Kemendukbangga Bidik 2000 Akseptor Baru Vasektomi

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 April 2025 - 20:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menargetkan 2000 akseptor baru kontrasepsi keluarga berencana (KB) pria vasektomi selama dua hari pelayanan serentak, 21-22 April 2025. Jumlah tersebut dibidik untuk mengatrol capaian KB pria yang terbilang masih sangat rendah jika dibandingkan dengan kontrasepsi bagi perempuan.

“Kami menargetkan 2000 akseptor, tepatnya 1988 akseptor di seluruh Indonesia. Hari ini di Majalengka sudah 58 orang. Targetnya 100 akseptor. Jumlahnya kecil, tapi bukan itu masalahnya. Pelayanan KB pria untuk memastikan negara hadir untuk memberikan pelayanan kontrasepsi secara adil, baik untuk perempuan maupun laki-laki,” terang Wihaji usai meninjau pelayanan vasektomi di Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0617/Majalengka pada Senin, 21 April 2025.

Wihaji yang pada hari yang sama meluncurkan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) menjelaskan, salah satu peran ayah untuk menjadi ayah teladan dapat berupa keterlibatan pria dalam pemenuhan kebutuhan ber-KB. Caranya bisa dengan mendukung para istri untuk menjadi akseptor atau terlibat langsung menjadi akseptor vasektomi.

“Banyak upaya yang telah dilakukan oleh Kemendukbangga, mulai dari pemenuhan provider atau dokter yang melayani vasektomi minimal satu di tiap kabupaten atau kota hingga penyelenggaraan pelayanan di berbagai momentum. Salah satunya pelayanan yang dilaksanakan saat ini yang sekaligus juga dalam rangka memecahkan rekor MURI dengan target 2000 akseptor di seluruh Indonesia,” papar Wihaji.

Baca Juga :  Komisi X DPR RI Dukung SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026 untuk Guru Non-ASN

Wihaji tidak memungkiri angka prevalensi KB pria masih sangat rendah. Data BKKBN menunjukkan prevalensi pengguna kontrasepsi metode operasi pria (MOP) hanya 0,13 persen. Angka ini paling rendah dibandingkan alat kontrasepsi lainnya.

Prevalensi penggunaan kontrasepsi tertinggi lainnya tercatat pada alat suntik dengan 35,6 persen, pil 7,5 persen, dan implan 6,9 persen. Hampir seluruh metode kontrasepsi menyasar perempuan, sedangkan bagi pria hanya ada vasektomi dan penggunaan kondom sebesar 3,6 persen.

“Padahal, (vasektomi) ini sudah ada sejak dulu dan orang-orang yang melakukannya baik-baik saja,” ungkap Wihaji. Meski demikian, ia mengatakan, edukasi terkait vasektomi di masyarakat masih sangat dibutuhkan. Apalagi, selama ini, perempuan kerap jadi obyek penggunaan kontrasepsi.
.
“Harus juga ada kesetaraan bahwa laki-laki dikasih ruang untuk menggunakan metode kontrasepsi,” katanya.
.
Wihaji mengaku tidak ada target khusus. Namun, pihaknya memberikan sejumlah pilihan bagi pria untuk metode kontrasepsi.
.
Lebih jauh Wihaji menjelaskan, untuk menjadi akseptor KB pria, seorang suami harus memenuhi sejumlah persyaratan. Yang bersangkutan harus dipastikan sudah tidak menginginkan anak, memiliki minimal dua anak, dan usia anak kedua atau terkecil minimal lima tahun. Selain itu, berusia minimal 35 tahun dan mendapatkan persetujuan dari istri.
.
“Kami berharap para ayah dapat meningkatkan perannya di keluarga. Salah satunya dengan menjadi akseptor KB vasektomi, sehingga keluarga dapat lebih terencana demi mewujudkan keluarga tentram, bahagia, dan Sejahtera. Pada akhirnya, menghasilkan keturunan yang dapat menjadi sumber daya manusia Indonesia berkualitas menuju Indonesia Emas 2045,” harap Wihaji.
.
Sementara itu, dokter ahli fertilitas Arief Setiawan menjelaskan, vasektomi dilakukan tanpa pisau. Proses yang hanya berlangsung sekitar 10 menit itu tidak menghasilkan sayatan atau jahitan. Risiko pendarahan pada akseptor selama operasi pun dapat dihindari.
.
Selain aman, dokter militer metode kontrasepsi ini sangat efektif karena saluran sperma dipotong sehingga tidak dapat membuahi sel telur. “Itu pun dengan syarat setelah vasektomi masih dibutuhkan ejakulasi dengan memakai kondom selama 15-20 kali. Ini sementara saja,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital
Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil
Ancaman PHK 4000 Buruh di PT Feng Tay
Kemendikdasmen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental di Era Digitalisasi Pendidikan
Indofarma Kembali Ekspor Produk Farmasi ke Afganistan, Perkuat Daya Saing Global
Saep “Bos Copet” Preman Pensiun Meninggal Dunia, Ini Sosok dan Perjalanan Hidup Icuk Baros
Prabowo Pastikan Stok Beras Aman 10 Bulan, Pemerintah Siapkan Antisipasi El Nino Godzilla
720 ASN Pemprov Jabar Dilantik di Desa Sukawangi, Dedi Mulyadi Tekankan Pelayanan untuk Rakyat

Berita Terkait

Senin, 22 Juni 2026 - 13:51 WIB

Indonesia, Brunei, dan Malaysia Perkuat Diplomasi Bahasa di Tengah Era Digital

Senin, 22 Juni 2026 - 12:22 WIB

Dampak Pemadaman Listrik Bergilir di Jawa dan Madura terhadap UMKM serta Kerugian Usaha Kecil

Senin, 22 Juni 2026 - 10:55 WIB

Ancaman PHK 4000 Buruh di PT Feng Tay

Minggu, 21 Juni 2026 - 20:04 WIB

Kemendikdasmen Ingatkan Pentingnya Menjaga Kreativitas dan Kesehatan Mental di Era Digitalisasi Pendidikan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:39 WIB

Saep “Bos Copet” Preman Pensiun Meninggal Dunia, Ini Sosok dan Perjalanan Hidup Icuk Baros

Berita Terbaru

NEWS

Ancaman PHK 4000 Buruh di PT Feng Tay

Senin, 22 Jun 2026 - 10:55 WIB