KDM Prioritaskan Pembangunan Tajuk dan Masjid Kecil untuk Perkuat Spiritualitas Warga Jabar

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan memprioritaskan pembangunan tajuk atau masjid berukuran kecil di berbagai lingkungan masyarakat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat sarana spiritualitas warga agar lebih mudah beribadah dan berkegiatan keagamaan setiap waktu.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dalam acara “Peringatan Hari Besar Islam Muharram 1448 Hijriyah” bertema “Menguatkan Cinta Islam dan Islam Cinta di 1448 H” yang digelar di Ruang Utama Masjid Raya Al-Jabbar, Selasa (9/6/2026).

“Kami ingin membangun masjid-masjid kecil di lingkungan masyarakat yang membutuhkannya dalam setiap waktu. Kan kalau masjid-masjid yang megah sudah banyak di Jawa Barat,” ujar Dedi Mulyadi yang akrab disapa KDM.

Baca Juga :  Kawendra Lukistian Soroti Jam Kerja Berlebih Mitra Pos Indonesia

Menurut KDM, pembangunan tajuk akan dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan dukungan berbagai pihak. Ia menegaskan, pengembangan tajuk yang sudah ada di lingkungan masyarakat lebih diutamakan dibanding membangun struktur kelembagaan baru.

“Kami ingin membangun masjid yang ada jamaahnya, tempat anak-anak ngaji, tempat ibadah rakyat di situ,” katanya.

KDM juga menyoroti pergeseran fungsi masjid yang menurutnya kini cenderung menjadi tempat rekreasi dan swafoto, bukan lagi pusat ketenangan dan spiritualitas.

“Kalau masjid sarana rekreasi bukan sarana spiritualitas, maka masjid hanya akan menjadi tempat selfie bukan tempat tafakur,” tegasnya.

Baca Juga :  Jembatan Bailey Teupin Mane Dikebut, Prabowo Pantau Langsung Progresnya

Ia menekankan bahwa inti ibadah bukan terletak pada kemegahan bangunan, melainkan pada kedekatan manusia dengan Tuhan. Menurutnya, tafakur dapat dilakukan di mana saja selama hati mampu menghadirkan keheningan dan kesadaran spiritual.

“Bertafakur bisa dilakukan di mana saja. Bertafakur di kamar tidur, surau kecil, bawah pohon, tepi sawah, tepi danau, pinggir gunung, tepi samudra. Tempat tak ada makna, yang paling utama adalah keheningan jiwa untuk mampu menghadirkan Tuhan dalam relung jiwa,” pungkas KDM.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Siapkan Lulusan Siap Kerja di Pasar Internasional
Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Gelar Khitanan Massal untuk 225 Anak di HUT ke-125
Bangku Sekolah Dikurangi, Air Mata Orang Tua Bertambah

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:36 WIB

Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:48 WIB

Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026

Minggu, 5 Juli 2026 - 18:34 WIB

Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terbaru