JAKARTA – Pelaksanaan hari pertama Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SD/MI/sederajat berlangsung lancar di seluruh Indonesia. Berdasarkan data sementara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), sebanyak 1.607.830 peserta mengikuti ujian pada hari pertama.
TKA digelar serentak mulai pukul 07.00 hingga 15.30 WIB dan terbagi dalam beberapa sesi. Untuk sebagian besar wilayah Indonesia, pelaksanaan dibagi menjadi empat sesi, sementara wilayah Indonesia bagian timur menyesuaikan menjadi tiga sesi.
Adapun rincian peserta pada hari pertama yakni sesi pertama diikuti 701.137 peserta, sesi kedua 632.505 peserta, sesi ketiga 233.848 peserta, dan sesi keempat 40.340 peserta. Angka tersebut mencerminkan tingginya partisipasi peserta didik di berbagai daerah.
Kemendikdasmen menegaskan bahwa perhatian terhadap TKA tidak hanya pada kelancaran pelaksanaan, tetapi juga pada pemanfaatan hasilnya. Pemerintah mendorong agar hasil asesmen tersebut dapat digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah, Toni Toharudin, mengatakan bahwa selama ini fokus utama masih pada aspek teknis pelaksanaan. Ke depan, pemanfaatan hasil TKA menjadi hal yang tidak kalah penting.
“Ke depan, yang harus kita dorong adalah bagaimana hasil TKA ini benar-benar dimanfaatkan sebagai dasar pengambilan keputusan berbasis data. Data tersebut harus menjadi rujukan dalam memperbaiki pembelajaran dan menyusun kebijakan pendidikan,” ujarnya.
Menurutnya, hasil TKA dapat dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai aspek, mulai dari perbaikan proses belajar di kelas hingga penyusunan program pendidikan yang lebih terarah.
Untuk mendukung hal tersebut, masyarakat, satuan pendidikan, serta pemerintah daerah dapat mengakses hasil TKA melalui laman resmi Kemendikdasmen. Platform ini diharapkan menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan berbasis data.
Lebih lanjut, Toni menekankan bahwa TKA harus menjadi bagian dari ekosistem peningkatan mutu pendidikan yang berkelanjutan, bukan sekadar agenda tahunan.
“Ketika hasilnya dimanfaatkan secara optimal oleh sekolah dan pemerintah daerah, dampaknya akan langsung dirasakan oleh peserta didik,” katanya.
Dengan demikian, optimalisasi pemanfaatan hasil TKA diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.


























