Kolaborasi Kemendikdasmen dan Dekranas Dukung Pelestari Wastra Lestarikan Tenun Nusantara melalui Program PKW

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 16:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KlopakIndonesia – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dalam melestarikan tenun nusantara melalui kursus dan pelatihan. Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) yang digagas Kemendikdasmen merupakan salah satu program strategis yang menjadi bagian dari Program Prioritas Nasional dan telah bekerja sama dengan Dekranas sejak 2020. Melalui kerja sama ini, para peserta didik dilatih untuk belajar, mengasah kompetensi, sekaligus merintis jalan menjadi wirausaha baru yang berdaya saing.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, dalam laporannya menyampaikan bahwa program PKW sesuai dengan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yaitu Pendidikan Bermutu untuk Semua. Melalui pendidikan nonformal, anak-anak Indonesia tetap mampu berdaya dan meningkatkan keterampilan.

“PKW Kerja Sama Kemendikdasmen dan Dekranas 2025 menyasar 500 peserta didik di Indonesia yang tidak hanya menekankan aspek kursus dan pelatihan, tetapi juga mengedepankan keberlanjutan usaha yang telah dirintis peserta,” terang Tatang di Lamongan, Jawa Timur, Selasa (7/10).

Dirjen Tatang menjelaskan bahwa terdapat empat Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) yang bergabung dalam momen ini dan siap melaksanakan program PKW Kerja Sama Kemendikdasmen dan Dekranas, yaitu Kabupaten Lamongan (Jawa Timur), Kabupaten Bojonegoro (Jawa Timur), Kabupaten Jepara (Jawa Tengah), dan Kabupaten Ogan Ilir (Sumatra Selatan). Tatang berharap, melalui kerja sama ini, generasi muda mampu menghasilkan produk berdaya ekonomi yang tidak hanya sampai di pasar lokal, tetapi juga internasional.

Baca Juga :  Pegadaian Kanwil X Jabar Serahkan Mobil Siaga dan Ratusan Paket Sembako di Batukaras Pangandaran

Sementara itu, Ibu Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah selaku Wakil Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekrasnas, Masmidah, berpesan agar generasi muda dapat terus melestarikan warisan budaya dan menumbuhkan semangat wirausaha.

“Anak-anak muda yang ikut pelatihan ini luar biasa karena mereka adalah agen pewaris budaya. Melalui PKW Kerja Sama Dekranas ini lah, mereka belajar kemandirian untuk menjadi perajin tenun sekaligus wirausaha muda, terutama bagi mereka yang tidak melanjutkan pendidikan formal,” ungkap Masmidah.

Masmidah berharap, pelatihan PKW dapat dilaksanakan dengan semaksimal mungkin sehingga para peserta mampu merintis usaha mandiri dengan semangat melestarikan wastra nusantara. “Ikuti pelatihan dengan baik kemudian kembangkan diri untuk lebih maju. Banyaklah berlatih dengan semangat meskipun mungkin banyak kendala tapi terus perkuat diri dan pantang menyerah,” ucapnya.

*Sinergi Kerja Sama*

Program kolaborasi antara Kemendikdasmen bersama Dekranas ini telah menyasar sebanyak 5.544 anak di seluruh Indonesia dalam rentang 2020—2024. Kegiatan ini pun menjadi penanda sinergi kerja sama antara pemerintah pusat dan daerah dalam menyukseskan program PKW Tekun Tenun dan Kriya.

Baca Juga :  KPK Tetapkan 5 Tersangka Kasus Korupsi Pembangunan Jalan di Mandailing

Masih dalam kesempatan yang sama, Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menyampaikan apresiasinya terhadap program kolaborasi ini. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat ini dapat mempercepat transformasi perekonomian di daerah, khususnya di Lamongan.

“Lamongan memiliki potensi dalam bidang tenun dan batik. Program ini sejalan dengan misi Kabupaten Lamongan untuk mengembangkan industri kreatif dan melahirkan wirausaha baru yang mandiri dan berdaya saing,” ungkap Yuhronur.

Di sisi lain, Ketua Bidang Wirausaha Baru Dekranas, Metty Herindra, mengungkapkan antusiasnya dalam pelaksanaan program PKW Kerja Sama Kemendikdasmen dan Dekranas. Metty mengimbau agar pelaksanaan program dapat dijalankan dengan baik serta dilakukan pemantauan berkelanjutan selepas pelatihan pun dapat terlaksana.

“Program PKW adalah bukti bahwa pemerintah benar-benar hadir dalam pengembangan SDM. Untuk memperkuat capaian program dan memastikan keberlanjutannya, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi secara berkala,” pesan Metty.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid
Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa
Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen
AMPETRA Soroti Sulitnya Izin Tambang Rakyat, Siap Dampingi Penambang hingga Kantongi Legalitas
Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga
Kemendukbangga/BKKBN dan Pemprov Jabar Perkuat Sinergi Perluas Sekolah Siaga Kependudukan
DPRD Jawa Barat Sahkan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025, Dedi Mulyadi Tekankan APBD untuk Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:50 WIB

Kemendikdasmen Luncurkan Sekolah Nasional Terintegrasi, Target Bangun 500 SNT hingga 2029

Senin, 20 Juli 2026 - 11:26 WIB

Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Nasional dan Pencegahan Demam Tifoid

Senin, 20 Juli 2026 - 11:23 WIB

Sarasehan Jurnalis Peduli Keluarga Dorong Penguatan Peran Media sebagai Mitra Strategis Bangun Ketahanan Keluarga Menuju Jawa Barat Istimewa

Senin, 20 Juli 2026 - 09:12 WIB

Harga Kelapa Anjlok Drastis, Pendapatan Petani Pangandaran Turun Lebih dari 50 Persen

Jumat, 17 Juli 2026 - 11:14 WIB

Peran Keluarga Jadi Kunci Cegah Demensia, BKKBN Jabar Perkuat Pendampingan Lansia Berbasis Keluarga

Berita Terbaru