- Jurnalis

Selasa, 19 Agustus 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Aktivitas kegempaan di sekitar Sesar Lembang kembali meningkat sejak akhir Juli 2025. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sejumlah gempa kecil berpusat di segmen Cimeta, kawasan barat Sesar Lembang, dengan kekuatan magnitudo 1,8 hingga 2,3.

Gempa terakhir terjadi pada 19 Agustus 2025 dengan magnitudo 2,3, berlokasi 9 km barat laut Kota Cimahi pada kedalaman 10 km. Guncangan juga sempat dirasakan di sebagian wilayah Bandung Barat.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menegaskan Sesar Lembang merupakan sesar aktif yang perlu diwaspadai. “Fenomena gempa kecil ini bisa menjadi tanda aktivitas sesar sedang meningkat. Kapan pun energi bisa dirilis menjadi gempa lebih besar,” ujarnya.

Baca Juga :  Pemerintah Dorong Swakelola dan Transparansi Data Menuju Pendidikan Berkualitas melalui Revitalisasi SD

Potensi Gempa Besar

Berdasarkan kajian Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Sesar Lembang yang membentang sepanjang 29–30 kilometer memiliki potensi memicu gempa hingga magnitudo 6,8. Catatan sejarah menunjukkan gempa merusak pernah terjadi pada 28 Agustus 2011, magnitudo 3,3, yang merusak lebih dari seratus rumah di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Kajian paleoseismik bahkan menunjukkan sesar ini pernah memicu gempa besar pada abad ke-15 dan ribuan tahun sebelumnya dengan interval 170–670 tahun.

Laju Pergeseran

Data geologi mencatat pergerakan Sesar Lembang terjadi dengan laju sekitar 1,95–3,45 milimeter per tahun. Fakta ini memperkuat statusnya sebagai sesar aktif dengan risiko tinggi bagi kawasan padat penduduk di sekitarnya, termasuk Kota Bandung, Cimahi, dan Bandung Barat.

Baca Juga :  Wamen UMKM: Program MBG Buka Peluang Besar UMKM untuk Berkembang

Mitigasi dan Kesiapsiagaan

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak panik, namun tetap meningkatkan kesiapsiagaan. Penguatan bangunan tahan gempa, sosialisasi jalur evakuasi, serta pemantauan berkelanjutan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko bencana.

“Mitigasi harus terus ditingkatkan, terutama karena Sesar Lembang berada di dekat kawasan padat penduduk. Kewaspadaan adalah kunci,” tegas Daryono.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan
Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar
Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan
Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil
Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting
Kemendikdasmen Luncurkan Pelatihan Pendidikan Inklusif 2026, Target 1.500 Guru Bersertifikat GPK
Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Evaluasi “Kebutin, Bang!” April 2026 Perkuat Sinergi Program Bangga Kencana Jawa Barat

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 15:36 WIB

Rayakan Hari Kartini, Selensia Gelar Kartini Circle di Bandung untuk Dukung Kesehatan Mental Perempuan

Rabu, 22 April 2026 - 15:21 WIB

Pendaftaran PPG 2026 Dibuka hingga 30 April, Guru Belum Bersertifikat Wajib Daftar

Rabu, 22 April 2026 - 15:13 WIB

Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan

Rabu, 22 April 2026 - 09:32 WIB

Hari Pertama TKA SD 2026 Diikuti 1,6 Juta Siswa, Kemendikdasmen Fokus pada Pemanfaatan Hasil

Senin, 20 April 2026 - 17:51 WIB

Rumah Pendidikan dan Bug Bounty Masuk Nominasi ITU WSIS 2026, Kemendikdasmen Ajak Publik Voting

Berita Terbaru