SE MenPANRB Nomor 2 Tahun 2026: ASN Fleksibel 5 Hari Jelang Nyepi dan Idulfitri 1447 H

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pelaksanaan Tugas Kedinasan bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Masa Libur Nasional dan Cuti Bersama Hari Suci Nyepi (Tahun Baru Saka 1948) dan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

SE yang ditandatangani Menteri PANRB Rini Widyantini pada 9 Februari 2026 tersebut diterbitkan guna mendukung peningkatan produktivitas kerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik, sekaligus memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta pengendalian kemacetan lalu lintas selama periode libur nasional dan cuti bersama. Kebijakan ini tetap menekankan jaminan kelancaran pelayanan publik.

“Agar pimpinan instansi pemerintah dapat mengatur penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan bagi pegawai aparatur sipil negara secara mandiri dengan memperhatikan karakteristik tugas kedinasan, kriteria, dan mekanisme penerapan fleksibilitas kerja,” ujar Menteri PANRB dalam SE tersebut.

Penyesuaian pelaksanaan tugas kedinasan dilakukan melalui kombinasi fleksibilitas lokasi dan/atau waktu kerja selama lima hari. Rinciannya, dua hari sebelum libur nasional dan cuti bersama Nyepi, yakni Senin dan Selasa (16–17 Maret 2026), serta tiga hari setelah libur nasional dan cuti bersama Idulfitri, yaitu Rabu, Kamis, dan Jumat (25–27 Maret 2026).

Baca Juga :  BKKBN DAN 'AISYIYAH JAWA BARAT SIAP PERKUAT KOLABORASI KEMBANGKAN SATYAGATRA

Dalam SE tersebut ditegaskan bahwa pimpinan instansi pemerintah wajib mengatur proporsi jumlah ASN yang melaksanakan fleksibilitas kerja dengan mempertimbangkan jumlah pegawai serta karakteristik jenis layanan pemerintahan.

Menteri PANRB juga menekankan agar kebijakan ini tidak mengganggu kelancaran penyelenggaraan pemerintahan maupun kualitas pelayanan publik. Sejumlah hal yang harus diperhatikan antara lain:

  1. Optimalisasi penerapan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).
  2. Menjamin layanan publik yang esensial dan berdampak langsung kepada masyarakat tetap tersedia dan dapat diakses, seperti layanan kesehatan, transportasi, keamanan, serta layanan ramah kelompok rentan (penyandang disabilitas, lansia, ibu hamil, dan anak-anak).
  3. Selektif dalam pemberian cuti tahunan dengan mempertimbangkan beban kerja dan karakteristik tugas.
  4. Melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pencapaian kinerja serta penyelenggaraan layanan publik selama periode libur.
  5. Mengatur kembali jam layanan bagi instansi yang menerapkan sistem kerja bergilir atau sif, dengan tetap memenuhi standar pelayanan.
  6. Membuka dan mengoptimalkan kanal pengaduan masyarakat seperti SP4N-LAPOR!, layanan tatap muka, serta media lainnya.
  7. Melakukan survei kepuasan masyarakat (SKM) melalui QR code, khususnya pada unit layanan yang bersinggungan langsung dengan pemudik seperti terminal, stasiun, bandara, pelabuhan, dan posko mudik.
  8. Menyampaikan informasi secara jelas kepada masyarakat apabila terdapat perubahan jadwal atau tata cara layanan.
  9. Memastikan output layanan daring maupun luring sesuai standar yang telah ditetapkan.
  10. Menjamin ASN menjadi teladan dengan tidak memberi atau menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan.
Baca Juga :  Usung Tema Petualangan Jumanji, Adujak Genre Jabar Ajak Remaja Terlibat Secara Bermakna

“Dalam hal terjadi kondisi kedaruratan, pimpinan instansi pemerintah harus memastikan kualitas pemenuhan pelayanan publik terutama pelayanan publik yang esensial tetap berjalan sebagaimana mestinya,” tegas Menteri PANRB.

Dengan kebijakan ini, pemerintah berharap pelayanan publik tetap optimal selama periode libur nasional dan cuti bersama, sekaligus mendukung kelancaran arus mudik dan aktivitas masyarakat.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru