CIMAHI – Pelajar di Jawa Barat diajak untuk tetap berprestasi dan memberikan kemampuan terbaik tanpa harus memaksakan diri hingga mengalami burnout. Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan NGOPI SAHABAT #7 Goes to School yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat di SMK Negeri 1 Cimahi, Selasa (1/9/2026).
Mengangkat tema “Menolak Burnout, Saatnya All Out”, kegiatan tersebut menjadi ruang dialog dan edukasi bagi pelajar untuk mengenali tanda-tanda burnout, memahami batas kemampuan diri, mengelola tekanan, sekaligus tetap produktif dengan menjaga kesehatan dan kesejahteraan diri.
Kegiatan diikuti secara langsung maupun daring oleh pelajar dari sejumlah SMA dan SMK di Jawa Barat. Peserta diajak memahami bahwa produktif tidak berarti harus terus memaksakan diri.
Istirahat, mengenali batas kemampuan, serta menjaga kesehatan mental justru menjadi bagian penting dalam proses mencapai prestasi.
Tekanan Pelajar Semakin Beragam
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, M.H.Kes., Sp.DLP., mengatakan kesehatan mental anak dan remaja merupakan bagian penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia Jawa Barat.
Menurutnya, pelajar saat ini menghadapi berbagai tekanan, mulai dari tuntutan akademik, target prestasi, lingkungan pertemanan hingga pengaruh media sosial.
Karena itu, anak dan remaja perlu memiliki kemampuan untuk mengenali kondisi dirinya sekaligus memperoleh dukungan dari lingkungan terdekat.
“Kita ingin anak-anak Jawa Barat tumbuh menjadi generasi yang hebat, tetapi bukan dengan cara memaksakan diri sampai mengalami burnout. Berprestasi itu penting, tetapi menjaga kesehatan diri, mengenali batas kemampuan, dan berani meminta bantuan ketika menghadapi kesulitan juga merupakan bentuk kekuatan,” ujar dr. Siska.
Ia juga mengingatkan pelajar agar tidak menjadikan pencapaian orang lain sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan.
“Jangan takut untuk beristirahat. Istirahat bukan berarti menyerah. Kenali diri, jaga energi, kelola tekanan, dan kembali melangkah dengan lebih kuat. Yang kita harapkan bukan hanya generasi yang mampu mencapai target, tetapi generasi yang sehat, tangguh, dan bahagia dalam menjalani prosesnya,” tambahnya.
Kenali Tanda-Tanda Burnout
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan penguatan dari Prita Pratiwi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang membahas aspek psikologis terkait burnout serta strategi menghadapi tekanan secara sehat.
Pelajar diajak memahami bahwa kelelahan fisik dan emosional yang berlangsung terus-menerus, kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, serta munculnya keinginan untuk berhenti dari berbagai aktivitas dapat menjadi tanda bahwa tubuh dan pikiran membutuhkan perhatian.
Pendekatan dialog yang santai dan dekat dengan dunia remaja digunakan agar peserta lebih mudah memahami persoalan burnout dan tekanan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan yang disampaikan tidak semata-mata mendorong pelajar mengejar pencapaian, tetapi juga membangun keseimbangan antara belajar, beraktivitas, beristirahat dan membangun relasi yang sehat.
Diikuti Pelajar dari Sejumlah Sekolah
NGOPI SAHABAT #7 Goes to School melibatkan peserta dari sejumlah sekolah di Jawa Barat, yakni SMKN 1 Cimahi, SMAN 1 Jatisari Kabupaten Karawang, SMAN 1 Jamblang Kabupaten Cirebon, SMAN 11 Bandung, SMAN 7 Bogor, SMAN 27 Bandung, dan SMAN 8 Depok.
Keterlibatan lintas sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas pesan mengenai pentingnya kesehatan mental serta kemampuan remaja menghadapi tuntutan akademik, sosial maupun lingkungan sekitarnya.
Melalui program NGOPI SAHABAT, DP3AKB Provinsi Jawa Barat terus mendorong terciptanya ruang komunikasi yang aman dan positif bagi anak dan remaja.
Edukasi yang dikemas secara ringan dan komunikatif diharapkan membuat isu kesehatan mental semakin mudah dibicarakan. Pada saat yang sama, anak dan remaja didorong untuk berani mencari dukungan ketika menghadapi persoalan.
Semangat “Menolak Burnout, Saatnya All Out” pun tidak dimaknai sebagai ajakan untuk terus memaksakan diri.
Sebaliknya, pesan tersebut menjadi dorongan bagi pelajar untuk memberikan yang terbaik dengan tetap mengenali kemampuan dan batas dirinya.
“Kenali diri, jaga energi, dan temukan cara untuk tetap All Out tanpa harus Burn Out.”


























