Menkominfo Dorong APT Tingkatkan Transformasi Digital Inklusif

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 7 Agustus 2024 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saat ini negara-negara di kawasan Asia Pasifik menghadapi tantangan untuk mengatasi kesenjangan digital. Asia-Pasific Telecommunity (APT) berupaya mengembangkan inisiatif dan solusi konkret untuk meningkatkan konektivitas dan transformasi digital di Asia Pasifik. 

Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi mendorong APT untuk terus mewujudkan masa depan transformasi digital yang inklusif. 

“APT telah mencapai tonggak penting dalam meningkatkan kerja sama regional di sektor telekomunikasi dan teknologi informasi dan komunikasi. Mari kita bersama-sama menuju masa depan digital yang lebih inklusif dan berkelanjutan,” ungkapnya saat membuka The 21st APT Telecommunication/ICT Development Forum (ADF-21) di Jakarta Pusat, Selasa (06/08/2024).

Menteri Budi Arie menyatakan APT telah berhasil menjadikan setiap negara memanfaatkan potensi TIK guna mengurangi kesenjangan digital dan mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

“Menurut International Telecommunication Union (ITU) dan United Nations Development Programme (UNDP), teknologi digital berkontribusi hingga 70 persen dalam pencapaian Agenda 2030 dan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) PBB,” tuturnya.

Baca Juga :  KKP-RI Sasakadana Kabupaten Garut Gelar RAT Tahun Buku 2024

Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia mengembangkan rencana komprehensif Visi Indonesia Digital 2045 berdasarkan pendekatan ekosistem, sektoral, dan teritorial guna mengatasi kesenjangan digital. 

“Pada tahun 2023, hanya 52 persen penduduk pedesaan yang menggunakan internet, dibandingkan dengan 80 persen penduduk perkotaan. Proyek percontohan TIK untuk daerah pedesaan sangat penting untuk menutup kesenjangan tersebut dan memastikan manfaat digital bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelas Menkominfo.

Menteri Budi Arie juga mengungkap upaya Indonesia meningkatkan konektivitas melalui pemerataan pembangunan infrastruktur digital. Mulai dari jaringan telekomunikasi 5G, kabel serat optik, Base Transceiver Station (BTS) serta Satelit Multifungsi SATRIA-1.

“Infrastruktur ini sangat penting untuk ekonomi digital dan pertumbuhan inklusif Indonesia. Inisiatif ini bertujuan menjembatani kesenjangan digital, menyediakan internet yang andal dan cepat untuk seluruh rakyat Indonesia,” tuturnya.

Baca Juga :  Menkomdigi Meutya Hafid Ajak Dai Perangi Judi Online Lewat Dakwah dan Literasi Digital

Menkominfo berharap pertemuan ADF-21 akan dapat menjadi forum diskusi yang produktif dan meningkatkan kerja sama regional di sektor telekomunikasi. Pertemuan yang akan berlangsung dari tanggal 6 s.d. 8 Agustus 2024 akan membahas tiga pilar utama Rencana Strategis APT 2024–2026, yaitu konektivitas digital, transformasi digital, dan kepercayaan serta keamanan. 

“Saya merasa terhormat menyambut para delegasi di forum yang berlangsung selama tiga hari ini. Saya berharap diskusi yang akan berlangsung dapat memaksimalkan potensi TIK di wilayah Asia-Pasifik,” ungkapnya. 

Dalam acara itu, Menkominfo Budi Arie Setiadi didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Kominfo Mira Tayyiba, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Ismail, serta Staf Khusus Menkominfo Sugiharto.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru