Kisah Guru 3T Muhammad Fathul Arifin: Berinovasi di Tengah Keterbatasan Sarana dan Akses Internet

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Februari 2026 - 12:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Tantangan mengajar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) tidak hanya soal jarak dan akses, tetapi juga menyangkut keterbatasan sarana prasarana, jaringan internet, hingga listrik yang belum stabil. Namun di tengah kondisi tersebut, para guru tetap menunjukkan dedikasi tinggi dengan menghadirkan pembelajaran yang kreatif dan bermakna.

Komitmen pemerataan mutu pendidikan di wilayah 3T terus diperkuat oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui berbagai kebijakan dan dukungan fasilitas pembelajaran. Pemerintah memastikan para pendidik memiliki ruang untuk berinovasi meskipun berada dalam kondisi yang serba terbatas.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani menegaskan bahwa transformasi pendidikan nasional menempatkan guru sebagai aktor utama pembangunan sumber daya manusia.

“Pemerintah tidak hanya berfokus pada pemerataan akses, tetapi juga pada penguatan kapasitas profesional guru agar mampu menghadirkan pembelajaran yang responsif terhadap tantangan zaman,” ujarnya.

Mengajar Lima Tahun di Wilayah 3T

Semangat tersebut tercermin dari pengalaman Muhammad Fathul Arifin yang selama lima tahun mengabdi di wilayah 3T. Sejak 2020, ia mengajar di SMA Swasta Bina Ilmu, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sebelum akhirnya pada Januari 2026 dipindahtugaskan ke SMK Negeri 2 Buntok setelah diangkat sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Baca Juga :  KKP Siapkan UMKM Perikanan Jadi Pilar Penopang Ekonomi Sirkular Program MBG

Selama bertugas, Fathul menghadapi berbagai keterbatasan, mulai dari fasilitas belajar yang minim hingga akses internet dan listrik yang tidak stabil. Kondisi tersebut memaksanya untuk mencari berbagai cara agar proses pembelajaran tetap berjalan optimal.

“Sarana dan prasarana yang kurang memadai serta keterbatasan internet serta listrik menjadi tantangan utama,” ungkapnya.

Berinovasi dengan Keterbatasan

Meski berada dalam situasi sulit, Fathul tidak menyerah. Ia tetap menghadirkan pembelajaran interaktif dengan memanfaatkan teknologi sederhana. Proyektor yang digunakan untuk mengajar harus dinyalakan menggunakan mesin penghasil listrik.

Metode pembelajaran pun dibuat menyenangkan melalui gim edukasi dari laptop, ice breaking, serta ruang diskusi santai agar suasana kelas tetap hidup dan interaktif.

Tak hanya menyampaikan materi, Fathul juga menanamkan motivasi dan pola pikir kepada para siswa melalui contoh nyata dan pengalaman pribadi. Pendekatan humanis menjadi kunci dalam membangun kedekatan dengan peserta didik.

Dukungan Teknologi dari Pemerintah

Perubahan signifikan mulai dirasakan ketika sekolahnya mendapatkan bantuan teknologi pembelajaran dari pemerintah. Kehadiran Papan Interaktif Digital (PID), akses internet berbasis satelit Starlink, serta tenaga surya memberikan dampak besar terhadap kelancaran proses belajar mengajar.

Baca Juga :  Nadiem dan Gus Yaqut Diperiksa KPK, Kasus Google Cloud dan Kuota Haji Segera Naik Penyidikan

“Semenjak ada PID, Starlink, dan tenaga surya sangat membantu pembelajaran, kegiatan TKA, ulangan sumatif, hingga praktik,” jelas Fathul.

Kini, dengan status sebagai PPPK dan penugasan di sekolah yang bukan wilayah 3T, Fathul membawa pengalaman berharganya sebagai bekal untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.

Ia juga berharap perhatian terhadap sekolah-sekolah di daerah terpencil terus diperkuat agar tidak terjadi kesenjangan antara pendidikan di desa dan kota.

“Harapan saya pemerintah bisa memperhatikan sekolah terplosok dengan bantuan sarana memadai agar di desa tidak tertinggal dengan di kota besar,” pungkasnya.

Wujud Transformasi Pendidikan Inklusif

Melalui penguatan kebijakan serta dukungan nyata di lapangan, Kemendikdasmen terus mendorong terwujudnya pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berkualitas bagi seluruh anak bangsa, termasuk di wilayah 3T.

Kisah para guru seperti Fathul menjadi bukti bahwa transformasi pendidikan tidak hanya lahir dari kebijakan, tetapi juga dari dedikasi dan kreativitas pendidik di ruang-ruang kelas terpencil.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan
PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS
Harga Emas Naik, Kemendag Tetapkan HPE US$142.154 per Kilogram
KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau
Benih Kerapu dan Bandeng Bali Makin Diminati, Ekspor Capai Rp6,41 Miliar hingga Agustus 2026
Sidak Sawah Karawang, Mentan Amran Targetkan Tanam 3 Kali Setahun
Mentan Amran Ubah Kebijakan, Buruh Tani Kini Bisa Dapat Bantuan Alsintan

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 21:24 WIB

Prabowo: Strategi Transformasi Bangsa Fokus Angkat Jutaan Rakyat dari Kemiskinan

Selasa, 1 September 2026 - 21:01 WIB

PT Pos Indonesia Gagal Bayar Bunga Sukuk Ijarah Rp11,65 Miliar

Selasa, 1 September 2026 - 20:50 WIB

Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG karena Tak Penuhi SLHS

Selasa, 1 September 2026 - 20:23 WIB

Harga Emas Naik, Kemendag Tetapkan HPE US$142.154 per Kilogram

Selasa, 1 September 2026 - 16:30 WIB

KKP Kawal Pemulangan Awak KM El Malika, Hilang Kontak 13 Hari dan Ditemukan Selamat di Palau

Berita Terbaru