Emas Dunia Terjun Bebas, Ini 5 Penyebab Utama Harga Logam Mulia Anjlok

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 04:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLOPAKINDONESIA.COM – Harga emas dunia mengalami penurunan tajam dalam beberapa hari terakhir setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi. Anjloknya harga logam mulia ini dipicu oleh kombinasi faktor global, mulai dari kebijakan moneter Amerika Serikat hingga aksi ambil untung investor.

Di pasar internasional, harga emas spot tercatat turun signifikan dan sempat kehilangan lebih dari 8 persen dari level tertingginya. Tekanan jual terjadi secara cepat dan masif, memicu volatilitas tinggi di pasar komoditas.

Salah satu penyebab utama penurunan harga emas adalah perubahan ekspektasi kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (The Fed). Pasar menilai The Fed akan tetap bersikap ketat atau hawkish dalam waktu lebih lama, sehingga menurunkan daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga.

Baca Juga :  Pilkada 2024: Sortir dan Lipat Surat Suara Jadi Pendapatan Tambahan Bagi Warga

Selain itu, penguatan dolar AS turut menekan harga emas. Menguatnya dolar membuat emas menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lain, sehingga permintaan global ikut melemah.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah aksi ambil untung (profit taking) oleh investor besar. Setelah reli panjang dan mencetak rekor tertinggi, banyak pelaku pasar memilih melepas kepemilikan emas untuk mengamankan keuntungan. Kondisi ini memicu tekanan jual berantai di pasar.

Penurunan juga diperparah oleh likuidasi posisi leverage. Investor yang membeli emas menggunakan pinjaman terpaksa menjual asetnya akibat margin call, sehingga mempercepat kejatuhan harga dalam waktu singkat.

Baca Juga :  Rayakan Ulang Tahun ke-63, bank bjb Hadirkan Festival Bojana 2024

Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik global dan membaiknya sentimen pasar turut mengurangi minat terhadap emas sebagai aset safe haven. Investor mulai mengalihkan dana ke aset berisiko seperti saham dan obligasi.

Meski mengalami koreksi tajam, analis menilai penurunan harga emas ini lebih disebabkan oleh faktor teknikal dan sentimen jangka pendek, bukan karena melemahnya fundamental emas secara keseluruhan. Dalam jangka menengah hingga panjang, emas masih berpotensi kembali diminati sebagai instrumen lindung nilai.

 

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun
Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan
Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional
Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang
Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan
Coaching Clinic D Tarumanegara Karawang Hadirkan Legenda Persib, Bidik Bibit Pesepak Bola Potensial
DPR RI Setujui RUU Satu Data Indonesia, Perkuat Tata Kelola Data Nasional
Pelindungan Ketenagakerjaan, Pekerja Dapat Perlindungan Lebih Komprehensif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:53 WIB

Bio Farma Raih Primaniyarta ke-12, Ekspor Vaksin Tembus Lebih dari Rp10 Triliun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Satu Tahun Tring!, Pegadaian Luncurkan ATM Emas di Bandung, Cetak Emas Fisik Bisa Instan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Wamentan Saleh Dorong Investasi Fosfat di Aljazair, Perkuat Pasokan Bahan Baku Pupuk Nasional

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:07 WIB

Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar Hadiri Penyaluran Bantuan PANGERSA di Karang Pamulang

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Pegadaian Masuk Top 10 BUMN Layanan Terbaik, Kanwil X Jawa Barat Kawal Standar Pelayanan

Berita Terbaru