Spesifikasi Rudal BrahMos: Senjata Supersonik India yang Akan Dibeli Indonesia untuk Perkuat Pertahanan

- Jurnalis

Kamis, 12 Maret 2026 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Indonesia dilaporkan akan memperkuat sistem pertahanan militernya dengan membeli rudal jelajah supersonik BrahMos missile, salah satu rudal tercepat di dunia yang dikembangkan melalui kerja sama antara India dan Rusia.

Rudal ini diproduksi oleh perusahaan patungan BrahMos Aerospace, yang dibentuk oleh **Defence Research and Development Organisation (DRDO) dari India dan perusahaan pertahanan Rusia NPO Mashinostroyenia.

Rencana pembelian ini menjadi bagian dari upaya modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) Indonesia untuk memperkuat kemampuan pertahanan, khususnya di wilayah maritim.

Kecepatan Supersonik

BrahMos dikenal sebagai rudal jelajah supersonik dengan kecepatan mencapai Mach 2,8 hingga Mach 3, atau hampir tiga kali kecepatan suara. Dengan kecepatan tersebut, rudal ini mampu menempuh jarak sekitar 290 kilometer pada versi ekspor yang biasanya ditawarkan kepada negara mitra.

Baca Juga :  Prabowo Ungkap Dampak Besar Program MBG, Kesehatan Gratis, dan Pendidikan bagi Ekonomi Rakyat

Rudal ini memiliki panjang sekitar 8 hingga 8,6 meter, dengan berat sekitar 2,5 hingga 3 ton. BrahMos juga dapat membawa hulu ledak seberat 200 hingga 300 kilogram yang dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi seperti kapal perang atau instalasi militer.

Selain cepat, BrahMos juga dikenal sulit dicegat karena mampu terbang rendah di atas permukaan laut atau sea-skimming, sehingga lebih sulit terdeteksi radar lawan.

Sistem Pemandu Canggih

Dalam operasinya, BrahMos menggunakan kombinasi sistem navigasi inertial navigation system (INS) dan navigasi satelit untuk menentukan jalur penerbangan. Pada fase akhir menuju target, rudal ini dilengkapi active radar homing yang membuatnya mampu mengunci sasaran dengan presisi tinggi.

Teknologi ini memungkinkan BrahMos menjalankan konsep “fire and forget”, yaitu rudal dapat menuju target secara otomatis setelah diluncurkan tanpa perlu kendali tambahan dari operator.

Baca Juga :  Hari Jadi Bogor Ke-542, Ini Harapan Masyarakat Hingga Pelaku Usaha di Kabupaten Bogor

Bisa Diluncurkan dari Berbagai Platform

Salah satu keunggulan BrahMos adalah kemampuannya diluncurkan dari berbagai platform militer, mulai dari peluncur darat, kapal perang, pesawat tempur hingga kapal selam.

Untuk Indonesia, sistem yang diperkirakan akan dibeli adalah coastal defence system, yaitu peluncur rudal berbasis darat yang ditempatkan di wilayah pesisir untuk menjaga jalur laut strategis.

Perkuat Pertahanan Maritim

Dengan karakteristik supersonik dan daya hancur tinggi, BrahMos dinilai efektif sebagai sistem anti-kapal jarak menengah yang dapat meningkatkan kemampuan pertahanan laut Indonesia.

Jika kesepakatan pembelian terealisasi, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara di kawasan Asia Tenggara yang mengoperasikan sistem rudal supersonik tersebut, sekaligus memperkuat kerja sama pertahanan dengan India.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru