Kemendikdasmen Apresiasi Program Guruku, Buka Akses Beasiswa S2 untuk Tingkatkan Kompetensi Guru

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 21:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengapresiasi peluncuran program beasiswa guru “Guruku: Guru Unggul Raih Kualitas” di Jawa Barat sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kompetensi dan kepemimpinan guru di Indonesia.

Program yang diresmikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, di Kabupaten Sumedang, Rabu (20/5/2026), merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan.

Dalam sambutannya, Atip menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan harus dimulai dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana amanat konstitusi. Menurutnya, guru memiliki peran yang sangat menentukan dalam keberhasilan pendidikan nasional.

“Setelah kualifikasi terpenuhi, kata kuncinya adalah kompetensi. Bahkan sekitar 50 persen ketercapaian pendidikan berkualitas ditentukan oleh kualitas guru,” ujar Atip.

Ia menjelaskan bahwa mayoritas guru di Indonesia saat ini telah memenuhi kualifikasi akademik minimal D4 atau S1. Namun, capaian tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi yang dimiliki.

Karena itu, Kemendikdasmen terus mendorong penerapan konsep deep learning atau pembelajaran mendalam yang didukung penguasaan materi ajar (content knowledge) secara kuat dan menyeluruh.

“Pembelajaran mendalam harus dimulai dari penguasaan content knowledge. Banyak guru yang sudah menerapkan prosedur pembelajaran mendalam, tetapi kedalamannya belum optimal karena keterbatasan penguasaan materi,” katanya.

Baca Juga :  Kolaborasi Kemendikdasmen dan Dekranas Dukung Pelestari Wastra Lestarikan Tenun Nusantara melalui Program PKW

Atip menambahkan, Program Guruku dirancang dengan fokus pada dua aspek utama, yaitu penguatan content knowledge dan pengembangan kepemimpinan (leadership) guru. Kedua aspek tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan pendidikan berkualitas dan berkelanjutan.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat, Siti Muntamah. Ia menilai Program Guruku merupakan langkah strategis dalam menyiapkan guru yang mampu menghadapi tantangan pendidikan menuju Indonesia Emas 2045.

“Guru bukan hanya mengajar, tetapi juga memberikan keteladanan. Program ini menjadi investasi penting bagi masa depan anak-anak Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Padjadjaran, Arief Sjamsulaksan, menegaskan komitmen perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kapasitas guru melalui akses pendidikan yang lebih luas.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan generasi unggul tanpa dukungan pendidikan dasar dan menengah yang berkualitas.

“Unpad harus ikut memberikan kesempatan dan fasilitas agar para guru di Indonesia dapat meningkatkan kapasitasnya menjadi lebih baik lagi,” katanya.

Program ini juga memberikan dampak langsung bagi para guru penerima manfaat. Salah satunya adalah Ihwan, guru SDN 1 Bojong, Kabupaten Pangandaran, yang memperoleh kesempatan melanjutkan studi magister melalui Program Guruku.

Baca Juga :  Itjen Kemhan Raih Juara Dua Kategori “Booth Favorit” di Expo Pengawasan Intern TA.2024

Ia mengaku program tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan diri sebagai pendidik di tengah perubahan kebutuhan peserta didik yang semakin dinamis.

“Ini bukan akhir perjuangan saya sebagai guru, melainkan awal untuk terus belajar, merefleksikan diri, dan berkembang menjadi pendidik yang lebih baik,” ungkap Ihwan.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pangandaran, Soekarno Sukriyadi, turut mengapresiasi perjuangan Ihwan yang selama ini mengajar di wilayah pegunungan dengan akses yang cukup menantang.

“Beliau bertugas di daerah pegunungan dengan waktu tempuh sekitar satu setengah hingga dua jam dari pusat kota. Perjuangannya luar biasa dan kami sangat bangga,” ujarnya.

Program Beasiswa Guru Unpad menyediakan tiga skema pembiayaan bagi guru yang melanjutkan studi magister, yakni beasiswa penuh sebesar 100 persen biaya pendidikan, beasiswa parsial sebesar 75 persen, serta bantuan pendidikan sebesar 50 persen. Program tersebut dapat dimanfaatkan pada 18 program studi magister yang tersedia di Unpad sesuai persyaratan yang berlaku.

Melalui Program Guruku, pemerintah dan perguruan tinggi berharap semakin banyak guru Indonesia yang memiliki kompetensi akademik unggul serta kemampuan kepemimpinan yang kuat guna menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh peserta didik di Tanah Air.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat
Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen
Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas
FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi
Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA
Hari Pustakawan Indonesia, Kemendikdasmen Ubah Perpustakaan Jadi Rumah Pendidikan
Kemendikdasmen Cetak Influencer Positif Lewat Bintang Sobat SMP 2026
Kemendikdasmen Perkuat LKP, Lulusan Disiapkan Tembus Dunia Kerja Internasional

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 20:31 WIB

DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:24 WIB

Bio Farma Resmikan Fasilitas CNG, Emisi Karbon Turun 24 Persen dan Biaya Energi Hemat 37 Persen

Senin, 13 Juli 2026 - 16:02 WIB

Tahun Ajaran Baru Dimulai, Mendikdasmen Tegaskan MPLS 2026 Wajib Bebas Perpeloncoan dan Senioritas

Sabtu, 11 Juli 2026 - 14:40 WIB

FLHBN Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Cirebon, Perkuat Pesisir dari Ancaman Abrasi

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:39 WIB

Puncak HLUN 2026, 3.000 Lansia Bekasi Meriahkan Kriyaan Lansia dan Dukung Program SIDAYA

Berita Terbaru