Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan berharap Mojang Jajaka (Moka) Jawa Barat mampu mengambil peran strategis sebagai duta pariwisata untuk memperkenalkan berbagai potensi daerah di tengah perkembangan era digital.
Hal tersebut disampaikan Erwan saat menghadiri Grand Final Pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 yang digelar di Universitas Kristen Maranatha, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).
Menurut Erwan, Pasanggiri Mojang Jajaka Jawa Barat 2026 tidak hanya menjadi ajang pemilihan duta pariwisata, tetapi juga menjadi ruang pembentukan generasi muda yang mampu berkomunikasi dan mempromosikan potensi Jawa Barat secara kreatif.
“Pasanggiri Mojang Jajaka 2026 merupakan kawah candradimuka. Tantangan pariwisata hari ini menuntut duta pariwisata menjadi komunikator strategis di era digital,” ujar Erwan.
Erwan berharap para Moka terpilih dapat mengemas berbagai potensi pariwisata Jawa Barat dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter generasi Z. Namun, upaya tersebut tetap harus berjalan dengan mempertahankan nilai-nilai budaya Sunda sebagai identitas daerah.
Ia juga menyoroti wastra yang dikenakan para peserta dari 27 kabupaten/kota. Menurutnya, wastra bukan sekadar pakaian yang digunakan dalam ajang pemilihan, melainkan bagian dari mahakarya sekaligus identitas budaya Tatar Sunda.
“Bukan cuma busana yang kita gunakan, melainkan mahakarya Tatar Sunda. Moka harus mampu mempromosikan destinasi wisata unggulan, termasuk desa wisata, menggaungkan ekonomi kreatif berbasis wastra dan kuliner, serta menjaga nilai adiluhung Sunda di mata Gen Z dan dunia internasional,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jawa Barat Iendra Sofyan menegaskan bahwa setiap Mojang Jajaka harus memiliki pemahaman yang kuat mengenai potensi pariwisata di daerah masing-masing.
Menurut Iendra, setelah terpilih, para Moka tidak cukup hanya menjalankan peran seremonial. Mereka harus mampu menunjukkan kapasitas melalui berbagai kegiatan dan proyek yang memberikan dampak nyata terhadap promosi pariwisata daerah.
“Karena mereka ini adalah duta pariwisata nantinya, ke depan menjadi media promosi wisata di Jawa Barat. Setiap Moka harus tahu betul destinasi unggulan di daerahnya,” tutur Iendra.
Dalam Grand Final Pemilihan Mojang Jajaka Jawa Barat 2026, Mojang Pinilih Jawa Barat 2026 diraih Tresna Winesa Eriska dari Kabupaten Majalengka. Sementara itu, gelar Jajaka Pinilih Jawa Barat 2026 diraih Alden Hugo Daffa Sampurno dari Kota Cimahi.
Keduanya diharapkan dapat menjalankan peran sebagai representasi generasi muda Jawa Barat dalam memperkenalkan destinasi wisata, ekonomi kreatif, kuliner, wastra, serta kekayaan budaya Sunda kepada masyarakat luas, termasuk melalui platform digital.

























