Mentan Amran Siapkan Solusi Permanen Cegah Longsor di Cisarua, Bandung Barat

- Jurnalis

Rabu, 28 Januari 2026 - 14:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung Barat, KlopakIndonesia – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan komitmen Kementerian Pertanian untuk mencegah bencana longsor berulang di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, dengan menyiapkan solusi permanen berbasis penataan pola tanam dan tata kelola lahan.

Dalam kunjungan langsung ke lokasi bencana pada Rabu (28/1/2026), Mentan Amran menekankan pentingnya menata ulang wilayah dengan tingkat kemiringan tinggi. Ia menjelaskan, tanaman hortikultura yang rawan erosi akan diganti dengan tanaman perkebunan tahunan yang memiliki sistem perakaran kuat, seperti kopi, kelapa, dan alpukat, untuk menahan tanah dan mencegah longsor.

“Kami minta Pak Bupati dan Komisi IV bersama Pak Rajiv yang kebetulan dapilnya di sini. Kita akan mengganti tanaman hortikultura di daerah kemiringan tajam menjadi tanaman perkebunan. Anggarannya sudah tersedia,” ujar Mentan Amran.

Baca Juga :  Bank bjb Masuk Kategori Emiten Main Index, High Growth, High Dividend dalam Indeks TEMPO-IDNFinancials 52

Ia menambahkan, program ini akan segera dijalankan setelah adanya usulan resmi dari pemerintah daerah. “Nanti tinggal tunggu usulan dari Pak Bupati dan Pak Gubernur. Insyaallah kita akan bergerak cepat, karena kalau tidak dilakukan, bencana akan terulang,” tambahnya.

Strategi ini disusun berdasarkan tingkat kemiringan lahan, dengan pembagian jelas antara tanaman hortikultura dan tanaman tahunan. Menurut Mentan Amran, wilayah dengan kemiringan 20–30 derajat bisa ditanami hortikultura, sedangkan daerah dengan kemiringan lebih curam akan dialihkan ke tanaman tahunan yang akarnya dalam sehingga mencegah erosi dan longsor.

Baca Juga :  Pemkot Bandung Optimis Kawasan Bawah Flyover Mochtar Kusumaatmadja Tertata

Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Presiden RI untuk pengembangan tanaman perkebunan secara nasional. Mentan Amran menyebutkan, pemerintah menyiapkan anggaran besar untuk tanaman perkebunan di seluruh Indonesia, termasuk di daerah rawan bencana.

Petani di wilayah terdampak tetap mendapat dukungan agar pendapatan mereka tidak terganggu selama masa transisi. Mentan Amran menuturkan, dalam jangka menengah, tanaman tahunan seperti kopi dapat menjadi sumber pendapatan utama, menggantikan hortikultura yang sebelumnya ditanam.

Melalui perubahan pola tanam, mitigasi berbasis kemiringan lahan, dan respons cepat kemanusiaan, Kementerian Pertanian mendorong pergeseran dari sekadar tanggap darurat menuju solusi permanen, guna melindungi masyarakat, petani, dan lingkungan di wilayah rawan longsor.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan
DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat
Janji Mentan Amran ke Petani Karawang Direalisasikan dalam Hitungan Jam
KPK Periksa Pejabat Bappenda dan BKPSDM Kabupaten Bogor Terkait Dugaan Korupsi
21 Wilayah Jawa Barat Berpotensi Kekeringan 1-10 September 2026, 18 Daerah Status Awas

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Selasa, 1 September 2026 - 16:25 WIB

Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026

Selasa, 1 September 2026 - 15:21 WIB

Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun

Selasa, 1 September 2026 - 15:16 WIB

Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Selasa, 1 September 2026 - 14:24 WIB

DPR Minta Kuota LPG 3 Kg 2027 Dievaluasi, Cegah Kelangkaan di Masyarakat

Berita Terbaru