pabrik Jerman Terancam Kehilangan Produksi

Jumat, 4 September 2026 - 05:45 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Kompetensi Guru Terapkan STEM dengan Prinsip 5M

Berita Terbaru