Produksi Gula Nasional 2025 Capai 2,67 Juta Ton, Kementan Perkuat Jalan Menuju Swasembada

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) mencatat capaian positif produksi tebu dan gula nasional sepanjang 2025 sebagai fondasi kuat menuju swasembada gula. Berdasarkan hasil evaluasi akhir giling 2025, produksi gula nasional mencapai 2,67 juta ton atau sekitar 97,54 persen dari target yang ditetapkan, menegaskan tren peningkatan produksi gula dalam negeri.

Capaian tersebut sejalan dengan peningkatan produksi tebu nasional yang pada 2025 mencapai 39,07 juta ton dengan produktivitas rata-rata 69,35 ton per hektare. Angka ini melampaui target Rencana Strategis (Renstra) Perkebunan dan mencerminkan keberhasilan berbagai intervensi pemerintah di sektor hulu.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa penguatan produksi tebu akan terus diakselerasi untuk mewujudkan swasembada gula nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor. Pemerintah, kata dia, fokus meningkatkan produktivitas dan efisiensi dari hulu hingga hilir.

“Swasembada gula adalah keharusan. Pemerintah fokus meningkatkan produktivitas tebu, memperluas areal tanam, menyediakan benih unggul, serta melakukan modernisasi industri gula,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Baca Juga :  Polisi Harus Usut Pengacara yang Tipu Korban Penganiayaan Karyawan Toko Roti

Berdasarkan Roadmap Swasembada Gula Nasional sesuai Kepmenko Nomor 418 Tahun 2023, pemerintah menargetkan produksi gula nasional mencapai 3,27 juta ton pada 2027.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa capaian produksi tebu 2025 didorong oleh sejumlah program strategis, di antaranya bongkar ratoon, penggunaan varietas tebu unggul, serta pendampingan teknis yang intensif kepada petani.

“Capaian ini didorong berbagai intervensi pemerintah, mulai dari bongkar ratoon, penggunaan varietas unggul, hingga pendampingan petani di lapangan,” kata Roni.

Ia menambahkan, pemerintah terus mendorong pengembangan varietas tebu unggul serta memperkuat sistem perbenihan nasional sebagai langkah strategis menuju swasembada gula. Dari sisi wilayah, Jawa Timur masih menjadi sentra utama produksi tebu nasional, diikuti Lampung dan Jawa Tengah.

Selain itu, pengembangan kawasan tebu juga diperluas ke sejumlah provinsi lain seperti Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, Gorontalo, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur sebagai bagian dari strategi ekstensifikasi areal.

Baca Juga :  Kemendikdasmen Gelar ToT Al-Qur’an Bahasa Isyarat, Perkuat Pendidikan Inklusif bagi Tunarungu

Kementerian Pertanian juga memperkuat sistem perbenihan nasional guna menjamin ketersediaan benih unggul, sekaligus mendorong peningkatan efisiensi pabrik gula melalui program revitalisasi industri. Dukungan pembiayaan melalui KUR Khusus Tebu, penyediaan alat dan mesin pertanian, serta penguatan kelembagaan petani menjadi bagian dari upaya terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Meski dihadapkan pada tantangan seperti perubahan iklim, keterbatasan lahan, dan efisiensi industri gula, pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat peningkatan produksi nasional. Respons petani terhadap program pengembangan tebu pun dinilai positif karena berdampak langsung pada peningkatan produktivitas, efisiensi biaya, serta peluang peningkatan pendapatan.

Dengan tren peningkatan produksi tebu dan gula sepanjang 2025, Kementerian Pertanian optimistis target swasembada gula nasional dapat dicapai sesuai peta jalan yang telah ditetapkan. Pemerintah memastikan penguatan produksi dari hulu hingga hilir akan terus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan petani tebu.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru