Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

- Jurnalis

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG, KLOPAKINDONESIA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Barat mendorong pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) di wilayah yang mengalami peningkatan kasus campak. Program ini ditujukan untuk seluruh anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa melihat status imunisasi sebelumnya.

Kepala Dinkes Jabar, Vini Adiani Dewi, menyampaikan bahwa hingga 19 Maret 2026 terdapat dua daerah yang akan melaksanakan ORI pada April 2026, yakni Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Garut.

“Pelaksanaan ORI dilakukan sebagai respons atas peningkatan kasus campak di wilayah tersebut,” ujar Vini, Rabu (1/4/2026).

Sebelumnya, ORI juga telah dilaksanakan di Kabupaten Garut pada Februari 2026, tepatnya di wilayah kerja Puskesmas Cimaragas, Bagendit, dan Cibiuk.

Selain ORI, Dinkes Jabar juga menggencarkan program Catch Up Campaign (CUC) atau imunisasi campak rubella bagi anak usia 9 hingga 59 bulan yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Baca Juga :  Empat Catatan Penyelenggaraan Haji 2023

Program CUC saat ini dilaksanakan di delapan daerah, yakni Kota Bogor, Kota Depok, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kabupaten Bogor, Kabupaten Cirebon, dan Kabupaten Subang. Pelaksanaannya masih berlangsung hingga mencapai target cakupan 100 persen.

Vini memastikan ketersediaan vaksin campak rubella (MR) dalam kondisi aman untuk mendukung pelaksanaan ORI dan CUC.

“Jika terjadi kekurangan vaksin, puskesmas dapat mengajukan permintaan ke Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat,” katanya.

Saat ini, fasilitas kesehatan masih menunggu distribusi alat suntik auto disable syringe (ADS) dari Kementerian Kesehatan sebagai penunjang pelaksanaan ORI. Alat tersebut telah melalui proses pemeriksaan dan siap didistribusikan ke daerah.

Baca Juga :  50 Anggota DPRD Kota Bandung Periode 2024-2029 Resmi Dilantik, Bey Machmudin Beri Ucapan Selamat 

Dinkes Jabar juga mengimbau seluruh fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit, untuk segera melaporkan kasus suspek campak dalam waktu maksimal 24 jam ke dinas kesehatan setempat.

Jika ditemukan kasus suspek campak, pasien dianjurkan menjalani isolasi minimal tujuh hari sejak munculnya ruam, diberikan vitamin A sesuai usia, serta asupan makanan bergizi tinggi protein dan kalori. Penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga menjadi langkah penting dalam pencegahan penularan.

Masyarakat pun diimbau untuk memastikan status imunisasi anak. Jika belum lengkap, orang tua diminta segera melengkapinya di posyandu, puskesmas, atau fasilitas kesehatan terdekat.

Sebagai informasi, imunisasi campak diberikan dalam tiga tahap, yakni saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan saat duduk di kelas 1 SD atau sederajat.

Follow WhatsApp Channel klopakindonesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan
Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan
Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu
Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal
Wajib Halal UMK Batas 18 Oktober 2026: Terlambat Bisa Kena Sanksi dan Produk Ditarik
Wapres Gibran Lepas 150 Alumni LPDP ke Daerah 3T, Tekankan Beasiswa Harus Berdampak ke Rakyat
Sinergi Lintas Kementerian Diperkuat untuk Pemberdayaan Perempuan melalui Pendidikan
Pegadaian Jabar Resmikan Desa Pasirnanjung Geulis sebagai Desa Binaan Pertama di Sumedang

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 19:23 WIB

BGN Terapkan No Service No Pay, Insentif SPPG Rp6 Juta Bisa Dihentikan

Jumat, 3 April 2026 - 19:09 WIB

Komisi III DPR: Kasus Amsal Sitepu Cermin Masalah Sistemik di Kejaksaan

Jumat, 3 April 2026 - 19:02 WIB

Anggota DPR Desak Kajari Karo Disanksi Tegas atas Kasus Amsal Sitepu

Jumat, 3 April 2026 - 18:41 WIB

Dinkes Jabar Dorong ORI di Tasikmalaya dan Garut untuk Tekan Kasus Campak

Jumat, 3 April 2026 - 18:17 WIB

Gempa M 7,6 Sulawesi Utara: 98,2% Jaringan Pulih, Kemkomdigi Pastikan Telekomunikasi Kembali Normal

Berita Terbaru