Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 06:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

SUBANG – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus melakukan revitalisasi Kebun Karet Jalupang di Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang. Program tersebut ditargetkan mencakup lahan seluas 32 hektare dan dituntaskan pada akhir 2026.

Pada tahap awal revitalisasi, sebanyak 4.200 bibit karet telah ditanam di lahan seluas 7 hektare. Saat ini, tanaman tersebut memasuki tahap pemeliharaan dan menunjukkan pertumbuhan yang cukup baik.

Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat Gandjar Yidniarsa mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar bibit karet yang telah ditanam mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

“Sudah tumbuh tunas-tunas baru, tingkat kematian kurang dari 1 persen atau kurang dari 10 pohon,” kata Gandjar, Senin (31/8/2026).

Pertumbuhan bibit tersebut membuat kawasan Kebun Karet Jalupang yang sebelumnya didominasi tanaman singkong kini mulai kembali menghijau.

Sebelumnya, sebagian lahan kebun karet tersebut telah beralih fungsi menjadi lahan perkebunan singkong yang digarap oleh masyarakat sekitar.

Kondisi Tanah Mulai Membaik

Revitalisasi tidak hanya ditujukan untuk mengembalikan fungsi perkebunan karet, tetapi juga memberikan dampak terhadap kondisi lingkungan di kawasan tersebut.

Baca Juga :  Pesawat Kecil Tabrak Pesawat Terparkir di Bandara Montana, AS, Picu Kebakaran Besar

Dengan kembali ditanami pohon karet, kondisi tanah di kawasan kebun mulai memiliki kandungan unsur hara yang lebih baik. Unsur hara dibutuhkan tanaman untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, serta proses metabolisme secara normal.

Pemprov Jabar juga berupaya agar lahan di sekitar kawasan revitalisasi tetap memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Area pinggiran kebun diberdayakan dengan penanaman komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi, seperti kelapa dan seraiwangi.

Dengan pola tersebut, revitalisasi kebun tidak hanya berorientasi pada pemulihan tanaman karet, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat untuk memperoleh sumber pendapatan tambahan.

Mantan Penggarap Singkong Dilibatkan

Program revitalisasi Kebun Karet Jalupang juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja masyarakat sekitar.

Masyarakat yang sebelumnya menjadi penggarap lahan untuk tanaman singkong kini dilibatkan dalam proses revitalisasi kebun.

Pelibatan tersebut diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk tetap memperoleh penghasilan dari kawasan yang sedang dikembalikan fungsinya sebagai kebun karet.

Baca Juga :  Gaji Guru PPPK Paruh Waktu di Dompu Rp 139 Ribu per Bulan, Bupati: Sesuai Kemampuan Daerah

Dengan demikian, revitalisasi tidak hanya menyasar aspek perkebunan dan lingkungan, tetapi juga memperhatikan keberadaan masyarakat yang selama ini bergantung pada lahan tersebut.

Penanaman Dikebut Saat Musim Hujan

Revitalisasi Kebun Karet Jalupang merupakan bagian dari instruksi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Pemprov Jabar akan melanjutkan penanaman secara bertahap hingga seluruh target lahan seluas 32 hektare dapat direvitalisasi.

Penanaman pohon karet akan diintensifkan pada musim hujan yang diperkirakan mulai berlangsung pada Oktober 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk mendukung pertumbuhan bibit sekaligus mengejar target penyelesaian revitalisasi pada akhir tahun.

Saat ini, petugas lapangan juga telah menyiapkan lubang-lubang tanam yang nantinya digunakan untuk penanaman bibit karet berikutnya.

Jika target 32 hektare tercapai, Kebun Karet Jalupang diharapkan kembali menjadi kawasan perkebunan produktif sekaligus memberikan manfaat ekologis dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Revitalisasi tersebut menjadi upaya Pemprov Jabar untuk mengembalikan fungsi lahan perkebunan, meningkatkan produktivitas kawasan, serta memastikan masyarakat tetap mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P
Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup
Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset
DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan
Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan
PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS
Harga Emas Naik, Kemendag Tetapkan HPE US$142.154 per Kilogram

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 06:19 WIB

Pemprov Jabar Revitalisasi 32 Hektare Kebun Karet Jalupang Subang

Rabu, 2 September 2026 - 06:16 WIB

Lantik 41 Pejabat, Wali Kota Bandung Tekankan Integritas dan Prinsip 3P

Rabu, 2 September 2026 - 06:10 WIB

Cegah Karhutla, Dedi Mulyadi Instruksikan Pendakian Gunung di Jabar Ditutup

Rabu, 2 September 2026 - 06:06 WIB

Komisi III DPR Responsif Tangani Kasus Hukum, Dorong Reformasi hingga RUU Perampasan Aset

Rabu, 2 September 2026 - 05:54 WIB

DPR Soroti Data Bansos Tak Akurat, Pekerja Rentan Bisa Kehilangan Bantuan

Berita Terbaru