Mendukbangga Wihaji Kuliah Umum di UIN Bandung, Tekankan Peran Keluarga untuk SDM Unggul 2045

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Hal tersebut disampaikan Wihaji saat memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Kamis (9/4/2026), yang diikuti sekitar 2.000 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, Penyuluh KB, hingga mitra Program Bangga Kencana.

Kuliah umum bertema “Transformasi Kebijakan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Menuju Indonesia Emas 2045” itu digelar secara hybrid di Aula Anwar Musaddad.

Dalam paparannya, Wihaji menyebutkan bahwa saat ini terdapat lebih dari 74 juta keluarga di Indonesia yang menjadi tanggung jawab bersama untuk ditingkatkan kualitas hidupnya.

“Pembangunan SDM tidak bisa dilepaskan dari keluarga. Keluarga adalah titik awal pembentukan kualitas manusia Indonesia,” ujar Wihaji.

Baca Juga :  KPU JABAR GELAR FGD EVALUASI PEMILU 2024, FOKUS PADA PERBAIKAN DAN TRANSPARANSI

Ia menekankan sejumlah fokus program Kemendukbangga, di antaranya penguatan kualitas keluarga, percegahan stunting, Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), peningkatan kepemimpinan keluarga, hingga pemberdayaan lansia.

Selain itu, Wihaji juga mengingatkan bahwa bonus demografi yang tengah dihadapi Indonesia harus dimanfaatkan secara optimal. Menurutnya, tanpa strategi yang tepat, jumlah penduduk usia produktif yang besar justru berpotensi memicu pengangguran dan masalah ekonomi.

“Pendidikan, kesehatan, penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta inovasi teknologi menjadi kunci dalam memanfaatkan bonus demografi,” tegasnya.

Sementara itu, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rosihon Anwar, menilai isu kependudukan memiliki keterkaitan erat dengan nilai-nilai keislaman, khususnya dalam pengelolaan kehidupan keluarga yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Bio Farma Raih PROPER Emas ke-10 dan Green Leadership, Bukti Komitmen Lingkungan

Ia juga menyatakan komitmen kampus untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan kependudukan dan keluarga.

Hal senada disampaikan Dekan Fakultas Syariah dan Hukum UIN SGD Bandung, Fauzan Ali Rasyid, yang menilai kajian hukum keluarga memiliki peran strategis dalam menjawab berbagai persoalan sosial di masyarakat.

“Kebijakan kependudukan dan pembangunan keluarga sangat relevan dengan bidang keilmuan yang kami kembangkan,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UIN Sunan Gunung Djati Bandung dengan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sebagai bentuk penguatan kolaborasi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif, sekaligus mempertegas sinergi antara dunia akademik dan pemerintah dalam membangun keluarga berkualitas sebagai fondasi Indonesia Emas 2045.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Blackout Sumatera 2026: PLN Minta Maaf, Gangguan Transmisi dan Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu
Pegadaian Raup Laba Rp4,38 Triliun hingga April 2026, Tumbuh 87,2 Persen
Bio Farma Perkuat Diplomasi Kesehatan dan Peluang Kerja Sama dengan Amerika Latin dan Karibia
Kemendikdasmen dan Dekranas Luncurkan PKW 2026, Target Cetak 8.730 Wirausaha Muda
Kemendikdasmen Apresiasi Program Guruku, Buka Akses Beasiswa S2 untuk Tingkatkan Kompetensi Guru
Mentan Amran Bongkar 3 Dugaan Kasus Korupsi dan Mafia Pertanian, Kerugian Capai Miliaran Rupiah
Harga Ayam Hidup Disepakati Rp19.500 per Kg, Kementan Jaga Stabilitas Peternak
Kepala DP3AKB Jabar: Keluarga Kuat Jadi Kunci Wujudkan Jawa Barat Istimewa

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 19:46 WIB

Blackout Sumatera 2026: PLN Minta Maaf, Gangguan Transmisi dan Cuaca Ekstrem Jadi Pemicu

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:36 WIB

Pegadaian Raup Laba Rp4,38 Triliun hingga April 2026, Tumbuh 87,2 Persen

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:33 WIB

Bio Farma Perkuat Diplomasi Kesehatan dan Peluang Kerja Sama dengan Amerika Latin dan Karibia

Jumat, 22 Mei 2026 - 13:29 WIB

Kemendikdasmen dan Dekranas Luncurkan PKW 2026, Target Cetak 8.730 Wirausaha Muda

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:28 WIB

Kemendikdasmen Apresiasi Program Guruku, Buka Akses Beasiswa S2 untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Berita Terbaru