Stok Cabai Jawa Barat Surplus Jelang Ramadhan 2026, Kementerian Pertanian Republik Indonesia Pastikan Pasokan Aman

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Pertanian Republik Indonesia memastikan ketersediaan aneka cabai di Jawa Barat dalam kondisi sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah (2026). Produksi cabai di wilayah ini bahkan tercatat jauh melampaui kebutuhan konsumsi sehingga berpotensi menopang pasokan antarwilayah.

Berdasarkan neraca cabai Jawa Barat, cabai rawit pada Februari 2026 diproduksi sebesar 34.463 ton, sementara kebutuhan hanya 16.578 ton sehingga terdapat surplus 17.885 ton. Surplus meningkat signifikan pada Maret 2026 dengan produksi mencapai 78.963 ton, kebutuhan 23.946 ton, dan neraca positif 55.018 ton.

Sementara itu untuk cabai besar atau cabai merah, produksi Februari tercatat 32.398 ton dengan kebutuhan 23.858 ton sehingga menghasilkan surplus 8.540 ton. Pada Maret, produksi meningkat menjadi 38.703 ton, kebutuhan 27.740 ton, dan neraca surplus 10.962 ton. Kondisi ini menunjukkan pasokan cabai Jawa Barat relatif aman menghadapi lonjakan permintaan selama Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah terus mengawal pasokan dan distribusi cabai agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Baca Juga :  Komisi II DPR RI: Reformasi Layanan Pertanahan Harus Disertai Integritas dan Kontrol Publik

“Kementerian Pertanian terus melakukan langkah-langkah strategis untuk memastikan ketersediaan aneka cabai menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Penguatan produksi di daerah sentra, pengendalian distribusi, serta koordinasi lintas sektor terus kami lakukan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” tegasnya.

Sebagai salah satu sentra utama cabai nasional, Jawa Barat ditopang oleh luas panen di sejumlah daerah penghasil, di antaranya Kabupaten Bandung, Kabupaten Garut, dan Kabupaten Sumedang. Luas panen cabai di Kabupaten Bandung tercatat mencapai 400 hektare, Kabupaten Garut 485 hektare, dan Kabupaten Sumedang 250 hektare.

Para champion cabai di daerah sentra menyatakan kesiapan petani menjaga kontinuitas produksi melalui pola tanam berjenjang dan pendampingan teknis berkelanjutan.

Champion Cabai Kabupaten Bandung, Juhara, menyampaikan bahwa pertanaman cabai saat ini berada pada fase produktif dengan panen yang berlangsung terus-menerus.

“Petani cabai di Kabupaten Bandung telah menerapkan pola tanam berjenjang sehingga panen dapat berlangsung secara terus-menerus. Dengan kondisi pertanaman yang ada saat ini, kami optimistis pasokan cabai aman hingga Idul Fitri 1447 Hijriah,” ujarnya.

Baca Juga :  Kurangi Sampah Organik, Kantor Pemerintah Wajib Zero Food Waste

Sementara itu, Champion Cabai Kabupaten Garut, Kang Sumarna, menegaskan kesiapan petani meski tantangan iklim masih dihadapi.

“Kabupaten Garut saat ini memasuki periode panen dengan produktivitas yang baik. Petani siap menjaga kualitas dan kontinuitas produksi untuk mendukung pasokan cabai Jawa Barat dan wilayah sekitarnya selama Ramadhan dan Idul Fitri,” ungkapnya.

Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muh. Agung Sunusi, menyatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif terhadap produksi dan distribusi cabai di sentra utama.

“Berdasarkan hasil pemantauan Direktorat Sayuran dan Tanaman Obat, ketersediaan aneka cabai di Jawa Barat berada dalam kondisi aman. Dengan dukungan luas panen yang memadai, peran aktif champion cabai, serta sinergi pemerintah pusat dan daerah, kami optimistis kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 H dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.

Kementerian Pertanian mengimbau pemerintah daerah, pelaku usaha, dan petani untuk terus menjaga konsistensi produksi serta kelancaran distribusi agar stabilitas pasokan dan harga aneka cabai tetap terjaga selama periode HBKN.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Garuda Pancasila, Jumlah Bulu Jadi Sorotan
Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia
Wamendikdasmen Fajar Riza: Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan dan Putus Rantai Kemiskinan
SIM Digital Setara dengan SIM Fisik, Begini Cara Membuat dan Mengaktifkannya
Polisi Ungkap Modus WO Marwah Tipu 58 Calon Pengantin, Kerugian Tembus Rp2,6 Miliar
Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, Ajak Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan
BGN Ungkap 8.182 SPPG Pernah Disuspend, Ribuan Dapur MBG Terkendala Infrastruktur dan Tata Kelola
BGN Tegaskan Tak Ada Pungutan dalam Pengajuan SPPG, Dukung Penuh Pengusutan Dugaan Penipuan MBG di Lombok Timur

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 06:35 WIB

Viral BRIN, Setwapres dan Polri Salah Posting Garuda Pancasila, Jumlah Bulu Jadi Sorotan

Senin, 1 Juni 2026 - 19:41 WIB

Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia

Senin, 1 Juni 2026 - 19:27 WIB

Wamendikdasmen Fajar Riza: Sekolah Rakyat Perkuat Akses Pendidikan dan Putus Rantai Kemiskinan

Senin, 1 Juni 2026 - 11:16 WIB

SIM Digital Setara dengan SIM Fisik, Begini Cara Membuat dan Mengaktifkannya

Senin, 1 Juni 2026 - 09:26 WIB

Presiden Prabowo Ucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE, Ajak Perkuat Persaudaraan dan Kerukunan

Berita Terbaru

NEWS

Angklung, Warisan Musik Bambu Indonesia yang Mendunia

Senin, 1 Jun 2026 - 19:41 WIB