Emas Dunia Terjun Bebas, Ini 5 Penyebab Utama Harga Logam Mulia Anjlok

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Anjloknya harga logam mulia ini dipicu oleh kombinasi faktor global, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat hingga aksi ambil untung investor.

Di pasar internasional, harga emas spot tercatat turun signifikan dan sempat kehilangan lebih dari 8 persen dari level tertingginya. Tekanan jual terjadi secara cepat dan masif, memicu volatilitas tinggi di pasar komoditas.

Salah satu penyebab utama penurunan harga emas adalah perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Pasar menilai The Fed akan tetap bersikap ketat atau hawkish dalam waktu lebih lama, sehingga menurunkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Baca Juga :  Kolaborasi Besar di Karawang: BKKBN Jabar, Baznas, dan Beragam Mitra Gelar Bakti Sosial Pelayanan KB untuk Wujudkan Keluarga Berkualitas

Selain itu, penguatan dolar AS turut menekan harga emas. Menguatnya dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan global ikut melemah.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah aksi ambil untung (profit taking) oleh investor besar. Setelah reli panjang dan mencetak rekor tertinggi, banyak pelaku pasar memilih melepas kepemilikan emas untuk mengamankan keuntungan. Kondisi ini memicu tekanan jual berantai di pasar.

Penurunan juga diperparah oleh likuidasi posisi leverage. Investor yang membeli emas menggunakan pinjaman terpaksa menjual asetnya akibat margin call, sehingga mempercepat kejatuhan harga dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Wujud Cinta Ayah dan Ibu Lewat KB Pascapersalinan

Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik global dan membaiknya sentimen pasar turut mengurangi minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Investor mulai mengalihkan dana ke aset berisiko seperti saham dan obligasi.

Meski mengalami koreksi tajam, analis menilai penurunan harga emas ini lebih disebabkan oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek, bukan karena melemahnya fundamental emas secara keseluruhan. Dalam jangka menengah hingga panjang, emas masih berpotensi kembali diminati sebagai instrumen lindung nilai.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga
Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita
Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia
Diduga Cemarkan Nama Organisasi di Zoom, Tani Merdeka Jabar Layangkan Somasi ke Kadis Pertanian Indramayu
Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Inovasi dan Kemandirian Siswa
Kemendikdasmen Percepat Reformasi Guru, TPG Naik Rp2 Juta dan 230 Ribu Guru Ikuti PPG 2026
Purbaya Tegaskan Transaksi di Pelabuhan Wajib Pakai Rupiah: “Kalau Ada yang Paksa Dolar, Saya Hajar”
Menteri Maman Tegaskan Tarif PPh Final UMKM Tetap 0,5 Persen, Tidak Ada Kenaikan Pajak

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:21 WIB

Per 10 Juni 2026, Pertamax dan Pertamax Green Resmi Naik Harga

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:12 WIB

Menkes Dukung Empat Langkah Baru BGN, MBG Kini Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Rabu, 10 Juni 2026 - 07:06 WIB

Kemendikdasmen dan KemenPPPA Bersinergi Wujudkan Ruang Digital Ramah Anak Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:33 WIB

Diduga Cemarkan Nama Organisasi di Zoom, Tani Merdeka Jabar Layangkan Somasi ke Kadis Pertanian Indramayu

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:21 WIB

Wamendikdasmen: Sekolah Harus Menjadi Ruang Tumbuh Inovasi dan Kemandirian Siswa

Berita Terbaru