Terungkap Penyebab Longsor Cisarua Bandung Barat, Gawir Raksasa di Lereng Gunung Burangrang Runtuh

- Jurnalis

Sabtu, 31 Januari 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat – Fakta baru terungkap di balik bencana longsor mematikan yang melanda kawasan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Longsor besar tersebut diketahui bermula dari runtuhnya gawir atau tebing raksasa berukuran sekitar 80 meter × 40 meter di kawasan Puncak, tepatnya di lereng selatan Gunung Burangrang.

Berdasarkan kajian Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), runtuhan gawir di bagian hulu lereng Gunung Burangrang menjadi titik awal lepasnya material tanah dan batuan dalam jumlah besar. Material tersebut kemudian bergerak cepat ke bawah lereng dan berkembang menjadi aliran bahan rombakan (debris flow) yang menghantam wilayah di bawahnya.

PVMBG menjelaskan, gawir tersebut berada di kawasan dengan kemiringan lereng sangat terjal dan tersusun dari batuan vulkanik tua Gunung Burangrang yang telah mengalami pelapukan lanjut. Kondisi ini membuat lereng menjadi sangat rentan terhadap runtuhan, terutama saat dipicu oleh faktor cuaca ekstrem.

Baca Juga :  Audiensi Ombudsman Jabar Dengan BKKBN Jawa Barat : Tugas Pemerintah Menjamin Pelayanan Publik

“Curah hujan yang sangat tinggi sebelum kejadian menyebabkan tanah menjadi jenuh air. Tekanan air pori meningkat dan kekuatan geser tanah menurun, sehingga runtuhan dari bagian hulu lereng Gunung Burangrang tidak dapat dihindari,” ungkap PVMBG dalam keterangannya.

Selain hujan ekstrem, faktor geologi turut berperan signifikan. Di lokasi tersebut ditemukan rekahan alami serta struktur batuan yang telah melemah, sehingga kestabilan lereng semakin berkurang. Kombinasi kondisi geologi rapuh dan hujan deras menyebabkan runtuhan gawir berkembang menjadi longsor berskala besar.

Material longsoran yang bercampur air kemudian mengalir mengikuti alur lembah di kaki Gunung Burangrang dengan kecepatan tinggi. Inilah yang menyebabkan peristiwa tersebut tidak hanya berupa longsor tanah biasa, melainkan berubah menjadi aliran debris yang memiliki daya rusak jauh lebih besar.

Baca Juga :  Empat Catatan Penyelenggaraan Haji 2023

PVMBG menegaskan, longsor Cisarua merupakan bencana multifaktor, hasil dari gabungan curah hujan ekstrem, kondisi lereng sangat curam, batuan lapuk, serta karakter morfologi kawasan Gunung Burangrang yang memang dikenal rawan longsor.

Peristiwa ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah bahwa kawasan lereng pegunungan di wilayah Bandung Barat, khususnya di sekitar Gunung Burangrang, memiliki potensi bencana tinggi saat intensitas hujan meningkat. Warga di wilayah rawan diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras berlangsung dalam durasi panjang.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis
Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim
Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan
Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel
Kemenhut Sanksi 6 Perusahaan Terkait Karhutla, PT MPK Dibekukan
Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat
Indonesia dan RRT Siapkan Kelompok Kerja untuk Kerja Sama AI dan Teknologi
Kemendikdasmen Buka Pelatihan Mandiri bagi Guru SD untuk Mengajar Bahasa Inggris

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:34 WIB

Antusias Peserta Lomba Lintas Alam Jabar 2026 Gaungkan Gerakan Tobat Ekologis

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Inggris dan Bandung Perkuat Kolaborasi Menuju Net Zero dan Ketahanan Iklim

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Pegadaian Kanwil X Jabar Bersama POGI Gelar “Merdeka Stunting 2026”, Cegah Stunting Sejak Janin dalam Kandungan

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:57 WIB

Kemenhut Dorong PBPH Perkuat Pengendalian Karhutla di Kalsel

Selasa, 25 Agustus 2026 - 21:39 WIB

Mentan Amran Ajak Wahdah Islamiyah Perangi Mafia Pangan dan Lindungi Rakyat

Berita Terbaru