Angka Kematian Ibu di Jabar Masih Tinggi, DP3AKB Genjot Program KB Pascapersalinan

- Jurnalis

Rabu, 22 April 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 22 April 2026 — Angka kematian ibu (AKI) di Jawa Barat masih menjadi tantangan serius dalam pembangunan kesehatan dan keluarga. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Barat mendorong optimalisasi program Keluarga Berencana Pascapersalinan (KBPP) sebagai salah satu solusi strategis.

Hal itu disampaikan Kepala DP3AKB Jawa Barat, Siska Gerfianti, saat membuka webinar bertema “Perempuan Cerdas, Keluarga Terencana: Peran KB Pasca Persalinan dalam Semangat Kartini”, Rabu (22/4/2026). Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Menurut Siska, Jawa Barat masih menghadapi sejumlah persoalan krusial, mulai dari tingginya angka kelahiran hingga kematian ibu dan bayi. Pada 2025, total fertility rate (TFR) tercatat 2,07, belum sesuai target 2,02 pada 2026.

“Ini mungkin banyak yang terlewat dalam pencatatan KB, sehingga angka kelahiran menjadi tinggi. Kita perlu pelajari bersama penyebabnya,” ujar Siska.

Baca Juga :  Kemendukbangga/BKKBN Jabar dan Indofood Perkuat Program GENTING Cegah Stunting di Kota Bogor

Selain itu, angka kematian ibu masih mencapai 646 kasus atau 88,78 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara angka kematian bayi tercatat 5.037 kasus atau 6,92 per 1.000 kelahiran hidup.

Di sisi lain, prevalensi stunting di Jawa Barat berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 berada di angka 15,9 persen. Meski turun 5,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, jumlah balita terdampak masih signifikan.

“Target kami, stunting turun di bawah 14 persen pada 2026 dan di bawah 5 persen pada 2030,” katanya.

Siska juga menyoroti persoalan ketahanan keluarga. Data Pengadilan Tinggi Agama mencatat hampir 98 ribu kasus perceraian di Jawa Barat. Selain itu, sekitar 3.500 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak tercatat dalam sistem Simfoni.

Menurutnya, fenomena pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) turut memperparah kondisi tersebut.

Dalam konteks itu, program KB pascapersalinan dinilai penting karena memiliki sejumlah manfaat, seperti mengatur jarak kelahiran, mencegah kehamilan berisiko tinggi, serta menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

Baca Juga :  Mentan Amran Siap Tingkatkan Produksi Daging Untuk Program Makan Bergizi Gratis

“Dengan jarak kehamilan yang ideal, ibu bisa memulihkan kondisi sebelum kehamilan berikutnya,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa program KB bukan hanya tanggung jawab perempuan. Partisipasi suami sangat diperlukan, termasuk melalui metode kontrasepsi seperti vasektomi maupun penggunaan kondom.

Lebih lanjut, Siska mendorong penguatan layanan KBPP melalui peningkatan akses, kualitas pelayanan, serta sinergi lintas sektor. Ia mengajak kader PKK, bidan, dan penyuluh KB untuk aktif menjangkau masyarakat.

Webinar ini menghadirkan narasumber dari perwakilan BKKBN Jawa Barat serta Ketua Pengurus Daerah Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Provinsi Jawa Barat.

Kegiatan yang diikuti lebih dari seribu peserta ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah, PKK, penyuluh KB, hingga tenaga lapangan program Bangga Kencana se-Jawa Barat.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Silver Award UB Halal Metric Awards 2026 untuk Penguatan Ekosistem Halal
Momentum Hardiknas 2026, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Beasiswa Gold Generation untuk Siswa SMK
Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten Jadi Gerakan Bersama Lindungi Murid dari Kekerasan
Sempat Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat PIP 2026
Guru Non-ASN Tetap Bisa Mengajar, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Jadi Payung Hukum Daerah
PIP 2026 Dorong Semangat Belajar Murid SLB Cicendo Bandung, Pengawasan Diperkuat Agar Tepat Sasaran
Pegadaian Raih Top CX Brand Award 2026, Bukti Layanan Contact Center Unggul dan Humanis
Kemendikdasmen Percepat Pembentukan Pokja BSAN di Jawa Timur untuk Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 13:05 WIB

Bio Farma Raih Silver Award UB Halal Metric Awards 2026 untuk Penguatan Ekosistem Halal

Senin, 11 Mei 2026 - 16:17 WIB

Momentum Hardiknas 2026, Pegadaian Kanwil X Jabar Salurkan Beasiswa Gold Generation untuk Siswa SMK

Senin, 11 Mei 2026 - 10:50 WIB

Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Banten Jadi Gerakan Bersama Lindungi Murid dari Kekerasan

Minggu, 10 Mei 2026 - 14:16 WIB

Sempat Viral Pamit Tinggalkan Sekolah, Ikhsan Kini Bisa Kembali Belajar Berkat PIP 2026

Minggu, 10 Mei 2026 - 05:54 WIB

Guru Non-ASN Tetap Bisa Mengajar, SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 Jadi Payung Hukum Daerah

Berita Terbaru