Yenny Wahid Ungkap Ada Menteri yang Ngotot Beri Tambang ke NU, Bukan Luhut

- Jurnalis

Kamis, 18 Desember 2025 - 14:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yenny Wahid Ungkap Ada Menteri yang Ngotot Beri Tambang ke NU, Bukan Luhut (Gambar : Ilustrasi)

Yenny Wahid Ungkap Ada Menteri yang Ngotot Beri Tambang ke NU, Bukan Luhut (Gambar : Ilustrasi)

KLOPAKINDONESIA.COM – Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid, mengungkapkan bahwa ada seorang menteri di kabinet yang ngotot mendorong pemberian izin pengelolaan tambang kepada Nahdlatul Ulama (NU). Ia menegaskan, sosok tersebut bukan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan.

Pernyataan itu disampaikan Yenny saat menghadiri Haul ke-16 Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Rabu (17/12/2025). Menurut Yenny, selama ini publik kerap mengira Luhut sebagai pihak yang mendorong kebijakan tersebut, padahal faktanya tidak demikian.

“Pak Luhut justru tidak setuju. Beliau menyampaikan kepada saya bahwa mengelola tambang itu berat dan berisiko, sehingga tidak cocok dikelola oleh ormas keagamaan,” ujar Yenny.

Baca Juga :  Bersiap Menyusun Prediksi Musim Hujan 2024/2025, BMKG Gelar National Climate Expert Forum (NCEF)

Yenny menuturkan, ada menteri lain yang secara aktif dan keras mendorong agar izin pengelolaan tambang diberikan kepada NU. Namun, ia memilih tidak menyebutkan identitas menteri tersebut ke hadapan publik.

Lebih jauh, Yenny menyampaikan sikap kritisnya terhadap kebijakan pemberian konsesi tambang kepada organisasi masyarakat keagamaan. Ia menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan mudarat, konflik internal, dan perpecahan, baik di tubuh NU maupun di tengah masyarakat.

“NU adalah organisasi besar yang tugas utamanya menjaga persatuan umat dan bangsa. Jangan sampai NU justru terseret ke urusan yang bisa memecah belah,” tegasnya.

Yenny bahkan menyarankan agar izin pengelolaan tambang yang sudah diberikan sebaiknya dikembalikan kepada negara. Menurutnya, jika pemerintah ingin membantu ormas keagamaan, bentuk dukungannya seharusnya difokuskan pada sektor pendidikan, sosial, dan pemberdayaan umat, bukan melalui konsesi sumber daya alam.

Baca Juga :  Bangun Ekosistem Kesehatan Berdaulat, Bio Farma dan RS Hermina Dorong Transformasi Layanan Medis Dalam Negeri

Isu pemberian izin tambang kepada ormas keagamaan sendiri menjadi sorotan publik setelah pemerintah membuka peluang pengelolaan Wilayah Izin Usaha Pertambangan Khusus (WIUPK) bagi organisasi masyarakat. Kebijakan tersebut menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan, termasuk tokoh nasional dan akademisi.

Hingga kini, pemerintah belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan adanya menteri yang ngotot mendorong pemberian tambang kepada NU sebagaimana disampaikan Yenny Wahid.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD
Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4
Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh
Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik
Mentan Andi Amran Sulaiman Perkuat BRMP Provinsi, Kementan Terapkan Meritokrasi dan Awasi Alsintan
Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026
Pemdaprov Jawa Barat Siapkan 60 Posko Piket Lebaran 2026 dan 19 DRU, Jalan Provinsi 91,68 Persen Mantap
Nasyirul Falah Amru Dorong Kejaksaan Agung Eksaminasi Kasus Hukuman Mati ABK Fandy dan Mahasiswa Unram

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:03 WIB

Kemendikdasmen Perkuat Sinergi dengan Media, PIP 2026 Diperluas hingga PAUD

Senin, 2 Maret 2026 - 17:02 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Beasiswa Talenta Indonesia 2026, Jamin Keberlanjutan Murid Berprestasi hingga S1/D4

Minggu, 1 Maret 2026 - 04:56 WIB

Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Jalur Minyak Dunia Lumpuh

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:43 WIB

Kementan Percepat Hilirisasi Sawit, Produksi CPO 2025 Capai 46,55 Juta Ton dan Ekspor Naik

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:03 WIB

Bank Indonesia Jabar Siapkan Rp16,7 Triliun untuk Penukaran Uang Ramadan dan Idulfitri 2026

Berita Terbaru