BKKBN Jabar Gelar Workshop Penguatan Relasi Orang Tua dan Remaja, Soroti Isu Pernikahan Dini

- Jurnalis

Jumat, 25 Juli 2025 - 22:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bandung, 24–25 Juli 2025 — Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat menggelar workshop bertema relasi orang tua dan remaja, sebagai kelanjutan dari inisiasi Direktorat Ketahanan Remaja, Kemendukbangga. Kegiatan berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat, di Kota Bandung.

Workshop ini menggunakan modul terbaru “1001 Cinta dan Drama,” yang merupakan pengembangan dari modul “1001 Cara Bicara.” Fokus utamanya adalah meningkatkan kualitas komunikasi antara orang tua dan remaja. Modul ini diharapkan memperkuat kapasitas fasilitator, pengelola PIK Remaja (PIK-R), serta pengelola program Ketahanan Remaja dalam edukasi Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja (PKBR).

Ketua Tim Ketahanan Remaja, Zaidan, menjelaskan bahwa PKBR masih menjadi program prioritas nasional dalam penguatan edukasi kesehatan reproduksi dan gizi bagi remaja, terutama remaja putri sebagai calon ibu masa depan.

Baca Juga :  Bey Machmudin Apresiasi Kodam III Siliwangi dalam Menjaga Lingkungan dan Stabilitas Keamanan di Jabar

“Jawa Barat memiliki potensi besar dengan 5.957 kelompok PIK Remaja dan Bina Keluarga Remaja (BKR). Melalui workshop ini, penguatan terhadap pengelola dan kader dilakukan agar pemahaman dan pendekatan terhadap remaja lebih merata dan menyentuh persoalan riil,” ujarnya.

Workshop ini diikuti oleh pengelola program ketahanan remaja dan fasilitator PIK-R dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat, dan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Kukuh Dwi Setiawan.

Dalam arahannya, Kukuh menyoroti pentingnya menciptakan ruang aman antara remaja dan orang tua. Ia menyampaikan bahwa masih banyak remaja yang enggan bercerita kepada orang tua mengenai persoalan pribadi, sehingga berisiko memicu konflik yang berlarut.

Baca Juga :  Tokoh Agama Apresiasi Kepemimpinan Prabowo, Dukung Upaya Jaga Keutuhan dan Kedaulatan Indonesia

“Jika kondisi ini tidak diatasi, akan muncul jurang komunikasi yang memperbesar ketegangan dalam keluarga. Padahal, rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi remaja untuk berbagi,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa workshop ini tidak boleh dianggap sebagai kegiatan seremonial semata. Jawa Barat tengah menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka pernikahan dini. Data menunjukkan tingkat Age Specific Fertility Rate (ASFR) usia 15–19 tahun di Jawa Barat berada di atas rata-rata nasional, dengan estimasi 48.000–54.000 permohonan dispensasi nikah setiap tahunnya.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global
Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara
Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino
Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya
BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal
Pasanggiri Paduan Suara Puspa Swara Wanoja Sunda 2026 Resmi Dibuka di Bogor
Poltekkes Kemenkes Bandung dan Pelija Tanam Pohon, Dorong Kesadaran Lingkungan di Bandung Timur
Bio Farma Group Perkuat Diplomasi Kesehatan Global, Dorong Daya Saing Industri Farmasi Nasional

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 20:05 WIB

Indonesia Berbagi Reformasi Pendidikan ke Palestina, Perkuat Kerja Sama Global

Sabtu, 18 April 2026 - 07:35 WIB

Perdagangan 24 Satwa Dilindungi di Manado Terungkap, Tersangka Terancam 15 Tahun Penjara

Sabtu, 18 April 2026 - 07:31 WIB

Kemenhut Perkuat Pengamanan Perbatasan di Entikong Antisipasi Karhutla akibat El Nino

Sabtu, 18 April 2026 - 07:16 WIB

Prabowo Terbitkan 3 Regulasi Baru untuk Ketahanan Pangan Nasional, Ini Rinciannya

Kamis, 16 April 2026 - 19:03 WIB

BMKG: Musim Kemarau 2026 di Jawa Barat Lebih Kering dan Panjang, 93 Persen Wilayah Alami Hujan di Bawah Normal

Berita Terbaru